Mengejar Bebek Guling di D’Star Mas

0
944
Bebek guling ala D'Star, gurih, makin mantap disantap dengan sambal matah.

GIANYAR, BisnisWisata.co.id- Guling? Nanti dulu, guling satu ini halal bagi semua kalangan. Meski lokasi resto bar nya ada di Raya Mas, Kec. Ubud, Kab Gianyar yang identik dengan babi guling Bu Oka, guling yang ditawarkan D’star 100 persen halal, yaitu ‘’guling’’ bebek.

‘’Bebek guling, jadi pilihan utama bagi tamu dewasa. Bagi generasi mudanya memilih olahan barbeque, plus duck burger American style,’’ jelas Direktur D’Star Bar&Resto, Made Dana. Barbeque nya pun tidak bersaing dengan Jimbaran atau Kedonganan, yang ditawarkan pizza, rib, steak, sosis.
Menyiapkan bebek guling, tidak semudah mengunyahnya, seperti diketahui olahan dapur khas Bali adalah olahan dengan proses pemanasan lambat. ‘’Kita nyaris tidak bisa menggunakan bantuan alat masak berteknologi,’’ tegas Chef Wana.

Bumbu guling harus diulek, jika menggunakan blender, rasanya kurang mantap. Setelah dibalurkan pada bebek dan memasukkannya ke dalam perut bebek, proses akhirnya pun D’Star tetap dengan proses tradisional diungkep ala Bali,’’ jelasnya agar bumbu meresap ke dalam daging bebek. Bebek yang hendak diguling, dipilih bebek berumur dibawah 3 bulan, belum bertelur jika betina.
Meningkatnya permintaan olahan bebek, mendorong manajemen D’Star untuk melakukan upaya pendampingan peternak pembudidaya bebek di sekitar Kecamatan Ubud. ‘’Ada jaminan kualitas bebek yang digunakan, baik dari pakan sampai cara budidayanya,’’ jelas Dana. Pasalnya, kualitas makanan tidak hanya ditentukan dari cara dan proses pengolahannya, juga dari kualitas raw material, bagaimana – dalam hal ini unggas bebek — dipelihara, proses penyembelihan sampai ke dapur restoran.

Resto yang menjadi pusat hang out kaum mahasiswa seputar Ubud ini juga menawarkan minuman ringan khas D’Star, jus Sroni dari buah segar markisa yang tumbuh dihalaman. Layak saja jika padat kunjungan adalah jam makan siang dan tea time sore sampai tengah malam. Pelanggan resto yang mempekerjakan tujuh orang tukang masak di dapur, enam waiter/waitress, 60 persen wisatawan domestik, 40 persen mancanegara, ekspatriat yang sudah bermukim di Kec. Ubud dan sekitarnya.

Resto ditengah gallery kerajinan daur ulang ini, menampung lebih dari 400 tempat duduk. Untuk menyelenggarakan acara khusus resto ditata dengan kapasitas 15 meja. D’Star tidak saja ideal sebagai tempat makan siang makan malam keluarga atau tempat pertemuan dengan rekanan kerja bagi eksekutif muda. D’Star, juga menjadi pilihan untuk menyelenggarakan pesta ulang tahun, merayakan kelulusan/wisuda. ‘’Kami pun mengejar bebek guling ke D’Star sekaligus melihat kemungkinan pengambilan gambar pranikah, ungkap seorang guide dari sebuah BPW yang siang itu mengantar calon pengantin. (dwi/bisniswisata.co@gmail.com)