Mengikuti Upacara Tradisi Minum Teh Jepang

0
1198
Wanita Jepang (tuan rumah) mempersiapkan sajian teh. (Foto evi)

JAKARTA, Bisniswista.co.id: Upacara minum teh ala Jepang rupanya tidak semudah yang dibayangkan, tamu yang diundang pun tidak boleh langsung meminumnya ketika disuguhkan.

Belum lama ini Bisniswisata.co menjadi tamu yang dapat menikmati minum teh tradisi Jepang di acara simposium dan resepsi makan malam Proyek Pembinaan SDM di bidang pangan yang diselenggarakan Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (MAFF) Jepang dan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (14/1/15)

Upacara minum teh sendiri di Jepang merupakan ritual tradisional dalam menyajikan teh untuk tamu. Pada zaman dulu disebut chado atau chanoyu yang berkembang terutama dari pengaruh Buddhisme Zen.

Upacara minum teh bermula dari kebiasaan minum Matcha, yang merupakan teh hijau bubuk. Upacara minum teh digunakan mulai dari pertemuan informal hingga untuk acara resmi yang berlangsung beberapa jam.

Gaya penyajian upacara minum teh Jepang sangat berbeda, bergantung pada waktu dan musim. Penyajian dengan Kama (ketel besi) yang dipanaskan pada tungku biasanya dilakukan pada musim panas, sedang pada musim dingin, teh disajikan dalam perapian cekung (Ro).

Teh yang disajikan bisa encer atau kental, dengan hanya menggunakan daun teh berkualitas terbaik. Pada umumnya, teh yang digunakan adalah teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus.

Upacara dengan menggunakan teh matcha ini disebut matchadō, sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchadō.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum menikmati teh hijau yang baru saja dibuat tuan rumah. Dalam chanoyu, teh disajikan dengan cawan (mangkuk teh) yang biasanya memiliki motif di salah satu sisinya.

Wanita Jepang dengan berpakaian kimono pun membagikan para tamu sepotong kue manis. Dilanjutkan dengan memberikan teh.

Sepotong kue manis dibagikan kepada tamu sebelum minum teh. (Foto. evi)
Sepotong kue manis dibagikan kepada tamu sebelum minum teh. (Foto. evi)

“Jangan dimakan dulu kuenya, nanti setelah kami beritahu dan sudah siap untuk membagikan teh,” ujar salah satu wanita Jepang yang sedang membagikan sepotong kue manis tersebut.

Beberapa peserta (tamu) memang tampak sedikit bingung. “Aku kira kalau gak langsung dimakan kuenya takut dibilang tidak sopan, ternyata ada aturannya juga untuk makan sepotong kuenya,” ungkap lia kepada Bisniswisata.co.id menjelaskan.

Saat menerima cawan, tamu harus mengangkatnya dengan ketinggian sejajar mata. Lalu, diturunkan hingga sejajar dada dan putar dua kali cawan ke arah kanan agar gambar di cawan menghadap ke luar, bukan ke arah mulut.

Gerakan itupun juga harus diterapkan untuk cawan-cawan tidak bermotif.

Teh hijau dalam cawan tersebut harus dihabiskan sebagai tanda hormat. Setelah selesai minum teh, tamu dapat memperhatikan detil cawan, mulai dari motif hingga nama pembuat yang biasanya ada di bagian bawah cawan.

Teh diminum dengan sebelumnya melakukan gerakan memutar cawan dua kali. (Foto Evi)
Teh diminum dengan sebelumnya melakukan gerakan memutar cawan dua kali. (Foto Evi)

Selain itu baik cawan dan perlengkapan membuat teh merupakan barang yang sangat berharga.

Di akhir upacara ini, tuan rumah tetap menunjukkan sikap hormatnya, dengan memperlihatkan peralatan minum dan teh yang baru saja disuguhkan. Hal ini untuk meyakinkan tamunya bahwa yang terbaiklah yang disuguhkan.

Selama upacara minum teh berlangsung anda akan terkesan dengan filosofi masyarakat Jepang yang sangat menghormati tamu ini. Oleh karena itu bila diundang sebagai tamu secara formal dalam upacara minum teh, anda juga harus mempelajari tatakrama, kebiasaan, basa-basi, etiket minum, teh dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan. (evi)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.