Mengenaskan, 7 dari 10 Anak Indonesia Kurang Gizi Sarapan

0
755

TANGERANG, test.test.bisniswisata.co.id: Hasil penelitian ternyata 7 dari 10 atau sekitar 70 persen anak Indonesia kekurangan gizi sarapan, sehingga mempengaruhi kemampuan anak-anak untuk menangkap pelajaran bahkan beraktivitas fisik. Padahal, pentingnya sarapan sudah dipertegas dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 41/2015 tentang Pedoman Gizi Seimbang, dimana salah satu dari pesan dari 10 pesan Gizi Seimbang adalah : “Biasakan Sarapan”.

“Penelitian memang sangat mengenaskan karena sekitar 70 persen anak Indonesia kekurangan gizi saran. Hingga kini masih banyak anak-anak sarapan, namun sarapannya asal kenyang. Model sarapan yang begini yang salah, ” kata Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia pada kampanye Gerakan Nasional Sarapan Sehat Sebelum Jam 9 bersama Energen di Tangerang, Minggu kemarin.

Menurut Hardinsyah memberikan sarapan pada sebagian anak memang membutuhkan perjuangan yang cukup sulit. Karena ada anak-anak yang modelnya tidak suka makan dipagi hari. Belum lagi orangtua yang memang disibukkan dengan persiapan mau bekerja. Akibatnya menu sarapan yang disajikan asal mengenyangkan saja. Nasi goreng tanpa sayuran atau lauk, roti tawar tanpa susu atau kombinasi lainnya.

Sarapan seperti ini memang bisa memenuhi kebutuhan energi dipagi hari bagi anak. Tetapi kebutuhan lain akan zat protein, lemak, mineral tidak bisa terpenuhi. Karena itu pentingnya orangtua memilihkan menu sarapam pagi. Tentunya menu yang sederhana, disukai anak, rasanya enak, tetapi memenuhi segala kebutuhan zat yang diperlukan anak untuk aktivitas pagi hari di sekolah, lontarnya,

M.T Assyaukani, Brand Manager Energen menambahkan selain pentingnya sarapan dengan menu yang memiliki kelengkapan zat, penting juga diperhatikan jam untuk sarapan. Paling tepat kegiatan sarapan dilakukan sebelum jam 9 pagi. Banyak anak-anak yang sarapannya baru dilakukan pada jam istirahat pertama sekolah, skeitar jam 9 lewat, mereka mengalami rasa ngantuk, mudah lelah dan tidak konsentrasi dalam belajar. “Menu sarapan yang sehat dan memenuhi kebutuhan gizi anak lanjut Assyaukani harus memenuhi minimal karbohidrat, protein, lemak, vitamin-minarela dan air,” paparnya.

Karena itu dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan Nasional 2015, PERGIZI PANGAN Indonesia bersama Energen ingin mensosialisasikan pesan kementerian kesehatan ini melalui Gerakan Nasional Sarapan Sehat Sebelum Jam 9. Event puncak Gerakan Nasional Sarapan Sehat Sebelum Jam 9 akan diselenggarakan pada tanggal 29 November 2015 serentak di 4 kota: Tangerang, Semarang, Malang, dan Samarinda.

Event ini sendiri merupakan rangkaian dari acara yang sebelumnya telah diikuti oleh 25,000 peserta di 4 kota pula yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya dan Makasar yang sukses terselenggara pada bulan Maret silam. Event ini terdiri dari 4 acara utama yaitu: “Sarapan Sehat”, “Jalan Sehat”, “Edukasi Sarapan Sehat” (beserta cek status gizi gratis) dan diakhiri dengan “Komitment Sarapan Sehat”. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.