Libur Panjang, 35.000 Kendaraan Serbu Puncak

0
428
Kemacetan menuju Puncak Bogor

BOGOR, Bisniswisata.co.id: Menjelang libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan hari raya wafatnya Isa Al-Masih pada Jumat-Minggu (14-16), kawasan Puncak akan terus dipadati kendaraan dengan kisaran jumlah kendaraan mencapai 35 ribu unit/hari.

“Biasanya kawasan Puncak saat musim libur panjang akhir pekan seperti ini dipadati kendaraan mencapai 30.000-35.000 unit/hari. Sementara daya tampung kendaraan di jalur Puncak sendiri hanya mencapai 10.000 kendaraan,” jelas Kepala Satlantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama, Kamis (13/04/2017).

Selama libur panjang ini, agar tidak terjadi kemacetan parah pihaknya menghimbau agar kendaraan besar seperti truk yang hendak mengarah ke kawasan Puncak saat siang hari agar memilih jalur Bogor-Ciawi-Sukabumi.

“Kami menghimbau, kepada para pengendara untuk mentaati aturan lalu lintas dan ta’ati apa yang menjadi perintah dari petugas. Tidak boleh ada yang berusaha mendahului atau melambung ke jalur berlawanan jika terjadi kemacetan,” jelasnya.

Dikatakan, Kemacetan di kawasan Puncak (Ciawi-Megamendung-Cisarua) Bogor menjelang libur panjang akhir pekan tak bisa terhindarkan. Selain karena tak seimbangnya kapasitas jalan dengan volume kendaraan yang masuk kawasan berhawa sejuk itu, banyaknya kendaraan yang keluar masuk jalur alternatif dan penginapan juga memperparah kemacetan.

Akibatnya kendaraan tersendat di beberapa titik keramaian dan persimpangan, seperti di simpang Gadog, Pasir Muncang, Pasir Angin, Cipayung, Megamendung, Cimory, Pasar Cisarua, Taman Safari Indonesia (TSI) dan kawasan Masjid Atta’awun.

“Tapi di lokasi rawan terjadinya kemacetan itu sudah kita sebar personil untuk mengatur lalu lintas, sistem satu arah diberlakukan mulai kawasan Gadog, khususnya selepas hingga Puncak Pass, dan diberlakukan secara berkala,” ucapnya.

Jalan bakal kembali ditutup pada pukul 13.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Jadwal tersebut akan terus dilakukan hingga libur berakhir pada Minggu (15/04). “Sementara itu yang kita lakukan. Karena itu sudah menjadi yang terbaik selama 30 tahun kita lakukan. Jadi enggak ada yang harus di bagaimanakan lagi,” katanya. (*/SIO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.