Macet Dituding Penyebab Anjloknya Okupansi Hotel di Yogya

0
551

YOGYAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Tingkat hunian atau okupansi hotel di Yogyakarta selama liburan Lebaran, tidak menggembirakan. Padahal targetnya sudah melebihi 100 persen, malah berkurang 20 persen dibandingkan Lebaran 2015. Penyebabnya kemacetan arus mudik Lebaran 2016 di Brebes, Jawa Tengah.

“Sebagian tamu hotel batal menginap di Yogya karena terjebak kemacetan parah di Brebes. Jumlah wisatawan Lebaran yang menginap di semua hotel berbintang ataupun non-bintang di Yogya hanya 20 ribu orang. Dampak kemacetan luar biasa menurunkan jumlah tamu hampir di semua kawasan yang ada hotelnya,” tandas Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia DIY Istijab Danunagoro, Senin (11/07/2016).

Tingkat hunian hotel di kawasan wisata Malioboro, Kota Yogyakarta, misalnya, turun dari 100 persen menjadi 80 persen serta di Sleman turun dari 80 persen menjadi 60 persen. Menurunnya tingkat hunian hotel berdampak pada bisnis kuliner, restoran, dan pusat belanja.

Menurut Istijab, puncak hunian hotel selama libur Lebaran terjadi pada H+3 atau 9 Juli 2016. Mereka sebagian besar merupakan wisatawan yang datang dari berbagai kota, di antaranya Jakarta. Wisatawan memanfaatkan paket-paket wisata yang rata-rata menginap dua malam di hotel. Di DIY saat ini terdapat 83 hotel berbintang dan 1.100 hotel non-bintang.

“Seharusnya pemerintah lebih bekerja keras mengatasi kemacetan agar kejadian yang sama tidak terulang. Misalnya membuat jalur alternatif agar tidak terjadi penumpukan pengguna jalan,” paparnya seperti dilansir laman Tempo.co.

Sales Executive Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta Nisa Candra Gupita mengatakan hunian di hotel itu penuh pada 2-12 Juli 2016. Puncak hunian terjadi pada H+3 Lebaran. Wisatawan yang menginap, menurut dia, kebanyakan dari Jakarta. “Kami masih penuh hingga saat ini,” ucapnya.

Ketua Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies DIY Sudianto mengatakan wisatawan banyak mengeluhkan kemacetan serius yang terjadi pada libur Lebaran tahun ini. Dia mencontohkan wisatawan yang memanfaatkan biro travel dari Yogyakarta ke Malang, Jawa Timur. Wisatawan terlambat 12 jam untuk sampai ke tujuan karena macet parah.

Sejumlah wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, mengalami persoalan sama. Mereka berangkat pagi dari Yogyakarta dan sampai Candi Borobudur pada petang hari. “Tamu menjadi tidak nyaman. Sangat disayangkan,” kata Sudianto.

Ia kecewa terhadap sikap pemerintah yang belum mampu mengantisipasi kemacetan yang terjadi setiap kali libur Lebaran tiba. Padahal jumlah wisatawan yang memanfaatkan biro travel terus meningkat seiring dengan kebutuhan mereka berwisata saat libur Lebaran. Rata-rata mereka singgah ke obyek wisata di Yogyakarta dan Jawa Tengah. (*/TMP)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.