Manjakan Wisatawan, Borobudur Pakai Teknologi Interaktif

0
617
Candi Borobudur

MAGELANG, Bisniswisata.co.id: Keistimewaan Candi Borobudur memang tak perlu lagi diragukan. Menyandang predikat sebagai situs warisan dunia dari UNESCO dan candi Buddha terbesar di dunia, membuat banyak wisatawan dari dalam dan luar negeri berdatangan setiap tahunnya.

Berbagai upaya terus dilakukan demi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Salah satunya ialah pemasangan tiga layar interaktif berukuran besar di Museum Samudra Raksa, yang menjadi salah satu atraksi menarik di kawasan wisata yang masuk dalam daftar 10 Destinasi Prioritas atau 10 Bali Baru oleh Kementerian Pariwisata ini.

Museum Samudra Raksa menjadi salah satu museum yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke Jawa Tengah, karena menyimpan Kapal Samudra Raksa, yang pernah menyusuri Jalur Kayu Manis, dari Indonesia ke Madagaskar.

“Ada banyak pembenahan di Candi Borobudur. Yang baru bisa dilihat di Museum Samudra Raksa. Di sana ada layar interaktif yang membuat pengalaman berkunjung menjadi semakin seru,” kata Kepala Divisi Layanan Kantor Unit Taman Wisata Candi Borobudur, AY. Suhartanto seperti diunduh laman CNNIndonesia.com, Ahad (16/04/2017).

Tiga layar yang terpasang berguna untuk menyampaikan informasi mengenai ekspedisi Kapal Samudra Raksadalam bentuk digital dengan konsep interaktif. Layar itu dapat mendeteksi gerakan atau ‘smart gesture’. Pada layar terdapat video kapal di dermaga. Pengunjung tinggal menggerakkan tangan dan kapal dapat bergerak karena mengikuti gerakan tangan.

Salah satu pengunjung, Duliman, mengaku terkesan dengan kecanggihan baru Museum Samudra Raksa. “Pengunjung bisa langsung berinteraksi, sehingga membuat museum ini semakin menarik,” kata Duliman.

Tahun 2016, Candi Borobudur didatangi oleh sebanyaka 3,5 juta pengunjung, terbanyak wisatawan nusantara. Jumlah itu sesuai target. Dan tahun ini, Candi Borobudur menargetkan kedatangan 3,8 juta pengunjung, atau naik 300 ribu.

Hartanto berkata, untuk mencapai target itu, Candi Borobudur akan mengadakan berbagai promosi wisata hingga akhir tahun. “Pada 11-12 April kemarin itu ada acara lomba tari (Borobudur Dance Choreography Competition), baru tahun kedua. (Acaranya) berhasil, ada 80 peserta,” ujar Hartanto.

Selain lomba tari, kegiatan lain ialah Photo Competition pada 1-30 Mei, Borobudur Legoland pada Festival 15-30 Juni dan kolaborasi musik tradisional dalam kegiatan Sounds of Borobudur pada 14-16 Juli.

Tentu saja perayaan keagamaan Waisak tetap jadi daya tarik utama Candi Borobudur. Tahun ini, Waisak akan dirayakan pada 11 Mei 2017. “Tak ada perbedaan untuk perayaan Waisak tahun ini dengan tahun lalu. Hanya saja, pengunjung yang datang saat prosesi dan atraksi akan dibedakan, agar pengunjung yang ingin beribadah bisa lebih khusyuk,”.

Mulai pukul empat pagi, Candi Borobudur hanya boleh dimasuki oleh pengunjung yang beribadah. Baru pukul 12 malam, pengunjung lain boleh masuk untuk menikmati acara penerbangan lampion. “Untuk acara lampion di Lapangan Gunadharma akan diselenggarakan pukul 23.30 sampai 01.00 WIB,” tambah Hartanto. (*/cio)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here