Manisan & Sirup Pala Aceh Laris Manis di Singapura

0
3631
Manisan Pala Aceh Selatan

TAPAKTUAN, ACEH, test.test.bisniswisata.co.id: MANISAN dan sirup berbahan baku pala, asal Kabupaten Aceh Selatan tidak hanya terjajakan di dalam negeri, tapi kini sudah memasuki pasar luar negeri, seperti Singapura. Suryati, seorang pengusaha kue pala di Tapaktuan, Aceh, Kamis (17/09/2015) menuturkan produk kue, manisan dan sirup pala yang ia hasilkan mampu menarik minat pembeli baik dari dalam maupun luar negeri.

Ia menyatakan, produk yang ia hasilkan tersebut tidak hanya menjadi konsumsi lokal, tapi juga menjadi incaran konsumen luar daerah bahkan sampai luar negeri. “Kue dan sirup pala telah menjadi makanan dan minuman cirikhas Kabupaten Aceh Selatan, sehingga setiap warga yang berkunjung ke daerah itu, belum lengkap rasanya jika belum membawa pulang kue dan manisan serta sirup pala sebagai oleh-oleh,” terang dia.

Ia mengatakan, kebanyakan pembeli produk kue pala miliknya tersebut berasal dari Banda Aceh, Kabupaten Pidie, Aceh Utara, Aceh Barat, Langsa, Aceh Singkil dan Sumatera Utara. “Sejak beberapa tahun terakhir, saya juga sering menerima pesanan kue, manisan dan sirup pala oleh pembeli dari Pulau Jawa dan bahkan dari Singapura. Ini membuktikan bahwa produk ini tidak hanya diminati di dalam negeri tapi juga konsumen luar negeri,” ucap dia.

Dia menceritakan, usaha kue pala yang diberi nama usaha Cahaya Rezki yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, Lorong Pemuda Nomor 55 Desa Padang, Kota Tapaktuan itu, telah beroperasi sejak 21 tahun. Usaha itu pertama dirintis dari kecil-kecilan, sebagai usaha sampingan di rumah membantu suaminya yang bekerja sebagai PNS di Pemkab Aceh Selatan.

“Pada awal-awal dulu, kue dan manisan serta sirup pala yang saya buat secara kecil-kecilan di rumah, proses penjualannya dengan cara saya titipkan di toko milik orang lain yang berjualan produk itu,” papar dia.

Usaha yang dulunya dianggap sampingan itu ternyata prospeknya cukup cerah dan menjanjikan, karena laku keras, setelah beberapa tahun kemudian akhirnya membuka usaha penjualan secara mandiri, meskipun tempat usahanya masih di rumah. Ia menyebutkan, kue dan manisan pala yang dia hasilkan itu dijual dengan harga mulai dari Rp5.000 sampai Rp6.000/bungkus (isi lima potong), sirup pala Rp15.000/botol. “Kalau omset per harinya yang saya dapat tidak tentu tergantung pembeli. Tapi rata-rata penjualan laku keras di saat menjelang bulan puasa, menjelang hari raya dan tahun baru,” kata dia

Ia menjelaskan proses pembuatan produk tersebut, pertama kali buah pala basah dibeli dari petani, kemudian dikupas dan kulitnya dipotong kecil-kecil dan dicuci menggunakan air garam dan setelah dicuci baru dimasak sampai mendidih. Setelah itu di masak lalu diangkat kemudian dikeringkan. Setelah beberapa jam baru ditaburi gula setelah itu dibiarkan dalam baskom selama kurang lebih tiga hari. Setelah itu dilakukan pengerikan kembali di ruang kaca supaya terhindar dari gangguan lalat ataupun dabu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.