Mengasah Ketrampilan Sensorik dan Motorik Dalam Kemasan Ultah Florencia Amara

0
858

Florencia Amara di tengah keluarga dengan konsep ultah yang unik

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ruangan -ruangan di Mercantile Club, World Trade Center penuh hiasan balon dan pernak-pernik tokoh karakter film Minions yang bentuknya lonjong dan kuning seperti pisang dibalut celana biru.

Karakter Minions ini familiar karena dicirikan dari kacamatanya, ada yang bermata dua, dan ada yang satu. Kontan saja siapapun yang masuk ke ruangan mewah di lantai 18 Gedung World Trade Center 1 akan merasakan pengaruh dekorasi dengan warna dominan kuning-biru apalagi tamu-tamu juga mengenakan kostum dengan warna senada.

Minggu (27/11) Florencia Amara, putri pasangan Nuke Prabandari dan Abdin Turkman berulang tahun yang pertama. Sejak lahir Amara memang sudah mendapat perhatian keluarga karena lahir prematur.

Bayi prematur adalah bayi yang lahir kurang bulan menurut masa gestasinya (usia kehamilannya). Adapun usia kehamilan cukup bulan adalah sekitar 37-41 minggu. Namun Amara lahir pada kandungan ibundanya usia 30 minggu.

Itu sebabnya sejak lahir hampir dua bulan lamanya Amara tinggal di rumah sakit ibu dan anak di bilangan Kebayoran Baru untuk menguatkan perkembangan tubuhnya yang belum selesai saat di kandungan atau belum sempurna, termasuk organ-organ serta sistem pertahanan

Tetapi dengan penanganan  yang baik pada saat baru lahir, selama perawatan, dan setelah perawatan dirumah sakit secara kesinambungan, mendapat asupan yang baik, lingkungan keluarga yang mendukung membuat Amara tumbuh sehat seperti bayi normal lainnya.

Tidak heran sang bunda mengungkapkan rasa syukur dengan merayakannya dan membuat acara yang sarat edukasi bukan sekedar bekumpul dan potong kue ulangtahun.

“Memang dirancang tamu cilik usia 1-3 tahun selama 45 menit bermain dengan tiga guru dari KindyRoo, Sekolah sensory dan motoric skills dari australia,” kata Nuke Prabandari.

Anak-anak dan orangtua bermain dan belajar bersama.
Anak-anak dan orangtua bermain dan belajar bersama.

Begitu juga anak usia 6-10 tahun selama 45 menit juga bermain sambil belajar sehingga ketika menghadiri acara ulang tahun pulang membawa added value, tidak cuma nyanyi-nyanyi saja, potong kue, makan dan selesai.

Nuke mengemas acara agar anak-anak bermain, belajar bersama dan punya ikatan maupun aktivitas sosial bersama didampingi para guru pembimbing. Bayi prematur seperti Amara, memang membutuhkan ketrampilan motorik dan sensorik sejak usia dini.

Menurut American Academic of Pediatric tahun 1996, tumbuh kembang bayi prematur atau resiko tinggi secara longitudinal harus dipantau hingga ia berumur 7-10 tahun sehingga ke depan tumbuh kembangnya dapat berjalan normal.

“ Amara lahir prematur di usia kandungan 30 minggu karena saya terkena HELLP Syndrome, singkatan dari hemolysis, elevated liver enzyme levels and a low platelet count (hemolisis, peningkatan enzim hati dan jumlah trombosit yang rendah, adalah komplikasi obstetri) dimana tekanan darah saya mencapai 230/150, sehingga anak saya terpaksa dilahirkan prematur di usia kandungan 30 minggu tersebut,” jelasnya.

Makanya lahirnya Amara membuat pengalaman sebagai orangtua menjadi luar biasa apalagi setelah lama menanti kehadirannya. Lahirnya Amara mengubah hidup dan cara pandang terhadap kehidupan dan prioritas hidup.

Memiliki anak menberikan warna baru dan memiliki tanggung jawab yang lebih untuk memberikan yang terbaik untuk hidup Amara, baik secara finansial, pendidikan untuk masa depannya. Setiap bulan pertumbuhan dan perkembangannya dia perhatikan secara serius demi mendapatkan pertumbuhan yang baik begitu juga untuk pendidikannya.

Sebagai ibu baru dia banyak mempelajari berbagai hal terbaik yang bisa diterapkan untuk Amara di era modern seperti ini. “Saya tidak boleh memaksakan perkembangan Amara sama seperti milestone bayi-bayi lahir tepat bulan,” kata Nuke.

Namun tumbuh kembangnya ternyata mencengangkan karena terlahir dengan berat badan 1.3 kg tapi faktanya mematahkan mitos-mitos bayi prematur. Menyadari tentulah sangat susah Amara mengejar ke berat badan ( BB) anak normal, maka Nuke berupaya agar Amara dapat mengejar ketertinggalannya, termasuk kemampuannya.

“Saya terus menerus melatih dia dan lalukan pendampingan untuk bisa melewati milestone kemampuan sensory dan motoriknya setiap bulannya. Alhamdulillah Amara sehat dan BB juga naik dengan pesat sesuai target medis,” tambahnya.

florencia Amara bersama orangtuanya
florencia Amara bersama orangtuanya

Bijak dengan gadget

Banyak orangtua yang kini memper-kenalkan gadget ke anak bahkan diusia setahun. Padahal orangtua harus sangat hati-hati memberikan gadget apalagi berdalih agar anak tenang menonton dari gadget dan ibunya bisa beraktivitas sendiri.

Dia mengingatkan bahwa gadget sama sekali tidak menstimulasi anak. Banyak anak-anak sekarang yang terlalu diexpose dengan gadget sejak usia dini. Orang tua berpikir bahwa terdapat program-progran yang mendidik di dalam gadget tersebut.

Namun yang terjadi adalah banyak anak2 tersebut mengalami keterlambatan dalam berbicara, tidak dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan panca indera tidak terstimulasi dengan benar

“Terus terang teknologi banyak sekali membantu, kami sebagai orangtua baru dapat dengan mudah mengakses video pendidikan, namun saya mau putri saya tumbuh dan menghormati orang lain, bukan menjadi anak yang fokus terhladap dunianya sendiri dengan menonton TV atau gadget terus menerus,” jelasnya.

Dalam mendidik anak pihaknya menginginkan putrinya mendengarkan orang lain, bukan mendengarkan omongan dari TV / gadget lain. Jika terbiasa pegang gadget nantinya sosialisasi dengan temannya lemah.

Pendidikan Etika

Menurut dia sebetulnya pendidikan yang terpenting yang sudah hampir punah di era sekarang ini adalah pendidikan etika. Banyak orangtua bekerja yang tak mampu memiliki kehidupan yang berimbang terutama menyediakan waktu khusus dan rutin untuk memperhatikan tumbuh kembang anak baik secara lahir maupun batin.

“Saya bahagia dan bangga walaupuns saya adalah Ibu yang bekerja, namun perusahaan ditempat saya bekerja sangat menghormati seluruh pegawainya untuk memiliki kehidupan yang “balanced” dan bahwa keluarga adalah segalanya,” tambahnya.

Sebagai orangtua Nuke berharap kelak Amara bisa menjadi anak yang santun, memiliki budi pekerti baik, menghormati sesama, dan menjunjung tinggi kehormatan dirinya dan keluarganya.

Saat ini Amara mengikuti pendidikan yang menstimulasi otak kiri dan kanannya dan melatih koordinasi antara otak, mata dan panca indera lainnya.Selain itu kemampuan sosialisasi juga berkembang karena dibiasakan dibina di lingkungan belajar sejak dini bersama anak-anak seusia.

“Aktifitas ini menurut saya merupakan total concept, baik untuk tumbuh kembangnya, perkembangan kepribadiannya dan sosialnya,” kata Nuke meyakinkan. ( Hilda Ansariah Sabri).

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.