Melihat Benteng Fort Oranje Terbesar di Ternate

0
3335
Taman Benteng Fort Orange. foto evi

TERNATE, test.test.bisniswisata.co.id: Kota Ternate selain dikenal sebagai penghasil rempah-rempah terbaik juga dikenal sebagai Kota Benteng, seperti Benteng Toloko, Benteng Fort Oranje (Orange), Benteng Kalamata serta Benteng Kota Janji.

Kota yang berada di kaki gunung berapi aktif Gamalama ini terdapat banyak benteng peninggalan bangsa Eropa, bahkan jarak antara benteng yang satu dengan benteng lainnya pun ada yang kurang dari 500 meter.

“Saat ini Kota Ternate sedang giat-giatnya merevitalisasi benteng-benteng yang berada di kota Ternate dengan tidak mengurangi nilai sejarahnya dari benteng-benteng tersebut,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Ternate, Anas, SPd, Mpar.

Dan salah satu benteng yang sementara dalam proses revitalisasi dan hampir rampung adalah benteng Fort Oranje (Orange) di kawasan pusat kota, Kelurahan Gamalama.

Taman Benteng Fort Oranje merupakan satu dari sekian ruang publik di kota Ternate yang banyak dikunjungi masyarakat kota Ternate, mengingat taman ini cukup luas dan memiliki sejarah, serta dapat mengambil gambar yang menarik.

Tak jarang setiap petang, warga kota Ternate menghabiskan waktu bersama keluarga menikmati suasana nyaman dan indahnya taman benteng Fort Oranje yang dilindungi undang-undang Benda Cagar Budaya no. 5 Tahun 1922 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Maluku Utara.

Lonceng yang berada di bagian atas Fort Oranje. Foto evi
Lonceng yang berada di bagian atas Fort Oranje. Foto evi

Benteng Fort Oranje merupakan benteng terbesar yang berada di kota Ternate yang dibangun oleh Laksamana VOC bernama Cornelis Matelieff de Jonge pada tahun 1607 di bekas lahan Benteng Melayu milik Kesultanan Ternate yang dihancurkan oleh bangsa Spanyol.

Pembangunan benteng Fort Oranje tersebut sebagai bentuk terimakasih Sultan Ternate kepada Laksamanan Cornelis Matelieff de Jonge karena telah membantu Sultan Ternate berhasil mengusir bangsa Spanyol dari daerah Kesultanan Ternate ketika itu.

Selain lonceng besar, meriam, di tempat ini pengunjung dapat melihat pemandangan dari atas benteng Fort Oranje.

Suasana Benteng Fort Oranje yang tampak dalam perbaikan. Foto. evi
Suasana Benteng Fort Oranje yang tampak dalam perbaikan. Foto. evi

Pada awal pembangunan benteng Fort Oranje ketika itu masih bernama benteng Melayu sebagaimana nama benteng sebelumnya, baru pada dua tahun kemudian tepatnya pada tahun 1609, nama benteng Melayu diubah menjadi benteng Fort Oranje (Orange) oleh penguasa Belanda pertama di Maluku, Paulus van Carden.

Lalu pada tanggal 17 Februari 1613, saat Pieter Both diangkat menjadi Gubernur Jenderal VOC pertama, pada saat itu juga kota Ternate sangat berperan dan benteng Fort Oranje menjadi tempat Dewan Hindia Belanda menyelenggarakan pemerintahannya. Pieter Both dan beberapa Gubernur Jenderal setelahnya pernah tinggal di benteng ini. (evi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here