Mengungsi Itu, Menggembirakan

0
367

BALI, BisnisWisata.co.id,- BERUSAHA membuat ‘’mengungsi’’ itu tidak menyeramkan, tetapi menggembirakan, ungkap Ketut Witarka Yudiata, anggota masyarakat, relawan di Posko Sutasoma Sukawati, Gianyar Bali.  Dosen di sebuah perguruan tinggi di Bali ini bersama relawan menggelar sejumlah kegiatan bagi anak- anak, orang dewasa mau pun bagi kaum wanita.  Di Posko Sutasoma tersedia fasilitas bermain, fasilitas mejejahitan ( membuat perangkat upacara) bagi kaum wanita Bali yang Hindu.

Anak- anak bermain dengan gembira, kaum ibu, lansia dapat menenteramkan kegundahannya dengan merangkai canang, membuat ceper, tamas sembari bercengkerama satu dengan yang lain. Kami juga mendapat layanan hiburan dari artis pop Bali Ray Peni dan kawan- kawan, tuturnya.

Dalam pengamatan BisnisWisata.co.id di lapangan, masyarakat yang peduli AWAS Gunung Agung datang ke posko- posko pengungsian tidak sekadar membawa sumbangan dan menempatkan relawan di dapur- dapur umum. Mereka juga aktif memberikan hiburan, kegiatan bagi pengungsi dari menyanyi bersama, permainan teka- teki berhadiah, sampai berjoged bersama. Tidak hanya anak- anak yang terlibat, anak balita sampai yang lansia pun  ambil bagian.

Pengungsi lansia pun berjodet

Mengungsi, tidak mencerabut anak- anak dari dunia bermainnya. Bagi anak- anak pengungsi, bertemu dengan teman- teman seusia dari desa- desa berbeda adalah suasana menyenangkan. Kreativitas membuat permainan baru untuk mendapat teman baru dilakukannya, seperti anak- anak pengungsi di Balai Masyarakat Desa Tenganan Pegringsingan. Desa Bali Aga yang secara tradisi memiliki tatakelola “menerima” tamu dalam situasi aman mau pun khusus (bencana), telah mempersiapkan Balai Masyarakat untuk menerima pengungsi sejak 21 September lalu.

Aparat desa Tenganan Pegringsingan mempersiapkan Balai Masyarakat sebagai tempat menginap, perangkat desa juga mempersiapkan logistik bagi pengungsi dari kekayaan desa adat. Sehingga pengungsi dapat beristirahat dengan nyaman, anak- anak pun mencari kesibukannya sendiri.

Bermain sekaligus belajar

Data sementara jumlah pengungsi AWAS Gunung Agung per Minggu (24/9/2017) pukul 12.00 Wita tercatat 34.931 jiwa. Pengungsi tersebar di 238 titik pengungsian di sembilan kabupaten/kota di Bali. Bantuan dari berbagai pihak telah berdatangan,  BNPB pada Minggu pagi (24/9/2017) mengirimkan kembali bantuan seberat 14 ton menggunakan kargo dari Lanud Halim Perdanakusuma berupa lima unit sirine mobile iRADITIF Telehouse seberat lima ton, 50 tenda pengungsi, 300 tenda keluarga, 3.400 lembar selimut, 2.570 matras, alat komunikasi berupa radio codan, ACCU 1000, handy talky, genset portable dan alat SMS broadcast.

Alat komunikasi tersebut diperlukan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang informasi aktivitas gunung Agung dan upaya mandiri yang harus dilakukan. BNPB juga memasang rambu-rambu peringatan sebagai penanda  pemberitahuan jarak radius yang mudah dipahami masyarakat. Rambu dipasang di jalan-jalan sehingga masyarakat mengetahui posisinya dimana batas antara radius aman dan berbahaya. *Dwi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.