Malaysia Keteteran Gencarnya Promosi Pariwisata Indonesia

0
425
Turis China solo traveling menikmati desa wisata Ubud Bali (Foto; http://www.ydcbalitour.com/)

KUALALUMPUR, Bisniswisata.co.id: Malaysia mengaku keteteran menghadapi gencarnya promosi pariwisata Indonesia di luar negeri. Akibatnya, jumlah wisatawan Cina dan India yang berkunjung ke Malaysia mengalami penurunan drastis. Sebaliknya, kunjungan turis China dan India ke Indonesia semakin eksis dan bertumbuh signifikan.

“Penurunan itu akibat promosi agresif yang dilakukan Indonesia, Thailand, dan Singapura. Ketiga itu meningkatkan promosi dengan menargetkan wisatawan Tiongkok dan India,” ujar Wakil Presiden Inbound and Domestic Malaysian Association of Tours and Travel Agents (Matta) Datuk KL Tan Tan pada New Strait Times, pekan lalu.

Tan juga menyoroti strategi cerdas pemerintah Indonesia yang memperpanjang kebijakan bebas visa. Dampaknya, turis India turun secara signifikan karena banyak negara seperti Indonesia memperpanjang free visa dan visa on arrival pada warga India yang datang.

Bukan hanya itu, Malaysia makin keteteran karena pemerintah Indonesia memiliki hubungan yang solid dengan perusahaan swasta. Salah satunya dengan AirAsia. “Maskapai penerbangan mereka sudah mulai terbang langsung. AirAsia X Indonesia memulai penerbangan langsung dari Bali ke Mumbai dan Bali ke Kochi. Ini mengurangi peluang penumpang lewat Kuala Lumpur, ” kata Tan.

Data yang dihimpun Malaysia menyebutkan, Turis India ke Malaysia anjlok 35,1 persen pada kuartal pertama 2017, dibandingkan 11,6 persen sepanjang tahun lalu,” ujar pria berkacamata itu.

Sebagaimana diketahui, AirAsia X Indonesia memang melakukan penerbangan langsung perdana dengan pesawat XT852 dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali menuju Mumbai via Kuala Lumpur. Pesawat tersebut mendarat dengan sukses di Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji, Mumbai, India pada 19 Mei lalu.

Saat itu, CEO Grup AirAsia di Indonesia Dendy Kurniawan mengatakan, rute tersebut dibuka karena tingginya animo travelista asal India berlibur ke Bali. Penerbangan dengan frekuensi tujuh kali seminggu itu dioperasikan dengan Airbus A330-300 berkapasitas 377 kursi. Sebanyak 12 kursi di antaranya merupakan premium flatbed yang akan transit selama 65 menit di Kuala Lumpur (KLIA2).

“Tiap tahun kunjungan wisatawan asal India ke Bali makin meningkat. Permintaan dari India untuk membuka penerbangan ke Bali terus diajukan. Kami tak bisa membendung permintaan itu,” kata Dendy.

Lion Air juga membuka penerbangan langsung dari Manado, Sulawesi Utara (Sulut) ke delapan kota besar di Cina. Di antaranya, Shanghai, Guangzhou, dan Wuhan. Pembukaan rute itu juga tak lepas dari tingginya minat wisatawan asal Cina ke Indonesia.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisman ke Indonesia sejak Januari 2017 memang menunjukkan peningkatan. Sebanyak 4,20 juta wisman mengunjungi Indonesia sepanjang Januari-April 2017. Artinya, ada peningkatan sebesar 19,34 persen dibandingkan periode yang sama 2016 lalu. Saat itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 3,52 juta.

Khusus kunjungan wisman pada April 2017 juga mengalami lonjakan signifikan. Jumlah wisman yang ke Indonesia pada April 2017 lalu mencapai 1,14 juta. Angka itu melesat 26,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ketika itu, sebanyak 901,09 ribu wisman berlibur ke Indonesia. (*/BBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.