Mengasah Kecerdasan Visual Anak Indonesia Lewat Komik

0
1025

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Kemampuan menggambar sebagai sebuah kecerdasan visualisasi spasial, bukan hanya dibutuhkan untuk menghasilkan ilustrasi berkualitas, tapi juga memiliki kontribusi dalam melahirkan generasi dengan beragam profesi untuk menjadi penopang kekuatan pembangun bangsa.

Kepintaran visualisasi spasial anak akan membentuk mereka menjadi pribadi yang mampu memahami, memproses, dan berpikir dalam bentuk visual. Mereka memahami tata letak, arah dan posisi.

Menurut Howard Gardner, profesor pendidikan dari Harvard University, AS, dalam bukunya Multiple Intelligences, anak yang memiliki kepintaran visual mampu mengamati dunia spasial secara akurat bahkan membayangkan bentuk-bentuk geometri dan tiga dimensi serta kemampuan memvisualisasikan dengan grafik atau ide tata ruang.

Kata Gardner, anak dengan kecerdasan visualisasi spasial adalah pengamat dunia. Mereka peka terhadap tanda-tanda alam dan mengamatinya secara menyeluruh.

Sisi inilah yang juga menjadi kontribusi penerbit re:ON Comics, kompilasi komik karya komikus lokal, yang sudah menerbitkan kompilasi komik hingga volume 11 pada awal Januari 2015 lalu.

“Salah satu misi re:ON Comics adalah berkontribusi dalam perkembangan kecerdasan visualisasi spasial anak-anak Indonesia dan membantu mereka bukan hanya menjadi jago menggambar komik tapi juga membangun generasi yang memiliki kecerdasan visual sekaligus juga kemampuan bercerita yang baik,” ujar salah seorang pendiri re:ON Comics, Yudha Negara Nyoman di Jakarta, Jumat (30/1/15).

1A-5Kontribusi ini dapat dilihat dari porsi yang diberikan re:ON di dalam setiap volume dengan mengedepankan pembelajaran mengenai teknik membuat komik, menyediakan wadah untuk pemuatan naskah kiriman pembaca, menggelar berbagai lomba menggambar komik, hingga memberikan dukungan langsung bagi para komikus di daerah yang memiliki berbagai keterbatasan sehingga karyanya bisa dinikmati banyak orang.

Yudha mengatakan,“Kami sangat terharu ketika menemukan banyak anak terutama di daerah luar pulau Jawa yang untuk menggambar saja harus berjuang keras karena lampu tidak ada atau listrik yang sering padam”.

“Selain itu, peralatan yang mereka gunakan pun seringkali jauh dari memadai.Tapi setelah melihat karya mereka memiliki potensi luar biasa,kami merasa memiliki tanggungjawab moral untuk membantu mengasah mereka agar dapat merealisasikan potensi mereka menjadi suatu karya nyata yang profesional,” tambah Andik.

re:ON Comics yang menjalin bekerja sama dengan PT Datascrip selaku authorized distributor Wacom di Indonesia terus berkomitmen untuk senantiasa mendukung perkembangan industri kreatif di Indonesia antara lain dengan memberikan wadah dan kesempatan bagi generasi muda menuangkan kreativitas mereka melalui kompetisi komik yang diselenggarakan di tingkat siswa sekolah dan mahasiswa.

Diharapkan kompetisi ini dapat mengasah kreativitas serta membuka peluang untuk berkarya secara profesional bukan hanya di tingkat nasional saja melainkan juga di tingkat internasional.

re:ON Comics, menurut Yudha selain dikelola oleh para profesional tapi terutama juga oleh mereka yang memiliki passion dalam memajukan industri kreatif Indonesia khususnya di bidang perkomikan yang dulu sempat jaya di era tahun 70an.

Selain Yudha, dua pendiri re:ON lainnya adalah komikus Chris Lie, yang juga merangkapeditor in-chief; dan Andik Prayogo sebagai creative director. (evi)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.