Masuk Museum Tertua di Indonesia Kini Gratis

0
544
Turis asing kunjungi Museum Radya Pustaka Solo (Foto: www.klikhotel.com)

SOLO, bisniswisata.co.id: Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Permuseuman Dinas Kebudayaan Solo menggratiskan tiket masuk Radya Pustaka, museum tertua di Indonesia. Keputusan menggratiskan biaya masuk museum setelah pengelolaan Radya Pustaka berpindah dari Komite ke UPTD Permuseuman Dinas Kebudayaan pada awal 2017. Selama ini untuk masuk wajib membayar cukup murah sebeasar Rp 5.000

Kebijakan menggratiskan tiket masuk Radya Pustaka digulirkan lantaran belum ada regulasi yang mendasari penarikan tiket museum. Peraturan Daerah dan Perwali hanya ditujukan untuk komite, sementara peraturan yang ditujukan untuk UPTD belum ada. “Kami tidak lagi berani menarik biaya tiket masuk dari pengunjung Radya Pustaka,” kata Kepala UPT Museum Dinas Kebudayaan Surakarta Bambang M.B.S, Jumat (10/03/2017).

Bambang menjelaskan, tiket masuk regular Radya Pusta dibanderol Rp5 ribu per orang saat museum masih dikelola komite. Dalam satu bulan, rata-rata pengunjung Radya Pustaka mencapai 1.000 hingga 1.300 orang. Artinya, potensi pendapatan sebesar Rp6,5 juta per bulan hilang jika tiket masuk jadi gratis.

Kepala Dinas Kebudayaan Sis Ismiyati mengaku, tak mempersoalkan penghapusan tiket masuk. Menurutnya, museum lebih diorientasikan untuk edukasi dan pelestarian benda-benda cagar budaya. “Jadi tidak mengejar keuntungan finansial,” katanya.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo setuju jika Museum Radya Pustaka digratiskan untuk kepentingan edukasi generasi muda. Sedangkan, untuk wisatawan, akan dibicarakan lebih lanjut mengenai regulasinya. “Yang terpenting, adalah membenahi Museum Radya Pustaka agar layak dinikmati. Kalaupun digratiskan, tidak akan rugi. Masih ada pihak lain yang menikmati, seperti perhotelan, kuliner, dan lain sebagainya,” pungkas Rudy.

Museum Radya Pustaka Solo terletak di kompleks Taman Sriwedari Solo Jalan Brigjen Slamet Riyadi, Sriwedari, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Solo. Karena salah satu museum tertua di Indonesia yang dibangun pada masa pemerintahan Pakubuwono IX oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV pada tanggal 28 Oktober 1890.

Ada beragam koleksi barang antik yang terdapat pada museum ini, seperti terdiri dari berbagai macam arca, perunggu zaman Hindu Budha, pusaka adat, wayang kulit, wayang beber, keris kuno, senjata tradisional, gamelan,koleksi keramik, berbagai macam buku kuno dan barang seni lainnya.

Di area lokasi, wisatawan akan menjumpai sebuah patung sedada dari R. Ng. Rangga Warsita, yaitu seorang pujangga Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang sangat termasyhur dan hidup pada abad ke- 19. Patung ini diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1953. Juga ada meriam beroda buatan Belanda pada masa VOC atau sekitar ke-17 dan ke-18. Lalu terdapat pula beberapa meriam-meriam kecil milik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Kemudian terdapat pula buku kuno karangan Pakubuwono IV dengan judul Wulang Reh yang berisi tentang petunjuk pemerintahan. selain itu, ada juga buku berjudul Serat Rama karangan Pujangga Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yaitu Yasadipura I yang menceritakan kisah tentang Wiracarita Ramayana.

Di bagian barat museum, pengunjung akan menjumpai patung kepalaKyia Rajamala yang dijadikan ikon Museum Radya Pustaka Surakarta. Patung ini berupa kepala rasaksa yang terbuat dari kayu hasil karya dari Pakubuwono V ketika beliau masih menjadi seorang putra mahkota. (*/DAY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.