Menebar Asa Pada Masa Depan Kepulauan Seribu Dan Kesejahteraan Warganya

0
795
Kapal cepat, transportasi untuk mencapai pulau-pulau kecil di Kepulauan Seribu. ( foto: Hilda Ansariah Sabri)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Mendengar nama Kepulauan Seribu atau Pulau Seribu, tentunya bukan sesuatu yang asing bagi warga Jakarta meskipun banyak pula yang melupakan keberadaannya bahwa lokasinya hanya 45 Km di Utara Jakarta. Untunglah Presiden Joko Widodo menjadikan Kepulauan Seribu sebagai satu dari sepuluh destinasi wisata prioritas 2016 yang akan dikembangkan .

pesona-indonesia_update-22novKe depan sulit untuk melupakan keberadaan kepulauan ini dengan fasilitas barunya untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara tentunya, sebagai ‘Bali’ baru yang patut dikunjungi seperti Pulau Dewata yang setiap saat bisa dikunjungi wisatawan.

Sebelumnya wilayah Kepulauan Seribu merupakan salah satu kecamatan dikota Administrasi Jakarta Utara. Kini kawasan di Teluk Jakarta ini menjadi Kabupaten Kepulauan Seribu, sebuah kabupaten administrasi di Daerah Khusus Ibukota Jakarta dimana pusat pemerintahan kabupaten ini terletak di Pulau Pramuka yang mulai difungsikan sejak tahun 2003. Meski namanya Kepulauan Seribu jumlah pulaunya hanya mencapai 110 pulau dengan luas mencapai sebelas kali luas daratan Jakarta

Di wilayah ini terdapat dua Kecamatan yaitu Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan dan Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Jumlah penduduknya sekitar 20.000 jiwa yang tersebar di sebelas pulau-pulau kecil berpenghuni. Kesebelas pulau tersebut di antaranya Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Lancang, Pulau Tidung Besar, Pulau Tidung Kecil, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Harapan, Pulau Kelapa, Pulau Kelapa Dua dan Pulau Sebira.

Di kabupaten ini terdapat pula sebuah zona konservasi berupa Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKS) yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 162/Kpts-II/1995 dan No. 6310/Kpts-II/2002 yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, Departemen Kehutanan.

Luas wilayah konservasi 107.489 hektare dengan sekitar 44 buah pulau termasuk ke dalam taman nasional. Pulau-pulau yang terdapat di Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu merupakan tempat ideal untuk snorkeling, berenang dan menyelam. Pulau-pulau yang menjadi tujuan para penyelam a.l Pulau Kotok, Pulau Papa Theo, Pulau Peniki, Pulau Matahari, Pulau Gosong, Pulau Semak Daun dan Pulau Pantara.

Kepulauan Seribu juga memiliki pulau yang ditunjuk sebagai pulau suaka alam seperti Pulau Rambut yang popular dengan kegiatan bird watching dan Pulau Onrust sebagai pulau cagar budaya. Pulau Onrust sudah terkenal sejak tahun 1618 saat Belanda menjadikannya sebagai basis penting yang selalu dikunjungi kapal-kapal Belanda sebelum menuju Batavia.

Di dalam pulau ini terdapat banyak peninggalan arkeologi pada masa kolonial Belanda dan juga sebuah rumah yang masih utuh dan dijadikan Museum Pulau Onrust. Pada masa pendudukan Jepang, pulau ini sempat dijadikan tempat penahanan criminal dan pernah dijadikan rumah karantina bagi penderita penyakit menular.

Kapten James T Cook, penjelajah dan navigator Inggris pernah singgah di Pulau Onrust pada 1770. Dia mengadakan tiga perjalanan ke Samudra Pasifik dan berhasil menentukan garis-garis pantai utamanya dan juga membuat peta.
Pulau Kelor juga dijadikan sebagai benteng pertahanan untuk menghalau serangan tentara Portugis. Salah satu peninggalan Belanda yang masih ada di pulau ini, yaitu Benteng Martello sehingga Kepulauan Seribu juga memiliki potensi wisata sejarah karena telah dijadikan benteng dan pelabuhan oleh pemerintah kolonial Belanda.

Sebagai zona konservasi Kawasan TNKS juga merupakan habitat bagi penyu sisik (Eretmochelys imbricata) yang dilindungi, dan keberadaannya sudah semakin langka. Dalam upaya pelestarian satwa ini, selain dilakukan perlindungan terhadap tempat-tempat penelurannya. Hewan ini dapat hidup hingga puluhan tahun, termasuk hewan yang memiliki umur panjang selain itu memiliki kulit yang unik dengan sisik-sisik yang tebal.

Di Pulau Sepa dan Pulau Pramuka sangat terkenal dengan penangkaran penyu sisiknya. Disinalah penyu-penyu sisik tersebut dipelihara dan dijaga kelestariannya. Para pengunjung bisa melihat atau bahkan menyentuh penyu sisik tersebut secara langsung. Selain itu kita akan mempelajari dengan langsung bagaimana cara pemeliharaan penyu mulai dari anak sampai dilepas ke laut.

Pengembangan wilayah kabupaten Kepulauan Seribu ini lebih ditekankan pada pengembangan budidaya laut dan pariwisata. Pada hari-hari kerja kesibukan terkonsentrasi di Pulau Pramuka sebagai pusat pemerintahannya yang sudah dilengkapi dengan jasa pelayanan masyarakat dan transportasi, pelayanan pos & giro, jasa telekomunikasi, listrik, air bersih, klinik kesehatan, keamanan, hingga pasar & instansi keuangan.

Sejumlah pulau-pulau wisata yang ada juga yang disibukkan dengan kegiatan Meeting Incentive Conference and Exhibition ( MICE) pada hari-hari kerja, meskipun belum optimal dan sangat tergantung dari pola jemput bola dari para pemilik pulau dalam memasarkan fasilitasnya.

Kepulauan Seribu memiliki 110 pulau, 60 pulau milik pribadi (private), 11 pulau milik penduduk dan 39 pulau milik pemerintah.Pulau-pulau dengan resort-resort mewah a.l Pulau Macan, Pulau Matahari dan Pulau Pantara. Sementara pulau-pulau lainnya yang digandrungi untuk menghabiskan week-end a.l Pulau Ayer , Pulau Sepa, Pulau Putri, Pulau Tidung dan Pulau Bidadari.

Aktivitas wisatawan mancenegara di sebuah pantai. Kepulauan Seribu disiapkan sebagai 'Bali" barudi wilayah DKI Jakarta. ( foto: HAS)
Aktivitas wisatawan mancenegara di sebuah pantai. Kepulauan Seribu disiapkan sebagai ‘Bali” barudi wilayah DKI Jakarta. ( foto: HAS)

Akses ke Kepulauan Seribu

Marina Ancol Jakarta adalah dermaga kapal untuk keberangkatan ke Kepulauan Seribu yang terletak di dalam kawasan hiburan Taman Impian Jaya Ancol yang buka 24 jam, tepatnya berada di belakang area Dunia Fantasi. Jika datang pada hari Senin pagi maka di dermaga Marina ini dipenuhi oleh para pegawai negri sipil ( PNS) memakai batik seragam Korpri berwarna biru siap berangkat ke tempat tugasnya masing-masing. Banyak PNS yang justu tinggal di Ibukota bahkan di kawasan Bogor.

Dermaga Marina ini mempunyai 23 pintu yang lokasinya ber-urutan dari dermaga nomor satu yang berada dekat dengan jembatan (pompa bensin satu-satunya di Taman Impian Jaya Ancol) hingga ke dermaga nomor 23 yang berada di ujung pantai Marina Ancol.

Nomor-nomor dermaga berkaitan dengan pulau tujuan terpampang didinding dermaga  kapal-kapal cepat yang biasanya milik para pengelola resort. Biasanya mulai berangkat pada pagi hari jam 08.00 dan waktu tempuh dari Marina Ancol sekitar 45 menit – 2 jam tergantung pulau tujuan dan kondisi cuaca pada saat itu.

Selain dari Marina, pengunjung juga bisa naik kapal dari dermaga tradisional Muara Angke yang terletak persis di belakang pasar ikan Muara Angke. Setiap hari sekitar jam 07.00 pagi, ada beberapa kapal motor penumpang (KMP) yang terbuat dari kayu yang melayani rute Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Pramuka, Pulau Harapan dan pulau Kelapa dengan biaya sekitar Rp. 35.000 – 45.000 perorang tergantung pulau tujuan.

Kekurangannya, karena kapal motor ini merupakan moda transportasi tradisional, maka dibutuhkan waktu perjalanan yang agak lama, sekitar 2,5 – 4 jam untuk mencapai pulau-pulau tujuan. Sebaiknya datang pagi-pagi sekali agar mendapatkan tempat duduk yang nyaman di kapal karena banyaknya penumpang umum yang memanfaatkan jasa kapal-kapal motor ini.

Pilihan lainnya naik dari pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Meski sama-sama di Muara Angke namun pelabuhan ini berada di lokasi yang berbeda. Letak pelabuhan ini persis berada di ujung jalan setelah tempat penjemuran ikan asin. Pelabuhan ini cukup nyaman, bersih dan tidak mengeluarkan bau seperti dermaga Muara Angke.

Untuk akomodasi di resort hotel dengan berbagai fasilitas yang lengkap dan kenyamanan maka pengunjungnya harus merogoh kantong agak dalam, rata-rata untuk sekali kunjungan 2 hari 1 malam harus mengeluarkan biaya Rp. 1,5 juta keatas.

Sementara bila ingin liburan murah meriah, berbaur dengan masyarakat dan menikmati suasana kehidupan pulau, dapat memilih menginap di rumah-rumah penduduk yang telah direnovasi menjadi homestay, seperti pulau Pramuka yang memiliki sedikitnya 20 homestay seperti Adam, Agil Utama, Della, Dolphine, Dua Putri, Erlangga, Kedaton, Mutiara, Tunggal Utama, Wisma Safir.

Di Pulau Tidung ada penginapan atau homestay Ghina Losmen, Fahri dan Angga dan di Pulau Harapan ada homestay Anggrek, Mawar, Hevik dan Melati. Homestay milik penduduk di berbagai pulau ini cukup bersih dan telah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, seperti pendingin udara (AC), televisi, kipas angin, bahkan beberapa diantaranya telah dilengkapi dengan closet duduk dan kamar mandi yang nyaman.

Olahraga air dan rekreasi menjadi kegiatan yang mendominasi aktivitas pengunjung yang melewatkan liburan di kepualauan ini. Bagi pecinta fotografi maka saat matahari muncul (sunrise) dan saat tenggelam (sunset) menjadi momen hunting yang penting saat cuaca cerah.

Kepulauan Seribu juga kerap dijadikan destinasi memancing oleh komunitas dan para pehobi mancing. Banyak pula komunitas masyarakat yang menjadikan Kepulauan Seribu sebagai obyek Ekowisata, suatu konsep wisata yang berwawasan lingkungan dengan menekankan kepada aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya dan ekonomi masyarakat lokal, serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

Sebagai contoh, masyarakat pulau pari secara swadaya memelihara dan menjaga lingkungan huniannya. Di pulau Tidung, pengunjung bisa terlibat langsung dalam pelestarian lingkungan pantai dengan menanam pohon bakau di lokasi yang telah ditentukan.

Keberadaan hutan bakau ini selain mencegah erosi dan abrasi pantai memberikan sumber ekonomi bagi masyarakat karena beberapa jenis hewan laut seperti ikan, udang, kepiting dan siput juga banyak tinggal didaerah ini.
Masyarakat nelayanpun kini banyak yang sudah merenovasi rumah dan dijadikan homestay. Dengan konsep ekowisata, ibu-ibu di kepulauan seribu bisa mendapatkan tambahan penghasilan dengan mengelola homestay dan menyediakan aneka kuliner bagi para pengunjung.( Hilda Ansariah Sabri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.