Maskapai Tak Laporkan Keuangan Terancam Dicabut Izinnya

0
689

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kendati batas waktu penyerahan laporan keuangan maskapai penerbangan ditetapkan akhir April, pemerintah mendorong maskapai segera melaporkan kinerja keuangan perusahaannya. Tercatat, baru satu dari 17 maskapai berjadwal dan tiga dari 50 maskapai tidak berjadwal yang menyerahkan laporan keuangan yang sudah diaudit oleh akuntan publik pada awal April.

“Untuk yang berjadwal, baru Garuda Indonesia yang melaporkan. Sementara itu, untuk maskapai tidak berjadwal, baru Garuda Indonesia, Marta Buana Abadi, dan Air Maleo. Jadi, masih ada 16 maskapai berjadwal dan 47 maskapai tidak berjadwal yang belum melaporkan. Diharapkan yang lain segera menyusul,” tutur Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udaram Hemi Pamuraharjo,

Kasubdit Angkutan Udara Niaga Direktorat Angkutan Udara Berjadwal Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Anung Bayumurti mengatakan, ada beberapa maskapai yang meminta kelonggaran pemberian laporan keuangan hingga Agustus atau September tahun ini. Namun ia menyatakan, pihaknya menolak permintaan itu karena laporan keuangan harus tetap diserahkan akhir bulan ini.

Laporan itu, ia mengungkapkan, memuat sekurang-kurangnya informasi posisi keuangan pada akhir periode, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.

Disarankan, maskapai segera menyerahkan laporan agar evaluasi pun dapat bisa dilaksanakan. “Evaluasinya seperti melihat sisi kesehatan perusahaan, sehat atau tidak. Maksudnya agar keberlangsungan usahanya dapat terus berjalan,” ucap Anung seperti dilansir laman Sinarharapan.co, Kamis (10/4/2015).

Kasubdit Bimbingan Usaha dan Pengembangan Usaha Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Musdalifa Muslimin menyebutkan, kebijakan penyerahan laporan keuangan yang sudah diaudit juga berlaku bagi maskapai niaga yang telah mati suri, seperti Merpati Nusantara Airlines, Tigerair Mandala, dan Sky Aviation.

Ketiga maskapai itu harus menyerahkan laporan keuangan 2014 sebagai bagian pengawasan di sektor penerbangan. “Mau operasinya hanya tiga bulan, dua bulan, atau satu bulan; tetap harus mengirimkan laporan keuangan ke Kemenhub,” ujarnya.

Ditjen Perhubungan Udara menunggu hasil audit laporan keuangan tiga maskapai itu hingga 30 April 2015. “Jika tidak memenuhi ketentuan, semua maskapai penerbangan, baik berjadwal maupun carter, terancam sanksi pencabutan izin,” tutur Musdalifa.

Merpati Nusantara berhenti beroperasi sejak Februari 2014 dan air operator certificate (AOC) maskapai itu telah dicabut oleh Kemenhub pada 2015 karena tidak pernah menyerahkan rencana bisnis dan melakukan penerbangan selama setahun. Sementara itu, Sky Aviation telah berhenti beroperasi pada Maret 2014 dan Tigerair Mandala menyetop operasinya sejak Juli 2014 dan telah dinyatakan pailit.

Maskapai Siap
Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan laporan keuangan teraudit yang diminta Kemenhub. Laporan keuangan Garuda Indonesia untuk tahun 2014 bahkan sudah diumumkan kepada publik karena Garuda Indonesia merupakan perusahaan terbuka yang sahamnya diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Masyarakat dapat melihat langsung laporan keuangan itu melalui website resmi Garuda Indonesia. Tidak hanya Garuda Indonesia, di sana terdapat laporan keuangan maskapai penerbangan Citilink Indonesia yang merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia,” ucapnya.

Menurut Arif, laporan keuangan yang diserahkan Garuda Indonesia kepada Kemenhub akan sama persis seperti yang sudah ditampilkan di website resmi Garuda Indonesia.

Senior Manajer Corporate Communication Sriwijaya Air, Agus Soedjono menyatakan, grup maskapainya, baik Sriwijaya Air maupun NAM Air, akan segera menyerahkan laporan keuangan kepada regulator. “Kami akan menyerahkan laporan keuangan ke Kemenhub pada awal bulan ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, grup Sriwijaya Air selalu berkomitmen seoptimal mungkin melaksanakan setiap regulasi yang ditetapkan oleh otoritas penerbangan sipil Indonesia. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.