MasterCard: Bangkok Menempati Posisi Teratas Dalam Indeks Destinasi Asia Pasifik

0
929

 

Pemandangan kota Bangkok di malam hari (foto : www.bangkok.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Bangkok semakin mengukuhkan posisinya sebagai tujuan wisata paling populer di kawasan Asia Pasifik dengan jumlah pengunjung internasional yang pertama kalinya dalam sejarah mencapai 20 juta orang. Posisi kedua ditempati oleh Singapura yang bersaing ketat dengan Tokyo.

Matthew Driver, Group Executive, Global Products & Solutions, Asia Pacific, MasterCard mengatakan  indeks perdana destinasi memberikan peringkat untuk 167 destinasi wisata di kawasan Asia Pasifik yang dikeluarkan pada tanggal 27 Januari 2016,

“Thailand mendominasi sepuluh besar tujuan wisata dengan menempatkan tiga wakilnya dalam daftar sepuluh besar, di mana Phuket berada pada posisi kelima (9,3 juta wisatawan) dan kota pesisir Pattaya menempati posisi kedelapan (8,1 juta wisatawan),” ungkapnya..

Setengah dari 10 tujuan wisata teratas berhasil mencatat pertumbuhan kedatangan wisatawan internasional yang bermalam di atas 10% selama kurun waktu antara tahun 2014 hingga 2015, yakni Osaka (54 persen), Tokyo (53,2 persen), Bangkok (28,6 persen), Phuket (15,5 persen) dan Pattaya (10 persen).

Sepuluh tujuan wisata teratas di Asia Pasifik berdasarkan peringkat jumlah wisatawan internasional yang bermalam adalah Bangkok  21,9 juta, Singapura 11,8 juta, Tokyo 11,8 juta, Kuala Lumpur  11,3 juta, Phuket  9,3 juta, Seoul 9,2 juta, Hong Kong  8,3 juta, Pattaya  8,1 juta, Bali 7,2 juta dan Osaka  6,5 juta wisman.

Bangkok juga menempati posisi pertama dalam hal total pengeluaran wisatawan yakni sebesar US$ 15,2 miliar, sementara Seoul berada di posisi kedua US$ 14,4 miliar diikuti oleh Singapura US$ 14,1 miliar Tokyo US$ 11,9 miliar dan Kuala Lumpur US$ 10,5 miliar.   Kota lainnya adalah Bali US$ 10,3 miliar, Taipei US$  9,5 miliar, Phuket  US$ 8 miliar, Hong Kong US$ 6,7 miliar dan Sydney US$  6 miliar.

Dari 20 destinasi wisata teratas dalam hal total pengeluaran per hari, Shanghai menempati urutan pertama dengan pengeluaran wisman US$ 26/ hari, diikuti oleh Beijing US$ 262/hari, Seoul US$ 258 , Singapura US$ 255 dolar dan Hong Kong US$ 240/ hari.

“Industri pariwisata di Asia Pasifik terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat seiring dengan bertambahnya jumlah destinasi wisata yang menerima kunjungan wisatawan lebih dari lima juta pengunjung per tahun, hal ini didorong oleh meningkatnya kekayaan dari konsumen, terutama dari wilayah China. “ ujar Matthew.

Indeks Destinasi Asia Pasifik 2015 (Asia Pacific Destinations Index/APDI) MasterCard mengungkapkan daya tahan pasar Thailand di sektor wisata ditandai dengan bangkitnya kembali Bangkok sebagai salah satu tujuan wisata favorit, selain itu juga diungkapkan kembalinya popularitas Jepang bagi wisatawan dengan laju pertumbuhan setahun terakhir mencapai 50 persen dan menempati posisi 4 besar.

Pihaknya berharap analisis mendalam mengenai 167 destinasi wisata di Asia Pasifik, dapat membantu pengusaha dan pemerintah untuk lebih memahami komponen-komponen yang dibutuhkan oleh wisatawan yang berkunjung, sehingga mereka dapat merencanakan investasi untuk menjamin pertumbuhan yang berkelanjutan di industri pariwisata. Hal ini menjadi semakin penting karena jumlah wisatawan yang terus meningkat, dengan tingkat pertumbuhan saat ini, Asia Pasifik diperkirakan akan menerima kunjungan lebih dari 500 juta turis pada tahun 2020.”

Industri pariwisata Asia Pasifik memberikan total kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto terbesar di dunia, melewati Eropa pada tahun 2014. Sektor pariwisata memberikan kontribusi sebesar 2,27 triliun dolar AS kepada negara-negara Asia Pasifik serta menyediakan 153,7 juta pekerjaan pada tahun 2015. (*/hss)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here