Magnet Pariwisata, Ramai-ramai Bangun Hotel di Bali

0
475
Sebuah hotel di Bali tawarkan suasana romantis (Foto: http://www.anythingbali.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bali masih menjadi magnet pariwisata Indonesia. Buktinya, dari total wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia, sebanyak empat juta di antaranya disumbangkan Pulau Dewa.

Di tengah gemuruh industri pariwisata Bali, para pengembang properti ikut sibuk untuk menopang kenyamanan para wisatawan, termasuk wisatawan Nusantara (wisnus). Mereka menghadirkan properti leisure berupa hotel, kondominium hotel (kondotel), vila hingga resort.

Associate Director Research Colliers International Ferry Salanto menilai Bali saat ini tidak semata menitik beratkan pada pesona budaya dan alamnya, juga lebih pada penjualan kegiatan, seperti sport tourism yakni Lomba Lari Marathon, Golf skala nasional dan internasional.

Berbagai ajang itu rutin diselenggarakan di Bali dengan harapan meningkatkan industri pariwisata. Bahkan,beberapa tahun ini, selain budaya dan alam juga ada wisata seperti water boom dan taman. “Hal ini menjadi pelengkap daya tarik Bali,” tutur dia, di Jakarta, seperti dilansir laman Beritasatu.com, Sabtu (22/10/2016).

Bisnis meeting, interactive, conferences, dan exhibition (MICE) juga digadang-gadang ikut meningkat dengan banyaknya ajang-ajang yang digelar di Pulau Dewata. Ajang itu baik yang bersifat lokal, regional, nasional, maupun internasional. Praktis kesemua itu membutuhkan tempat pertemuan maupun lokasi penginapan yang menunjang.

Tak heran jika kemudian target wisman yang hendak digaet Bali pun terus meningkat. Bila pada 2015 capaian wisman yang berkunjung ke Bali sekitar empat juta orang, tahun ini ditargetkan menyentuh 4,4 juta wisman. Mayoritas wisman yang berkunjung ke Bali pada 2015 berasal dari Australia, Tiongkok, Jepang, Malaysia, dan Inggris.

Hingga Juli 2016, jumlah penumpang yang masuk ke Bali lewat bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar tercatat sebesar 2.755.839 wisatawan. Angka itu naik sebanyak 20% dibandingkan periode yang sama tahun 2015.

Disitulah lantas para pengembang properti beramai-ramai merogoh kocek untuk membangunleisure property. Konsultan properti Colliers International Indonesia memprediksi dalam empat tahun kedepan ada 15.970 kamar hotel yang menggerojok Bali. “Kamar hotel mulai dari bintang lima, empat hingga bintang tiga,” kata Ferry Salanto.

Ferry mengatakan, dari 15.970 hotel baru yang bakal masuk sampai tahun 2016-2019 tersebut terbesar pasokannya adalah hotel bintang lima sebanyak 9.267 kamar. Lalu, hotel bintang empat sebanyak 5.213 kamar dan hotel bintang tiga 1.490 kamar.

Pasokan hotel di Bali tahun 2016 akan didominasi oleh hotel bintang empat. Dimana Bali bakal ada pasokan baru sebanyak 4.552 kamar yang terdiri atas 742 kamar hotel bintang tiga, kemudian ada 2.197 kamar hotel bintang empat, dan sebanyak 1.583 kamar hotel bintang lima.

“Sampai kuartal tiga 2016, ada dua hotel budget yang beroperasi yaitu Maxone Tuban sebanyak 120 kamar dan Swiss-Belexpress sebanyak 110 kamar,” kata dia. (*/BSO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here