Mal Butik Percantik Bandara Sepinggan

0
2540

BALIKPAPAN, test.test.bisniswisata.co.id:  Angkasa Pura (AP) I menyatakan Bandara Sepinggan yang baru saja diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ternyata bandara yang pertama kali dilengkapi dengan mal butik.

“Bandara ini juga merupakan bandara pertama di Indonesia yang dilengkapi ’boutique mall’ (mal butik),” kata Direktur Utama AP I Tommy Soetomo dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi bisniswisata.co, di Jakarta, Selasa (16/9).

Menurut Tommy, pengunjung juga diperbolehkan masuk ke dalam gedung terminal, termasuk area konter check-in di bandara yang bernama resmi Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan itu.

Hal itu, ujar dia, dinilai akan menciptakan pengalaman yang unik di dalam bandara bagi para pengunjung sekaligus sebagai upaya dalam meningkatkan tingkat pelayanan kepada pengguna jasa bandara tersebut.

“Terminal baru Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan ini sebenarnya telah beroperasi sejak 22 Maret 2014. Sebelum pengembangan, bandara kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur ini telah mengalami overcapacity,” katanya.

Ia menjelaskan, dengan kapasitas hanya 1,7 juta penumpang per tahun, bandara tersebut tercatat telah melayani hingga sebanyak 7,1 juta penumpang pada tahun 2013 atau naik 16 persen dibandingkan data pada tahun 2012 yang berjumlah 6,4 juta penumpang.

Dirut AP I juga mengemukakan bahwa terminal baru yang mengusung konsep modern “eco-airport” itu akan mampu menampung 15 juta penumpang per tahun. Terminal ini, juga dilengkapi dengan fasilitas 11 unit garbarata, 76 buah konter check, dan 8 unit conveyor.

Hal yang utama dalam keunggulan adalah pengaplikasian Airport Operation Database (AODB) serta teknologi hold baggage screening (HBS) level 4 yang canggih. Juga disediakan gedung parkir empat lantai yang mampu menampung hingga 2.300 unit kendaraan. “Jika kita berjalan ke dalam terminal, terdapat penggunaan tanaman hidup untuk dijadikan taman di berbagai sudut ruangan,” ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa penerapan manajemen energi juga dilakukan dengan pemanfaatan sinar matahari untuk pencahayaan dan konsep “eco-building” juga diterapkan dengan penggunaan LED serta air daur ulang.

Dengan luasan terminal mencapai 110.000 meter persegi, area komersial seluas 33.000 meter persegi, serta apron seluas 140.900 meter persegi, bandara itu juga dinilai Tommy sebagai gerbang udara terbesar dan termegah di kawasan timur Indonesia. (marcapada@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.