Mahakarya Budaya Dunia, Borobudur Harus Terus Dilestarikan

0
762
BOROBUDUR (foto:metronewstv.com)

MAGELANG, test.test.bisniswisata.co.id: PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menilai sebagai mahakarya budaya dunia, sebagai warisan pusaka dunia dan sebagai situs warisan budaya yang mendapat pengakuan internasional, Candi Borobudur harus terus dilestarikan. Terlebih lagi sekarang menjadi destinasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar Candi Borobudur.

Berdasarkan data tahun 2014, menurut Presiden Jokowi, jumlah wisatawan macanegara yang mengunjungi Candi Borobudur berjumlah 250.000 wisatawan asing dan wisatawan Nusantara sebanyak kurang lebih 2,2 juta. “Melihat kondisi ini, saya menilai potensi pasar Candi Borobudur masih sangat terbuka, terutama untuk wisatawan dari Malaysia, Taiwan, Singapura, Jepang, Amerika, Inggris, Hong Kong, Belanda, Jerman, Brunei, juga Cina,” kata kepala negara di Magelang, Jumat petang.

Karena itu, Presiden minta pengembangan Borobudur ini harus betul-betul dipersiapkan dengan baik, terinterintegrasi antar kementerian, dengan provinsi, baik yang berkaitan dengan akses civilitas juga terintegrasi dengan kawasan wisata yang lain: Borobudur, Prambanan, ada Sangiran yang ini juga semuanya sudah warisan budaya,” lanjutnya.

Presiden menilai, apa yang sudah dilakukan Menteri Pariwisata sekarang membangun country branding-nya sudah ketemu dan kita bisa meloncat. “Saya kira kalau memang sudah direncanakan nantinya positioning-nya diferensiasinya, kemudian dibangun brand product-nya, brand value-nya dan kemasan-kemasan yang lain sehingga dalam me-marketing-i, dalam memasarkan, ini akan akan lebih memudahkan,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden berharap agar dipersiapkan fasilitas dan pelayanan yang standarnya internasional. “Ini masa twilight, minimal standar bintang empat. Meskipun itu untuk umum tapi bintang 4, tapi juga dijaga, dirawat, harian harus dikontrol. “Standar-standar itu yang kita inginkan,” ujarnya.

Kemudian juga atraksi seni budaya dengan koreografi yang baik, menurut Presiden, koreografernya, ada kuratornya, sehingga yang dilihat di sini adalah tidak hanya Borobudur tetapi juga atraksi seni budayanya juga bisa dimunculkan.

“Tadi saya tanya, setahun sudah ada tapi baru sekali. Yang saya minta, setiap minggu harus ada. Saya kira kalau diurut kabupaten se-Jawa Tengah dan DIY sudah lebih dari cukup, kalau mau melebar Indonesia lebih banyak lagi produk-produk atraksi yang bisa kita munculkan,” papar Presiden.

Soal pengelolaan, Presiden Jokowi mengakui. memang harus diperjelas lagi manajemennya seperti apa. Menurut Presiden, sayup-sayup ia mendengar bahwa di sini ada 4 manjemen yang terlibat.

“Nah, kalau kapal nahkodanya 4, ini biasanya memutuskannya bingung. Ini yang sekarang harus kita putuskan, juga masalah yang berkaitan dengan zonasi dan lain-lainnya,” kata Presiden Jokowi.

Presiden berharap pada rapat terbatas itu sudah ada keputusan, kemudian direncanakan dan segera dilaksanakan di lapangan, sehingga betul-betul ada sebuah perubahan. “Saya harapkan juga jumlah wisata melonjak, bukan bertambah tapi melonjak naik,” ucap Presiden Jokowi. (*/e)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.