Low Season, Perang Tarif Hotel Merebak

0
793
Hotel

YOGYAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: PARIWISATA Indonesia mulai mengalami low season. Kondisi ini terjadi sejak awal Januari diprediksi hingga Maret 2016. Akibatnya okupansi atau tingkat hunian kamar hotel cenderung rendah dengan rata-rata mencapai 55% atau menurun 20% dari okupansi normal.

Selain Low season, penurunan itu dikarenakan tidak adanya musim liburan baik di Indonesia maupun mancanegara. Juga dampak aksi teror bom yang terjadi di kawasan Thamrin Jakarta beberapa waktu lalu, masih membayangi wisatawan.

“Kondisi ini dapat memicu munculnya persaingan hotel dengan cara yang tidak sehat antara lain dengan melakukan perang tarif atau penurunan tarif di bawah batas bawah tarif yang disepakati,” papar ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istijab M Danunagoro di Yogyakarta.

Apalagi, sambung Istijab, kini ditambah dengan jumlah pembangunan hotel di Yogyakarta yang terus meningkat setiap tahun. “Sehingga berbagai cara akan dilakukan, seperti penurunan tarif agar mereka sama-sama mendapatkan kunjungan wisatawan,” lontar Istijab seperti dilansir Antara, Jumat (29/01/2016).

Menurutnya, untuk menarik minat kunjungan pengelola hotel cukup mempromosikan program-program yang menarik bagi calon pengunjung. Untuk mendukung hotel tetap mendapatkan jumlah kunjungan yang baik, pada Februari 2016 PHRI DIY juga akan memprogramkan paket heboh berupa paket perjalanan dan akomodasi wisata murah. “Sehingga para pengelola hotel tidak perlu berlomba menurunkan tarif terlalu rendah,” sarannya.

Ditegaskan, pengelola hotel, khususnya yang tergabung dalam keanggotaan PHRI DIY, seharusnya menaati harga atau tarif batas bawah yang telah disepakati bersama.

Sesuai kesepakatan anggota PHRI DIY, hotel bintang lima dibatasi dengan tarif paling rendah Rp500 ribu, bintang empat Rp400 ribu, bintang tiga Rp300 ribu, bintang dua Rp250 ribu dan bintang satu Rp200 ribu. “Kami hanya bisa memberikan dorongan dan menegur jika mereka melanggar,” tandasnya serius.

PHRI mendesak agar pengelola perhotelan di daerah Yogyakarta menghindari perang tarif selama musim sepi pengunjung yang diperkirakan terjadi hingga Maret 2016. “Memang lagi Low season, kami perkirakan masih akan terjadi hingga Maret, biasanya terjadi persaingan penurunan tarif sewa kamar,” ucapnya. (*/end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.