Load Factor 93 Persen, Segera Daily Flight Tokyo- Bali

0
1245

BALI, bisniwisata.co.id, PENERBANGAN perdana pesawat Airbus 330-300 AirAsia X Indonesia XT402 dengan load factor  93 persen dari Narita Tokyo, Kamis siang (25/5) mendarat mulus di landasan pacu bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung Bali.

Penerbangan perdana ini disambut staf khusus Menteri Bidang Infrastruktur Pariwisata, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia; staf ahli Menteri Bidang Ekonomi Kawasan dan Kemitraan Perhubungan, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Konsul Jenderal Jepang di Denpasar, Direktur Eksekutif Japan National Tourism Organization,  Komisaris AirAsia X Indonesia, Komisaris AirAsia Indonesia, CEO Grup AirAsia untuk Indonesia, dan Direktur Utama AirAsia X Indonesia.

Didirikan pada tahun 2014, AirAsia X Indonesia merupakan afiliasi dari Grup AirAsia X yang melayani penerbangan jarak jauh berbiaya hemat pertama di Indonesia. AirAsia X Indonesia saat ini mengoperasikan 2 Airbus A330-300 dengan 12 kursi Premium Flatbed dan 365 kursi kelas ekonomi.

Sebagai layanan penerbangan langsung jarak jauh berbiaya hemat yang menghubungkan Indonesia dan Jepang, membuka peluang lebih luas pelancong Jepang untuk mengunjungi Indonesia dengan tarif terjangkau dan sebaliknya, sehingga hal ini akan berkontribusi pada pertumbuhan pariwisata di kedua negara.

“Rute baru ini, memberikan lebih banyak pilihan bagi pelancong dari Indonesia dan Jepang. Kedua negara pasti mendapat keuntungan dari terselengarakannya penerbangan langsung Narita Tokyo dan Bali. Dampaknya pada sisi ekonomi yang positif, terutama di bidang pariwisata,” ungkap Konsul Jenderal Jepang, Hirohisa CHIBA.

“Dengan tingkat keterisian penumpang (load factor) yang mencapai 93 persen pada penerbangan perdana, salah satu alasan kami memutuskan untuk meningkatkan frekuensi penerbangan dari 4 kali seminggu menjadi setiap hari, mulai 16 Juni 2017,’’ papar CEO Grup AirAsia untuk Indonesia, Dendy Kurniawan.

AirAsia saat ini menghubungkan Bali dengan empat kota di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Solo, serta lima destinasi internasional; Kuala Lumpur, Singapura, Bangkok, Darwin dan Perth.

Ekspansi ke pasar Jepang menurut Staf Khusus Menteri Bidang Infrastruktur Pariwisata, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Judi Rifajantoro sejalan dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan jumlah wisatawan internasional yang datang ke Indonesia. “Dukungan dari maskapai, termasuk AirAsia, dengan rute-rute baru yang menghubungkan Indonesia dengan belahan dunia lainnya, kami optimis bahwa kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai target kedatangan turis asing,” jelasnya.

Tercatat dalam tahun 2016, jumlah wisatawan Jepang yang berlibur di wilayah Kabupaten Badung, pintu gerbang utama ke datangan dan keberangkatan wisatawan mencapai 234.871 orang. * Dwi/bi[email protected]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.