Memprihatinkan, Destinasi Wisata Danau Maninjau Tercemar

0
939
Danau Maninjau Sumbar

LUBUK BASUNG, bisniswisata.co.id: Destinasi wisata Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar), kini tercemar berat karena ketebalan sedimen pakan ikan di dasar danau vulkanis itu mencapai 50 juta meter kubik.

“Hal ini berdasarkan data yang kita peroleh dari Balai Wilayah Sungai Sumatera V Kementerian Pekerja Umum,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Agam, Yulnasri saat pertemuan dengan Forum Masyarakat Adat Salingka Danau Maninjau (FMASDM) di Lubuk Basung, Selasa (24/1/2017).

Untuk pengerukan sedimen ini, Pemkab Agam meminta bantuan kepada pemerintah pusat, karena biaya yang dibutuhkan untuk pengadaan mesin penyedot sangat besar. Sementara APBD Agam terbatas. “Pada tahun ini, kami menganggarkan dana sekitar Rp400 juta untuk biaya operasional untuk 10 orang anggota Satgas dan membeli speed boat,” ujarnya.

Sebelumnya pada Jumat (20/1), bupati dan wakil bupati telah melakukan pertemuan dengan Wakil Mentri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, untuk membahas penyelamatan Danau Maninjau ini. Pada pertemuan itu, Kementerian ESDM akan membantu teknologi penyedotan sedimen tersebut. “Kami berharap pengerukan sedimen ini segera dilakukan agar kondisi air danau vulkanis ini membaik,” katanya.

Ia mengimbau pembudidaya ikan agar tidak melakukan aktivitas untuk sementara waktu, sehingga jumlah sedimen tidak bertambah. “Ini yang kami harapkan kepada pembudidaya ikan dan kita mohon dukungan mereka,” katanya sambil menambahkan Sedimen di dasar danau vulkanis ini akibat pertumbuhan keramba jaring apung sangat pesat. Saat ini jumlah keramba jaring apung sekitar 17.226 petak. Daya tampung diatur Perda Nomor 5 tahun 2014 tentang Pengolahan Kelestarian Danau Maninjau hanya 6.000 petak.

Dari kebiasaan pembudidaya ikan, ujarnya, mereka memberikan pakan ikan terlalu banyak sehingga pakan ikan ini mengendap di dasar danau. “Tidak seluruh pakan dimakan ikan dan sebagian mengendap ke dasar danau,” ungkapnya seperti dilansir laman Antara.

Tercatat ada 5 Tempat Wisata di Danau Maninjau yang bisa dikunjungi

01. Tempat Wisata Kelok 44
Untuk bisa sampai ke danau maninjau ini, kita akan menempuh perjalanan darat, yang dimulai dari arah bukittinggi menelusuri jalan berkelok-kelok yang lebih akrab dengan nama kelok 44. Disini kita akan merasakan sensasi perjalanan yang menguji adrenalin, tapi tenang saja selama perjalanan yang rumit ini, kita akan disuguhkan pemandangan yang luar bisa cantiknya mulai dari Tempat Wisata Alam Ambun Tanai sampai ke Maninjau. Sepanjang perjalan anda akan melihat hamparan hijau bukit yang memanjakan mata anda dan juga sawah-sawah serta deretan kendaraan yang berbaris menelusuri kelok 44. Luar biasa cantiknya.

02. Taman Wisata Muko-Muko Dekat PLTA Danau Maninjau
Taman Wisata Muko – Muko Di dekat PLTA Maninjau disini kita beristrahat sejenak sambil menikmati pemandangan alam di sekitar taman Taman cantik ini, bagian terpenting juga dari wisata kita ke danau maninjau, kita bisa istirahat menenangkan fikiran sambil menikmati hembusan angin yang sejuk dan melihat bunga-bunga cantik yang ada ditaman. Tempat ini berada ditepian danau maninjau dekat PLTA, pesona taman cantik ini juga dilengkapi dengan fasilitas tempat ibadah dan tempat bermain anak.

03. Objek Wisata Danau Maninjau
Danau Maninjau terbentuk dari letusan Gununung Merapi yang kedalamannya mencapai 495 meter menjadikan danau ini menjadi danau terbesar ke-2 di sumatera barat Danau maninjau inilah objek wisata yang paling menonjol di kabupaten Agam ini, Danau ini terbentuk dari letusan Gununung Merapi yang kedalamannya mencapai 495 meter dengan ketinggian 461,5 meter dengan luas hampir 99,5 km per segi yang mengukuhkan namanya sebagai danau tersebar ke-2 di Sumatera Barat. Keindahan Danau Maninjau ini sangat khas, tidak kalah dari danau-danau romantis yang ada dinegara ginseng korea selatan.

04. Museum Buya Hamka Maninjau
Pada era tahun 2000 bangunan ini di renovasi oleh Gubernur Sumbar dan menjadikannya sebagai museum dengan mempertahankan bentuk aslinya Museum ini aslinya adalah rumah dari H. Abdul Malik Karim Abdullah kita kenal sekarang buya hamka dan dirumah inilah buya lahir. Rumah milik nenek buya kita ini, hampir saja musnah pada masa kependudukan jepang di indonesia. Museum ini tidak jauh dari tepian Danau Maninjau lebih tepatnya terlatak di Nagari Sungai Batang, Kecamatan tanjung Raya.

05. Wisata Kuliner Durian di Kota Malintang
Ada tradisi unik yang disebut dengan BALANGGE uniknya disini anda bisa menikmati durian yang langsung jatuh dari pohonya Masih ditepi Danau Maninjau, lokasinya dikaki bukit Barisan kabupaten Agam. Desa disini masih menjunjung tinggi tradisi nenek moyang mereka. Tradisi ini secara garis besar bertujuan agar tidak terjadi konflik antara orang yang punya kebun durian dengan yang tidak memiliki kebun durian. Sehingga menghindarkan terjadinya pencurian, dimana tradisi ini dikenal dengan BALANGGE yaitu bagi warga yang tidak memiliki kebun durian boleh memungut durian milik kebun orang lain dengan syarat, hanya boleh mengambil durian yang telah jatuh dan hanya pada jam 04.00 hingga 06.00 WIB subuh.

Setelah itu tidak diperbolehkan lagi, waktu yang sebentar itulah yang dimanfaatkan oleh warga yang tidak punya kebun untuk menikmati hasil durian. Sehingga tidak terjadi lagi kasus pencurian buah dikebun durian dan pohon durian tetap awet karena pohon durian juga tidak boleh ditebang. Untuk anda para pencinta durian, disinilah tempat yang tepat menikmati durian karena durian disini original jatuh langsung dari pohon. Durian yang jatuh dari pohon pasti durian yang sudah matang sehingga rasa dan aromanya nikmat sekali. (*/BBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.