Menhub: Kecelakaan Penerbangan Lebih Diperhatikan Ketimbang Lalu Lintas

0
560

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Menteri Perhubungan Ignasius Jonan prihatin dengan sikap masyarakat maupun media massa yang lebih memperhatikan jika terjadi kecelakaan maskapai penerbangan dibandingkan dengan kecelakaan lalu lintas. Padahal dari sisi jumlah korban, kecelakaan lalu lintas menepati urutan teratas dibandingkan maskapai penerbangan dan kapal laut.

“Data kecelakaan lalu lintas mencapai angka 91.688 kasus sepanjang tahun 2014. Sementara kecelakaan penerbangan sangat sedikit dalam menelan korban jiwa. Namun jika terjadi kecelakaan penerbangan beritanya seminggu bahkan sebulan nggak habis-habis. Apa menariknya,” papar Menhub Jonan dalam acara IRSA 2015 di Jakarta, Kamis

Dilanjutkan, tingginya angka kecelakaan di jalan raya setiap tahun, jadi perhatian khusus pemerintah, yakni menekan angka kecelakaan sampai 80 persen hingga 2035. Mengingat masa jabatannya yang terbatas lima tahun, ia berencana melakukan terobosan lain. Yakni, mengurangi angka kecelakaan sampai 50 persen hingga 2019.

Gagasan ini bukan isapan jempol semata. Pasalnya, Kemenhub berencana mengajukan peningkatan anggaran untuk memperbaiki keamanan empat transportasi dalam negeri. Mulai udara, laut, darat dan kereta api. “Tahun depan jika disetujui kami usulkan peningkatan anggaran keselamatan transportasi lebih dari Rp12 triliun. Jadi 25 persen dari total Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk peningkatan keamanan transportasi,” ungkapnya.

Selama ini, lanjuta dia, anggaran yang disediakan pemerintah untuk keamanan dan keselamatan transportasi sangat kecil cuma Rp 2 triliun. Karenanya pengajuan peningkatan anggaran dapat disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tahun depan. Sehingga, dana tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki transportasi di dalam negeri, dan diharapkan bisa menekan angka kecelakaan yang terbilang tinggi.

Menteri Jonan juga apresiasi dengan PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) yang melakukan peningkatan kewaspadaan masyarakat akan keselamatan berkendara di jalan. Melalui program tanggung jawab sosial korporasi, Adira melakukan kampanye I Wanna Get Home Safely (IWGHS). Kampanye ini selain memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keselamatan saat berada di jalan, juga melakukan tindakan post crash. Adira Insurance memberikan donasi bagi para korban kecelakaan berupa alat bantu.

Chief Executive Officer Adira Insurance, Indra Baruna mengatakan, data World Health Organization (WHO) kecelakaan lalu lintas salah satu penyebab kematian tertinggi ketiga di dunia, di rentang usia lima sampai 44 tahun. “Keprihatinan ini yang akhirnya membuat Adira untuk terus melakukan berbagai aktivitas yang bersifat preventif, melalui berbagai macam kegiatan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menjaga keselamatan saat berada di jalan,” ujar Indra.

Dalam menjaga keselamatan dan menekan angka kecelakaan, pihaknya tidak dapat berdiri sendiri. Dibutuhkan sinergi antara berbagai pihak melalui program yang terkait dengan keselamatan jalan. “Karenanya, Adira Insurance berinisiatif untuk melaksanakan Indonesia Road Safety Award (IRSA) dengan menggandeng pemerintah sampai dengan lembaga swadaya masyarakat,” jelasnya.

IRSA 2015 bukanlah sebuah penghargaan belaka, melainkan evaluasi penerapan tata kelola keselamatan di jalan. 12 finalis IRSA akan dipilih, setelah sebelumnya diseleksi melalui penjurian. Penjurian berdasarkan lima parameter penilaian, yang mengacu pada keselamatan jalan yang telah digagas oleh World Health Organization (WHO).

Pilar tersebut di antaranya, manajemen keselamatan jalan (safer management), jalan yang berkeselamatan (safer road), kendaraan yang berkesalamatan (safer vehicle), perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan (safer user), dan penanganan pra dan pasca kecelakaan (pre and post-crash response).

Indra berharap program IRSA 2015 ini mampu memberikan dorongan tersendiri bagi pemerintah kota, maupun kabupaten, untuk terus bekerja keras dalam menerapkan pilar-pilar keselamatan jalan di lingkungan pemerintahannya. “Sehingga, bisa tercipta keselamatan lalu lintas jalan,” ungkapnya.

Bahkan, penghargaan ini mampu dijadikan suatu landasan dalam meningkatkan kualitas tata kelola keselamatan jalan di daerahnya masing-masing. “Atas nama perusahaan, saya ingin memberikan apresiasi tertinggi kepada seluruh finalis IRSA 2015 yang terus berusaha meningkatkan layanan kualitas tata kelola keselamatan,” sambungnya.

Berikut kota atau kabupaten menjadi pemenang IRSA 2015

1. Kategori Kota dengan jumlah penduduk di atas satu juta jiwa:

– Pemenang Utama : Kota Surabaya
– Pemenang Pilar Safer Management : Kota Surabaya
– Pemenang Pilar Safer Road : Kota Surabaya
– Pemenang Pilar Safer Vehicle : Kota Surabaya
– Pemenang Pilar Safer User : Kota Surabaya
– Pemenang Pilar Pre and Post-Crash Response : Kota Surabaya.

2. Kategori kota dengan jumlah penduduk di bawah satu juta jiwa :

– Pemenang Utama : Kota Balikpapan
– Pemenang Pilar Safer Management : Kota Balikpapan
– Pemenang Pilar Safer Road : Kota Balikpapan
– Pemenang Pilar Safer Vehicle : Kota Balikpapan
– Pemenang Pilar Safer User : Kota Balikpapan
– Pemenang Pilar Pre and Post-Crash Response : Kota Balikpapan

3. Kategori kabupaten dengan jumlah penduduk di atas satu Juta Jiwa :

– Pemenang Utama : Kabupaten Jepara
– Pemenang Pilar Safer Management : Kabupaten Jepara
– Pemenang Pilar Safer Road : Kabupaten Jepara
– Pemenang Pilar Safer Vehicle : Kabupaten Jepara
– Pemenang Pilar Safer User : Kabupaten Jepara
– Pemenang Pilar Pre and Post-Crash Response : Kabupaten Jepara

4. Kategori Kabupaten dengan Jumlah Penduduk di Bawah 1 Juta Jiwa :

– Pemenang Utama : Kabupaten Hulu Sungai Selatan
– Pemenang Pilar Safer Management : Kabupaten Hulu Sungai Selatan
– Pemenang Pilar Safer Road : Kabupaten Kudus
– Pemenang Pilar Safer Vehicle : Kabupaten Hulu Sungai Selatan
– Pemenang Pilar Safer User : Kabupaten Hulu Sungai Selatan
– Pemenang Pilar Pre and Post-Crash Response : Kabupaten Kudus.

5. Kategori Khusus

– Kota atau Kabupaten dengan Inovasi Terbaik dalam Program Tata Kelola Keselamatan Jalan : Kabupaten Kudus
– Kota atau Kabupaten dengan Peningkatan Indeks Total Keselamatan Jalan Terbaik : Kota Tanggerang.
(endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.