Menikmati Ayunan di Pantai Tanjung Aan (Bagian-3 selesai)

0
3805
Pantai Tanjung Aan yang indah dan mempesona dengan butiran pasirnya yang mirip merica. (Foto. evi)

LOMBOK, Bisniswisata.co.id: Setelah wisata belanja, wisata kuliner, dan mengunjungi suku asli Lombok di Dusun Sade, Pantai Tanjung Aan yang terletak sekitar 75 kilometer dari Kota Mataram, atau sekitar tiga kilometer dari Pantai Kuta Lombok ini menjadi tujuan akhir Putri Pariwisata Indonesia 2014, Syarifah Fajri Maulidiyah bersama Bisniswisata.co.id untuk menikmati keindahan alam.

Pantai Tanjung Aan ini jika menggunakan kendaraan pribadi dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 1,5 jam dari Kota Mataram. Dengan rute Mataram – Cakranegara – Kediri – Praya – Batunyale – Sengkol – Rambitan – Sade – Kuta, dan terakhir Tanjung Aan.

Konon Pantai Tanjung Aan merupakan tempat asal Sang Puteri Mandalika. Pantai ini berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, dan memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih dua kilometer. Tak seperti Pantai Lombok lainnya, pasir Pantai Tanjung Aan berbentuk bulat seperti merica.

Pantai ini begitu tenang dan indah, sesekali terlihat wisatawan mancanegara yang sedang berkuda melewati pesisir pantai Tanjung Aan.

Dengan mengenakan kaos putih dan celana pendek, perempuan yang biasa disapa Riri ini segera turun dari mobil dan mengahampiri laut yang telah menyapanya sambil mengambil gambar.

Sebuah ayunan yang memiliki dua bangku menjadi tempat Riri menikmati keindahan pantai Tanjung Aan. Riri pun itu mengayunkan ayunan tersebut dengan lepas dan bebas.

Menikmati alam Pantai Tanjung Aan, Lombok. (Foto. evi)
Sayang rasanya bila tidak mengambil gambar dengan latar belakang keindahan alam Pantai Tanjung Aan, Lombok. (Foto. Him)

Bagi yang tidak ingin bermain air laut, di tempat ini pengunjung dapat menikmati indahnya Pantai Tanjung Aan dengan menempati pondokan yang terbuat dari payung kayu dengan rajutan jerami sebagai atapnya, sambil tentunya menikmati kelapa muda.

“Saat musim liburan, pantai ini banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik. Namun jika berkunjung pada bulan Februari, pantai ini akan penuh dengan wisatawan baik dari dalam maupun dari luar negeri. Karena pada bulan tersebut ada even spesial, yaitu Ritual Bau Nyale,” ujar Mahrum, warga Lombok kepada Bisniswisata saat ditemui di Pantai Tanjung Aan.

Menurutnya ritual ini berhubungan dengan mitos masyarakat setempat tentang Puteri Mandalika, dimana puteri tersebut melompat dari bukit untuk menghindari kejaran seorang pangeran yang ingin mempersuntingnya.

Selanjutnya mitos mengatakan bahwa Puteri Mandalika bereinkarnasi menjadi “Nyale”, atau cacing laut. setelah “perburuan”, Nyale akan dijadikan bahan beberapa jenis masakan lokal.

Hari pun menjelang sore dimana Riri harus segera kembali ke hotel, mengingat malam harinya ia harus menghadiri acara malam penobatan Putri NTB dan Pembukaan Festival Senggigi 2015. “Ini adalah yang kedua kalinya saya ke Lombok. Pantai di Lombok indah, dan saya suka pantai,” ungkapnya.

Walau hanya seharian perjalanan di Kota Lombok menurutnya Lombok, terutama Pantai Tanjung Aan telah memberikan warna baru bagi dirinya.

Melihat indahnya Pantai Tanjung Aan, Riri pun mengungkapkan perasaannya melalu akun instagramnya, “Tertawa lah jika itu membuat mu bahagia dan menangislah jika itu membuatmu tenang”.

Riri menikmati ayunan di Pantai Tanjung Aan, Lombok (Foto. Him)
Riri menikmati ayunan di Pantai Tanjung Aan, Lombok (Foto. Him)

“Ayunan ini mengingatkanku pada masa kecilku, indahnya mengenang masa itu bukan hanya tentang tertawa dan menangis, tapi sebuah keindahan mengetahui dari apa yang aku lalui tersebut membuatku jadi diriku yang sekarang. Btw thanks Tanjung Aan Lombok for Amazing view. In love with you,” ungkapnya. (evi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.