Majukan Pariwisata, Bandara Banyuwangi Diterbangi Malam Hari

0
584

BANYUWANGI, test.test.bisniswisata.co.id: Bandara Blimbingsari Banyuwangi segera bisa diterbangi pada malam hari yang persiapannya telah dibahas di Kantor Otoritas Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Rabu malam. Penerbangan malam hari ini seiringi dengan meningkatnya jumlah wisatawan asing dan nusantara yang berwisata ke Banyuwangi.

“Alhamdulillah, kami telah rapat dengan semua pemangku kepentingan penerbangan. Ini adalah kabar bagus. Ada maskapai yang ingin terbang pada malam hari, sehingga frekuensi penerbangan semakin banyak untuk menunjang pengembangan wisata dan ekonomi. Saat ini ada tim kecil yang menindaklanjuti hal-hal teknis,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar, Kamis (31/3/2016).

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, kata dia, menyatakan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan, AirNav, dan Pemprov Jawa Timur yang terus mendukung pengembangan daerah berjuluk “The Sunrise of Java” ini. AirNav sendiri adalah perusahaan umum milik negara yang menjadi penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di seluruh bandara.

Anas mengatakan, dengan penambahan frekuensi tersebut, sektor pariwisata dan dunia usaha bisa terus berkembang karena aksesibilitas semakin mudah. Hal ini pararel dengan berbagai pengembangan wisata di daerah itu. “Infrastruktur ke beberapa taman nasional akan diperbaiki pemerintah pusat. Alhamdulillah, Jumat (1/4/) besok kami dipanggil pemerintah pusat untuk membahas hal itu. Even wisata internasional juga semakin rutin digelar,” tuturnya.

Geliat bisnis dan pariwisata di Banyuwangin tecermin dari lonjakan penumpang di Bandara Blimbingsari mencapai 1.250 persen dari 7.826 penumpang (2011) menjadi 100.105 penumpang (2015). Jumlah wisatawan mancanegara berkunjung di Banyuwangi, tahun 2016 ditargetkan 50.000 orang, naik dibanding 2015 sekitar 40.000 orang. Wisatawan domestik ditargetkan bisa menembus 2 juta orang dari sebesar 1,7 juta di 2015.

Dilanjutkan, pengembangan Bandara Blimbingsari juga didukung sejumlah upaya pemerintah daerah, seperti pembuatan jalan tembus sepanjang 2,3 kilometer dengan lebar 50 meter, jalan lingkar untuk memudahkan akses, dan penyiapan SDM kebandaraan melalui Politeknik Negeri Banyuwangi. “Kami sudah mengurung lokasi sekitar bandara dengan tata ruang yang khusus. Agar lansekap sekitar bandara tetap sawah dan hijau, siapa pun yang mengajukan IMB pendirian bangunan di sekitar bandara tidak kami izinkan. Ini agar lokasi sekitar bandara tertata,” imbuhnya.

Direktur Operasi AirNav Wisnu Darjono mengatakan, secara teknis dengan infrastruktur alat yang ada sekarang, Bandara Banyuwangi sebenarnya sudah bisa diterbangi malam hari.

Hanya saja, untuk mencapai tahap yang ideal, diperlukan pemasangan “instrument landing system” (ILS) yang di antaranya membutuhkan ketersediaan lahan.
Selain itu, diperlukan penambahan SDM untuk menunjang operasional pada malam hari. “Kami siap menyediakan ILS dengan beberapa persyaratan teknis yang akan dibahas lebih lanjut dengan operator bandara, maskapai, dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Perhubungan Banyuwangi Ali Ruchi menambahkan, pemerintah daerah siap mendukung infrastruktur penunjang agar bandara bisa beroperasi malam hari. Misalnya, lahan untuk perempatan alat ILS yang membutuhkan lahan di dua lokasi masing-masing seluas 225 meter. Lahannya telah disurvei oleh AirNav Indonesia pada 25-27 Maret

lalu, yaitu di sekitar bandara dan kawasan Singojuruh. “Dalam satu pekan ini, kami juga menggelar koordinasi lagi dengan operator bandara, maskapai, dan perwakilan AirNav untuk membahas langkah teknisnya,” ucapnya. (*/a)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.