Membahayakan Wisatawan, Tebing Objek Wisata Pura Uluwatu Retak

0
1626
Pura Leluhur Uluwatu Bali (Foto:Donot6_studio/Shutterstock.com)

BADUNG, Bisniswisata.co.id: Tebing Pura Leluhur Uluwatu di wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung Bali, retak. Keretakan Pura sebagai objek Wisata sekaligus tempat bersembahyang umat Hindu Bali ini, berpotensi sangat membahayakan yang dikhawatirkan akan longsor ke laut.

Untuk mengantisipasi tebing pura ambrol, Dinas PUPR Pemkab Badung mengucurkan dana sebesar Rp25 miliar untuk memperkuat dinding tebing yang mengalami keretakan. Rencananya akan dibuat tembok pembatas di objek wisata Pura Luhur Uluwatu selama proses pembuatan instalasi tersebut.

Dinas PUPR terpaksa merogoh anggaran hingga miliaran rupiah karen keretakan tebing sudah berlangsung lama. Bahkan, retakan yang saat ini terpantau lebih lebar dari laporan sebelumnya. “Kajian sudah selesai. Kami segera lapor pimpinan untuk penganggarannya,” kata Kepala Dinas PUPR Ida Bagus Surya Suamba, Sabtu (16/09/2017).

Pemkab bakal mengeratkan tebing Pura Uluwatu dengan metode injeksi. Diperkirakan instalasi ini bertahan hingga setengah abad. “Ini metode baru, sebab lazimnya metode suntik dilakukan di luar negeri,” jelasnya seperti dilansir laman Metrotvnews.com.

Tebing atau jurang Uluwatu terletak di sebelah Barat Daya Pulau Bali untuk mencapainya tidak susah. Jika dari Kuta, arahkan kendaraan menuju daerah Jimbaran, lurus saja, ikuti jalan utama. Pada satu titik, Anda akan tahu sendiri telah sampai di Desa Pecatu yang asri. Sebuah desa yang berdiri di atas hamparan tebing tinggi dan curam.

Tebing Uluwatu tingginya sekira 70 meter di atas permukaan air laut. Dari ketinggian ini wisatawan dapat menikmati lansekap alam yang indah serta pertunjukkan seni budaya yang memukau. Sebuah fragmen kehidupan yang diambil dari kisah Ramayana dibalur dengan tari kecak selalu mencuri perhatian.

Di Tebing Uluwatu, kisah cinta dan pengorbanan itu dilatarbelakangi matahari yang perlahan tenggelam. Selain lansekap alam yang memesona, hutan larangan yang dipenuhi kera, wisatawan dapat mengelilingi pura yang berdiri di atas tebing karang yang menjorok ke lautan.

Bagi umat Hindu Bali, Pura Uluwatu merupakan pura yang menjaga sendi-sendi kehidupan (sad kahyangan) di Bali. Di pura ini bersemayam Dewa “Sang Hyang Bhatara” Siwa Rudra, dewa yang memancarkan energi spiritual untuk menciptakan, memelihara dan meniadakan.

Dari tebing bisa menyaksikan dan mendengar deburan ombak yang selalu menghantam batu karang. Begitu langit berubah warna menjadi jingga, tempat ini semakin indah saja. Di sinilah hamparan alam yang memesona. Memang di tebing Uluwatu, wisatawan datang untuk bersenang-senang, sementara umat Hindu Bali untuk bersembahyang. (*/BBS)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.