Matrix Tranceformation, Peluang Wisata Medis Yang Patut Diperhitungkan

0
856
Coach Awie Suwandi ( berdiri baju hitam) bersama peserta pelatihan Matrix Tranceformation (foto: Hilda Sabri Sulistyo)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Bukan sulap bukan sihir, kekuatan seseorang bisa tiba-tiba menjadi super cukup dengan berkonsentrasi dan mempraktekkan tekhnik sugesti dalam dirinya maka seorang ibu tiga anak yang berdiri di depan kelas meski tubuhnya di dorong oleh empat orang tetap tegak tidak beranjak dari tempatnya.

Awie Suwandi yang beridiri di depan kelas sebagai coach pelatihan Matrix Tranceformation mengatakan bahwa seorang anak kecilpun dapat melakukan hal serupa seperti halnya orangtua atau orang dewasa lainnya karena tekhnik sugesti yang dipelajari memang dari energi dalam tubuhnya sendiri.

Jika seseorang mampu memanfaatkan energi positif dalam dirinya maka kekuatan akan terkumpul dengan sendirinya sehingga tubuh ibu yang tidak lain adalah diri saya sendiri dapat memiliki kekuatan super.

Menurut Awie, hasil riset dari David R. Hawkins, seorang psychiatrist dan consciousness researcher menunjukkan bahwa kekuatan seseorang itu tergantung pada kualitas emosi yang dimilikinya.

“Emosi negatif memiliki power  atau kekuatan yang rendah dan sebaliknya emosi positif memiliki power yang kuat. Power yang kuat inilah yang bisa dimanfaatkan untuk apa saja seperti self healing ( menyembuhkan diri sendiri), untuk pengembangan diri, kharisma bahkan untuk prestasi puncak dalalam olahraga, pekerjaan maupun bisnis,” ungkapnya

Bukan hanya dalam hal power, peningkatan kekuatan fisik dan mentalpun bahkan bisa diukur secara kualitatif. Awie meminta Rully, salah satu peserta pelatihan untuk mengaktifkan energi positifnya dulu baru menekan timbangan berat badan di tangan sekuat-kuatnya, maka tekanan yang terukur itu mencapai angka yang tinggi.

Sebaliknya menekan timbangan tanpa mengaktifkan energi positif dalam tubuh maka hasil tekanan juga rendah sehingga dalam pelatihan ini tidak ada sulap atau sihir tetapi tergantung bagaimana caranya mendapatkan dan mengontrol kekuatan atau energi positif diri sehingga bisa terukur.

Melalui contoh-contoh sederhana itu, Awie Suwandi mengungkapkan bahwa faktor mental dan emosi seseorang mampu mengaktifkan atau bahkan menonaktifkan energi positif, bakat dan kecenderungan tertentu dalam gen manusia. “Semua itu bisa diaktifkan dan dinon aktifkan dengan kekuatan keyakinan seseorang. Oleh karena itu pelatihan bernama Matrix transceformation ini mendorong manusia untuk melahirkan gen dan DNA positif sehingga selalu berfikir positif dalam kehidupannya sehari-hari,”

Lewat pelatihan ini dia telah melatih ribuan orang baik secara personal maupun dari grup perusahaan untuk menggali kemampuan diri. Pelatihan di banyak kota di Indonesia seperti Pontianak, Bandung, Solo, Medan dan kota-kota lainnya di Indonesia.

Dia memberikan banyak manfaat bagi peserta apalagi seseorang boleh mengulang kelas yang diikutinya jika merasa belum mahir dengan kemampuannya mengontrol energi yang dimilikinya. Cukup hanya membayar uang konsumsi saja tanpa harus membayar investasi pelatihan lagi.

Pelatihan yang diberikan Awie Suwandi ini bahkan mampu menyedot peserta dari berbagai daerah untuk bergabung dengan pelatihan di Jakarta sehingga tanpa disadarinya, Matrix TranceFormation Healing maupun materi pelatihan lain yang diselenggarakannya bisa menjadi paket wisata medis dengan keunggulan dan daya saing tinggi.

suasana pelatihan dan pemberian sertifikat untuk menjadi praktisi penyembuhan. (foto: hss)
suasana pelatihan dan pemberian sertifikat untuk menjadi praktisi penyembuhan. (foto: hss)

Terobosan

“Matrix adalah wadah alam semesata yang dengan konsep fisika kuantum dapat diaktifkan dalam tubuh kita karena manusia memiliki physical body dan energy body dan ada interaksi antara tubuh energy dengan alam semesta atau matrix,” jelas pria yang memiliki sifat giver dan suka berbagi ilmu lewat websitenya www.awiesuwandi.com

Menurut Awie, Matrix merupakan terobosan baru dalam teknik healing dan transformasi diri yang sederhana dan mudah dipelajari. Metoda ini merupakan intisari dari banyak teknik healing yang ada, seperti teknik healing dari kebudayaan timur dan energy medicine dari kebudayaan barat, yang dikombinasikan dengan teknik sugesti dalam proses belajarnya sehingga didapat hasil yang cepat dan efektif.

“ Jadi pelatihan ini 100% ilmiah serta tidak bertentangan dengan agama apapun karena prinsip kerjanya bisa dijelaskan secara ilmiah dengan neuroscience & mekanika kuantum serta didukung oleh hasil riset dari para pakar energy medicine diluar negeri seperti yang langsung dipraktekan peserta di awal pelatihan tadi,” jelasnya.

Konsep dasarnya adalah pemahaman bahwa tubuh manusia sudah dibekali dengan mekanisme menyembuhkan diri sendiri. Jika seseorang menjadi sakit, tubuhnya lemah dan tidak berprestasi, penyebabnya adalah energi tubuhnya sudah terlalu lemah sehingga tak mampu mengaktifkan mekanisme penyembuhan diri ini apalagi untuk berprestasi.

“Kalau analoginya tubuh kita ibarat sebuah handphone yang baterenya sudah habis (low battery) solusinya tinggal di recharge saja lagi. Begitu juga dengan tubuh manusia kalau terlalu lemah maka harus di isi ulang lagi energinya,” tambahnya.

Namun manusia memang bukan sebuah benda mati. Jika mekanisme self healingnya tidak berfungsi dan tubuh terlalu lemah maka dengan mengoptimalkan matrix energy system hasilnya bukan hanya untuk penyembuhan, tapi juga bermanfaat untuk menggali dan mengembangkan potensi diri secara fisik, emosional dan spiritual, sehingga bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari, pekerjaan dan bisnis.

Itulah sebabnya ketika memulai pelatihan dia mengajak peserta untuk memikirkan masalah yang saat ini dihadapi dan menandai seberapa berat permasalahan itu mengganggu baik secara jiwa, pikiran maupun raga. Soalnya seseorang kerap mengumbar emosi dan tidak bisa mengelolanya dengan baik.

“Wajar sih kalau antara ekspektasi dan tujuan hidup kita sering tidak berjalan dengan singkron sehingga hasilnya tidak sesuai bahkan melenceng dari harapan yang kita inginkan. Padahal jika mampu mengelola emosi misalnya, sifat buruk, penyakit dan hal negatif yang ada pada diri tidak perlu diwariskan pada generasi penerus.

Penyakit umumnya datang dari gaya hidup dan pola makan yang negatif dimana nafsu/emosi yang mengendalikan sehingga muncul penyakit ‘turunan’ seperti kanker, diabetes, jantung dan lainnya. Padahal hal itu muncul karena pola makan orangtua yang biasa minum dan makan yang serba manis misalnya sehingga anak-anaknya memiliki pola makan sama dengan orangtua dan akhirnya mengidap diabetes.

“Ada seorang trainer yang ibunya berusia 60 tahun divonis hidup oleh dokter tinggal 6 bulan lagi karena kanker rahim. Si ibu memiliki riwayat keluarga dengan penyakit yang sama sehingga berkeyakinan memiliki gen penyakit keturunan tersebut. Setelah dimotivasi bahwa itu bukan penyakit turunan akhirnya ibunya hidup terus sampai usia 70 an,”

Para pakar seperti Kazuo Murakami Phd , profesor di University of Tsukuba, Jepang, mengatakan mengelola mental dan emosi setiap saat mampu mengaktifkan atau menonaktifkan bakat dan kecendrungan tertentu dalam gen manusia .Sementara Bruce Lipton Phd, pengarang buku laris The Biology of Belief juga mengatakan bahwa gen dan DNA bisa di aktifkan atau dimatikan dengan kekuatan keyakinan. Jadi pelatihan ini intinya juga dalam hal pengendalian emosi dan keyakinan.

Awie menganjurkan bagi peserta yang telah mampu mengisi ulang energinya maka seharusnya sudah disertai keinginan mengubah tujuan genetik kita atau disebut Epigenetics supaya semua hal yang negatif itu tidak ada lagi dalam diri sehingga tidak ada lagi keyakinan bahwa kita memiliki penyakit keturunan dari orangtua.

Itulah sebabnya dalam pelatihannya ini setelah peserta bisa menandai tingkat kesulitan dari masalah yang dihadapi atau sadar dengan masalah yang dihadapi, langkah selanjutnya adalah mengakui bahwa dirinya bermasalah dan bisa menerima hal yang dihadapinya.

“Kemudian ambil tanggungjawab untuk mengatasi masalah yang dihadapi sampai dia bisa memaafkan dirinya sendiri atas kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan dan menyebabkan timbulnya masalah. Pada akhirnya dia dapat mengambil hikmah, bisa belajar dari masalah yang dihadapi dan puncaknya adalah merasa bersyukur,” kata Awie Suwandi.

Bagaimana mengontrol emosi dan meningkatkan energi dalam tubuh agar tetap optimal ? David Hawskin mengungkapkan ciptakanlah rasa cinta, suka cita dan kedamaian karena mampu memberikan energi dan kekuatan yang tinggi. Dalam Kinesiology, ilmu yang dipelajarinya ada lima kekuatan energi yang tinggi dalam tubuh jika seseorang selalu merasa bersyukur, tentram dan damai, penuh kebahagiaan ( suka cita), penuh cinta kasih dan memakai logika.

Awie Suwandi yang juga seorang hypnotherapist, unconscious mindzetter, mental coach dan penulis buku laris ini mengatakan jika seseorang tidak mau mengatasi masalah yang dihadapi dampaknya pada tubuh banyak karena mengalami somatic stress misalnya gula darah naik, tekanan daerah jadi tinggi, nafas sesak, jantung berdebar, suhu tubuh naik dan banyak keluhan lainnya seperti badan pegal-pegal.

“Matrix Transformation ini akan menuntun seseorang bertransformasi diri, banyak berdoa, zikir, meditasi, mengasah sisi spiritual sehingga akhirnya mampu menyembuhkan diri sendiri, dan orang lain termasuk surrogate healing yaitu penyembuhan dan terapi jarak jauh,”.

Lewat pelatihan maka  hukum low of attraction berjalan karena mampu membersihkan serta memperkuat vibrasi positif dalam diri sehingga mampu membuka rejeki, keberuntungan dan kemakmuran bagi praktisinya. Hal ini cocok diterapkan untuk praktisi pengobatan alternative seperti chikung, reiki, pranic healing, akupunktur, terapis & hipnoterapis, guru dan pendidik lainnya, atlit, sales, manager, eksekutif, dokter & paramedic dan lain lain.

Matrix Tranceformation yang berpeluang dikemas menjadi paket wisata medis dan mengajak seseorang mengoptimalkan potensi dirinya ini yang jelas menyebarkan energi positif bagi diri sendiri dan lingkungan ” Kuncinya menerima dan ikhlas jika diterpa masalah sehingga bisa menjalani hidup yang lebih baik,” tandas Awie Suwandi.              ( hildasabri@yahoo.com)

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.