Long Weekend, Pantai Akkarena dan Gunung Kidul Diserbu Wisatawan

0
491
Menikmati sunset di Pantai Akkarena (Foto: wisata holik)

MAKASSAR, Bisniswisata.co.id: Kunjungan ke Pantai Akkarena, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengalami lonjakan signifikan mencapai tiga kali lipat, rentang Sabtu-Senin, 22-24 April. Lonjakan pengunjung terjadi lantaran adanya momentum libur long weekend alias libur panjang akhir pekan. Warga Kota Daeng memilih Pantai Akkarena di bawah naungan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) dengan alasan murah, aman, dan terjangkau.

Public and Media Relation PT GMTD Hasrul mendata tercatat 2.000 – 5.000 pengunjung menyerbu objek wisata Pantai Akkarena pada libur long weekend kali ini. Hari biasa, kunjungan ke objek wisata yang terletak di tengah Kota Makassar itu hanya berkisar 5.00-1.500 orang. “Kunjungan meningkat sampai tiga kali lipat,” kata Hasrul di Makassar, Senin (24/4/2017).

Peningkatan kunjungan ke Pantai Akkarena pada libur long weekend sudah diantisipasi dengan peningkatan pelayanan untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung. PT GMTD selaku pengelola Pantai Akkarena menempatkan sejumlah penjaga pantai dan menggandeng unsur Badan SAR Nasional (Basarnas). “Faktor keamanan dan kenyamanan selalu kami utamakan,” tutur dia.

Kunjungan ke Pantai Akkarena didominasi oleh mereka yang sudah berkeluarga maupun komunitas. Mereka tampak asyik bermain pasir dan ada pula yang berendam, meski cuaca di Kota Makassar terbilang terik. Pengelola Pantai Akkarena juga memasang pembatas berupa tanggul pemecah ombak sehingga aktivitas pengunjung lebih aman dari potensi terseret ombak.

Seorang pengunjung, Andini (28), memilih menghabiskan waktu liburan di Pantai Akkarena dengan alasan lokasinya terjangkau. Selain itu, lokasi Pantai Akkarena terbilang bersih ketimbang objek wisata pantai lain di Kota Makassar. “Di sini lebih bersih dan aman. Pantainya juga tidak di dalam. Jadi, aman untuk anak-anak,” ucap Andini yang datang bersama rombongan keluarganya.

Menurut Andini, opsi untuk berwisata ke luar daerah saat liburan long weekend sebenarnya cukup terbuka. Namun, pihaknya mempertimbangkan jarak dan biaya yang tentunya akan lebih besar. “Lebih baik di Pantai Akkarena saja karena di sini kan tidak jauh dan tidak perlu repot,” ucap dia.

Pengunjung lainnya, Gampang (32), mengatakan berlibur di Pantai Akkarena karena pertimbangan biaya lebih murah dibandingkan berwisata ke luar daerah. Belum lagi, tenaga terkuras bila harus bepergian jauh ke daerah. “Kalau di sini (Pantai Akkarena) kan dekat, apalagi liburan hanya sampai hari ini. Besok (Selasa, 25 April) sudah harus masuk kerja lagi,” ucap karyawan swasta di Kota Makassar itu.


Gunung Kidul

Serbuan Libur Long Weekend juga terjadi di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekitar 50 ribu orang, ditargetkan kunjungan wisatawan yang diharapkan menyumbang pendapatan asli daerah Rp 400 juta selama libur panjang 22-24 April 2017. “Kami optimistis akan memenuhi target selama tiga hari libur ini,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Hary Sukmono, di Gunung Kidul, Senin (24/4).

Jumlah kunjungan masih didominasi oleh objek wisata pantai yang mencapai 80 persen dari total kunjungan. Sedangkan sisanya sebesar 20 persen berasal dari objek wisata Gunung Api Purba Nglangran, dan objek wisata minat khusus lain seperti Gua Pindul. “Pada Ahad (23/4) diperkirakan ada 25 ribu-an pengunjung,” katanya.

Untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan, kata Hary, pihaknya menambah 50 orang petugas kebersihan pantai dan petugas tempat pemungutan retribusi (TPR) ditambah 15 orang. “Kami terus berupaya agar wisatawan nyaman berkunjung,” katanya.

Sedangkan untuk Gua Pindul, pengunjung membeludak, bahkan harus menunggu hingga berjam-jam. Salah seorang wisatawan domestik asal Jember, Muhammad mengatakan, dia harus menunggu hingga berjam-jam agar bisa masuk ke kawasan Gua Pindul. “Saya harus menunggu karena antreannya cukup panjang,” katanya.

Untuk mengantisipasi kemacetan, Kasat Lantas Polres Gunung Kidul AKP Samiyono mengaku sudah menempatkan petugas yang berjaga di sekitar objek wisata menuju pantai. “Kami terus berupaya mengurai kemacetan, dengan menempatkan personel yang diperlukan,” katanya. (*/weo)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.