Melonjak, Turis Pengguna Smartphone Mengorganisir Wisata ke Indonesia

0
701

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: INDONESIA menduduki posisi keempat sebagai negara dengan wisatawan paling banyak menggunakan smartphone untuk mengorganisir perjalanan wisata. Demikian hasil penelitian TripBarometer Connected Traveler oleh badan penelitian mandiri Ipsos dan melaporkan lebih dari 44.000 respon global dari wisatawan dan sektor perhotelan.

Laporan penelitian itu, menyebutkan Indonesia dan Brazil memiliki jumlah wisatawan pengguna smartphone (connected traveler) terbanyak ketiga dan keempat dengan 59% dari negara-negara yang disurvei TripBarometer. Urutan pertama ditempati China, kedua Thailand sebanyak 65%.

Wisatawan pengguna smartphone asal Thailand dan China memimpin tren, dengan 65% wisatawan Thailand dan responden Tiongkok diidentifikasikan sebagai Connected Traveler. Dan Indonesia (serta Brazil) memiliki jumlah connected traveler terbanyak kedua dengan 59% dari negara-negara yang disurvei TripBarometer.

Connected Traveler adalah mereka yang pernah menggunakan ponsel cerdas untuk membuat perencanaan perjalanan atau melakukan pemesanan dan memberikan informasi mendalam mengenai kebiasaan dan perilaku mereka.

Saat ini dan waktu mendatang diperkirakan penggunaan smartphone terus meningkat di seluruh bagian perjalanan wisatawan. 45% dari Connected Travelers biasanya menggunakan smartphone atau ponsel cerdas mereka untuk melakukan pemesanan perjalanan, hampir ¾ dari Connected Traveler (72%) menggunakan ponsel cerdas mereka untuk mencari restoran saat berlibur dan 1/3 dari Connected Traveler (34%) menginginkan akomodasi mereka menawarkan check-in mobile.

Aplikasi mobile nyatanya semakin populer sebagai channel pemesanan. Jumlah orang yang menggunakan aplikasi mobile untuk memesan akomodasi meningkat dua kali lipat dari tahun ke tahun. Tahun 2014, 4% responden TripAdvisor memesan akomodasi mereka menggunakan channel aplikasi mobile – jumlah ini meningkat hingga 8% tahun ini. Dan untuk segmen Connected Traveler ada peningkatan sebesar 11%.

Connected Traveler lebih mungkin membawa ponsel cerdas mereka selama liburan untuk mengorganisir perjalanan mereka dengan lebih efisien (44%) dan memesan akomodasi dalam perjalanan (37%).

Mereka juga lebih mungkin dibandingkan wisatawan biasa untuk menggunakan ponsel cerdas mereka untuk melakukan penelitian perjalanan saat berada di tujuan liburan: 72% dari Connected Traveler menggunakan perangkat mobile mereka untuk mencari restoran, 67% untuk menemukan aktivitas yang bisa dilakukan dan 64% menggunakannya untuk membaca review.

Mereka yang melakukan pemesanan melalui aplikasi mobile adalah pengguna tetap, dengan satu dari empat (24%) mengatakan bahwa mereka biasanya melakukan pemesanan dengan cara ini. Satu dari lima Connected Traveler berkata mereka melakukan pemesanan melalui aplikasi mobile karena lebih mudah atau cepat diakses, dan 29% merasa mereka dapat harga yang lebih baik.

Methodologi penelitian TripBarometer oleh TripAdvisor dilakukan berdasarkan survei online dari tanggal 16 Januari – 2 Februari 2015 yang dilaksanakan oleh Ipsos, firma penelitian dunia. 44.277 interview dilakukan di 32 pasar dalam 7 wilayah.

Sampel terdiri dari 34.016 konsumen yang merupakan pengguna situs TripAdvisor dan panelis online Ipsos yang memilih untuk ambil bagian dalam survei dan telah melakukan penelitian rencana perjalanan online tahun lalu, dan 10.261 representatif dari akomodasi properti yang menggunakan layanan marketing gratis, menjadikannya survei akomodasi dan wisatawan terbesar di dunia.

Data survei konsumer diukur untuk merepresentasikan profil yang dikenal dalam populasi online, untuk menjaganya sejalan dengan gelombang sebelumnya dari TripBarometer. Penghitungan yang sama juga diaplikasikan di tingkat negara untuk survei bisnis.

Inilah hasil survei:
01. Thailand – 65%
02. China – 65%
03. Brazil – 59%
04. Indonesia – 59%
05. Malaysia- 53%
06. Spain – 52%
07. Italy – 49%
08. U.S. – 48%
09. India – 47%
10 Australia – 47%
(redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.