Home FILM LSF agar jadi mercusuar yang memberikan arah bagi film Indonesia

LSF agar jadi mercusuar yang memberikan arah bagi film Indonesia

0
1042

Bisniswisata.co.id: Mendikbud Anies Bawesdan mengatakan film merupakan produk budaya dan menjadi pembentuk budaya Indonesia. Karena itu, kata Mendikbud, Lembaga Sensor Film (LSF) merupakan pintu yang sangat strategis untuk budaya Indonesia ke depan.

“LSF hendaknya berperan seperti mercusuar bagi kapal-kapal yang melaju ke tujuan. LSF memberikan arah bagi perfilman Indonesia,” ujar Mendikbud ketika melantik 17 Anggota LSF, Selasa.

Untuk itu, sensor hendaknya tidak sekadar “main potong” film, tetapi juga mementingkan pendidikan. Saat ini dunia film makin produktif karena itu peran sensor sekarang berbeda dengan era sebelumnya karena ada demokratisasi dalam arti politik ataupun dalam akses sumber-sumber informasi.

Pelantikan sempat tertunda sehari karena bertepatan dengan beberapa rotasi jabatan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara 17 Anggota LSF selengkapnya yang disumpah oleh Mendikbud adalah Ahmad Yani Basuki, Rommy Fibri Hardianto, Imam Suharjo, Mukhlis Paeni, Zaitunah Subhan, Dody Budiatman, Ni Luh Putu Elly Erawati.

Anggota baru lainnya adalah C. Musiana Yudhaswathi, Suzen HR Tobing, Noor Saadah, Arturo Gunapriatna P., M. Sudama Dipawikarta (Dhipa Galuh Purba), Nasrullah, Monang Sinambela, Wahyu Tri Hartati, Syamsul Lusa, dan Dyah Citraria Liestyawati.

Terpilih sebagai Ketua LSF adalah Ahmad Yani Basuki, mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.Dia menjadi Ketua LSF melalui pemilihan intern dengan menyisihkan dua calon lain, yaitu Mukhlis Paeni dan Syamsul Lusa. “Kami berjanji akan mengedepankan dialog dalam proses penyensoran,” ujar Ahmad Yani Basuki.

Dalam Undang-Undang Perfilman yang baru memang LSF tidak dimungkinkan melakukan pemotongan langsung, tetapi harus dengan dialog dengan pemilik film dan pemotongan dilakukan oleh pemilik film.

“Ketika ada sesuatu yang oleh LSF koreksi, seperti dikurangi atau diperbaiki, tentu akan kami dialogkan dengan produser. Kami punya kewajiban mendorong produktivitas insan perfilman, tetapi juga menampung kehendak rakyat tentang film,” katanya sesuai pemilihan.

Menurut Ahmad Yani Basuki, LSF bekerja dengan tuntunan norma-norma dan pihaknya akan meningkatkan sosialisasi untuk mendorong kesadaran masyarakat menyensor sendiri film-film yang hendak ditonton
(Rita Sri Hastuti)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.