Libur Lebaran, Ubur-ubur Beracun Ancam Wisatawan Bahari

0
3254
Petugas SAR Tontonkan Ubur-ubur Beracun di Pantai Parangtritis (foto: kaskus.com)

GUNUNG KIDUL, test.test.bisniswisata.co.id: DESTINASI wisata pantai di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, bakal menjadi incaran masyarakat yang akan menghabiskan waktu libur lebaran. Namun, wisatawan harus waspada dan ekstra hati-hati, lantaran memasuki bulan Juli 2015, diprediksi bakal muncul ubur-ubur beracun di sekitar pantai di wilayah Gunungkidul.

“Hal itu dikarenakan kondisi perairan memasuki masa dingin. Ubur-ubur beracun atau rhizitomae ini mengambang 200 meter dari bibir pantai, ” kata Koordinator Wilayah (Korwil) SAR II Pantai Baron, Marjono, di Yogyakarta, Kamis (09/07/2015).

Menurut Marjono. ubur-ubur beracun jika diterjang gelombang maka akan menepi ke pinggir pantai hingga pasir pantai sehingga wisatawan yang berada di pinggir pantai punya resiko besar tersengat. “Wisatawan yang tak hati-hati sangat mudah tersengat ubur-ubur beracun tersebut,” paparnya.

Dijelaskan, ubur-ubur dengan warna dominasi biru ini tergolong ke dalam kelas Scyphozoa. Tubuhnya yang berbentuk payung berumbai, bisa menyebabkan kesakitan bagi yang tidak tahan, kulit akan terjadi luka seakan terbakar, sehingga tidak sedikit yang harus dilarikan ke puskesmas, klinik terdekat atau ke rumah sakit.

Di sepanjang pantai Gunungkidul berpotensi ada ubur-ubur, hanya satu pantai yakni pantai baron yang tidak ada ubur-uburnya, karena ada air tawar. “Jika terkena sengatan biasanya panas disekitar luka dan yang tidak kuat jatuh pingsan,” katanya

Guna mengatasi sengatan biasanya menggunakan alkohol dan ramuan tradisional. “Untuk 22 titik pantai membutuhkan alkohol sekitar 22 liter, selama musim libur ini,” katanya.

Bupati Gunungkidul Badingah mengaku sudah mendengar adanya ancaman ubur-ubur bagi wisatawan lebaran yang berkunjung ke pantai. “Kami sudah meminta pada semua puskesmas kawasan pantai untuk membantu pengobatan bagi korban Ubur-ubur, termasuk menyediakan alkohol dalam jumlah cukup. Bahkan mobil ambulan puskesmas kami harap selalu siaga di kawasan pantai,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here