Libur Panjang Bukan Jaminan Hotel di Bali Capai Okupansi Tinggi

0
762

KUTA, Bali, test.test.bisniswisata.co.id: Libur panjang di Bali bukan jaminan semua hotel bisa mencapai tingkat hunian tinggi meskipun jumlah kunjungan wisatawan terutama nusantara meningkat tajam, ungkap Jeffrey Wibisono, General Manager Hotel Alaya,Kuta, Bali, hari ini.

“Posisi hari Kamis atau hari pertama libur panjang 5-8 Mei tingkat hunian hotel kami sudah 93% dan sampai Minggu mencapai 100%. Dari 16 hotel berbintang empat di kawasan Kuta, yang mencapai tingkat hunian diatas  85% hanya tiga hotel  termasuk Hotel Alaya Kuta,” ungkap Jeffrey.

Sementara hotel bintang empat lainnya di Kuta bervariasi tingkat huniannya ada yang mencapai 53% bahkan ada yang hanya 45,6%. Jeffrey memperkirakan selama libur panjang rata-rata tingkat hunian di kawasannya capai peningkatan 20%.

Pulau Bali masih menjadi salah satu ikon wisata terpopuler di Indonesia. Libur panjang kali ini pun banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berkunjung ke Pulau Dewata itu. Selain ada peningkatan wisatawan nusantara (domestik), Hotel Alaya Kuta juga banyak menerima kunjungan wisatawan mancanegara.

“Sehari-hari kami banyak menerima wisatawan dari China, Eropa dan Arab. Wisatawan Arab dari kawasan Timur Tengah mulai membanjiri Bali dari Mei-November karena sudah ada penerbangan langsung Emirates Air ke Bali,” jelasnya.

Menurut dia, sebagian besar wisatawan yang berlibur ke Bali kali ini adalah domestik. Hal tersebut karena liburan panjang ini hanya di Indonesia selain perayaan Kenaikan Isa Almasih juga dilanjutkan dengan libur perayaan Isra Miraj Nabi Muhamnad SAW. Bulan Mei sebenarnya masih termasuk low season. Sehingga, dengan adanya libur panjang ini tentu sangat membantu meningkatkan okupansi hotel bulan ini.

Wisatawan yang datang saat libur panjang ke Bali kali ini kebanyakan berasal dari Jakarta, Surabaya dan Banyuwangi yang hanya membutuhkan waktu lima jam perjalanan darat dari kota di Jawa Timur itu.

Etty Miharti, ibu dua anak yang menemani kedua putranya berlibur di Bali mengatakan selain menikmati terbenamnya matahari di Pantai Kuta, dia juga mengunjungi obyek wisata lain seperti Pura Uluwatu untuk menonton sunset dilanjutkan atraksi tari kecak di pura itu. Jumlah wisatawan yang menonton Tari Kecak membludak tak tertampung.

Wisatawan nusantara dari Jatibening, Bekasi itu mengatakan bahwa libur panjang sudah ditandai lama oleh anak semata wayang dan seorang anak angkatnya yang kini sudah bekerja sehingga mereka jauh-jauh hari sudah cuti dan memesan penerbangan sehingga tiba pada Selasa 3 Mei lalu di Bali.

“Ketika kami tiba dua hari lalu jalanan masih padat merayap tapi mulai libur nasional jalanan macet total. Kami lihat di TV libur panjang kali ini di berbagai daerah dan jalan tol seperti libur Lebaran saja,” unkapnya.

Menurut Etty, kedua putranya suka sekali liburan di Bali karena banyaknya obyek yang bisa dieksplore dan selalu ada hal-hal yang baru di Pulau Dewata ini. Itulah sebabnya dia dan keluarga sudah memiliki hotel langganan di kawasan Kuta, tempat sewa mobil langganan yang siap serah terima mobil di bandara serta tempat-tempat makan halal yang patut dikunjungi.

Meski banyak hotel baru bermunculan, pihaknya lebih suka kembali ke hotel yang bisa memberikan pelayanan yang baik, karyawannya ramah dan akrab sehingga tamu merasa betah. Dia tak heran meski jumlah wisatawan yang datang ke Bali membludak tapi ada hotel yang tingkat huniannya masih di bawah 50% karena pelayanan dan kenyamanan tetap jadi perhatian utamanya.

“Anak-anak sekarang akrab dengan gadget dan beragam aplikasi sehingga untuk urusan liburan mereka sudah bisa mengatur semua kebutuhan berlibur secara online,” kata Etty yang meniggalkan Pulau Dewata menuju Jakarta Jumat malam sehingga masih bisa menikmati dua hari libur panjang di rumah.

Dia berharap masalah toilet di obyek wisata seperti Uluwatu dan tempat umum lainnya mendapat perhatian penuh pemerintah daerah setempat karena menjadi cerminan budaya bangsa. (Hilda Ansariah Sabri).

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.