Libur Lebaran di Jawa Barat, menikmati Bandung beyond

0
1786
Petualangan di Green Canyon, Ciamis, wisata alam yang mengagumkan. ( foto: repro Google)

pesona-indonesia_update-22nov

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Mudik Lebaran  kerap menjadi suatu kegiatan yang ‘wajib’ dilakukan apalagi kalau orangtua atau mertua di kampung halaman tidak bisa sering-sering ditengok sepanjang tahun. Nikmatnya berkumpul bersama keluarga, menikmati kuliner khas daerah apalagi masakan ibu menjadi kerinduan anak-anak dimanapun mereka berada.

Tidak heran sesulit apapun terutama menghadapi kemacetan lalu lintas sepanjang jalur Lebaran melewati jalan-jalan provinsi maupun jalan alternatif  maka mudik menjadi opsi pertama bagi Gungsri Netera.

“ Mudik saat Lebaran hari pertama dari Jakarta ke Ciamis memakan waktu sebelas jam, padahal kalau jalan normal hanya tujuh jam. Sekarang kembali ke Jakarta malah memakan waktu selama 19 jam,” keluhnya lewat SMS.

Menghadapi jalanan macet cobalah sesekali merencanakan perjalan mudik yang tidak biasa dan tidak menjenuhkan, salah satunya dengan menyinggahi tempat-tempat wisata yang berada disepanjang jalur mudik.  Kita bisa sesekali beristirahat dan menyiapkan oleh-oleh untuk keluarga dikampung halaman.

Mengunjungi mertua di Ciamis, untungnya Gungsri sudah mengunjungi obyek-obyek wisata yang ada sehingga lebih siap menghadapi perjalanan pulangnya. Berwisata membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih segar dengan pengalaman wisata alamnya. Ciamis yang berada diujung wilayah Jawa Barat berbatas dengan beberapa kabupaten disekitarnya seperti Kabupaten Majalengka, Kuningan ,Kota Banjar di sebelah timur, Kab. Pangandaran dan Samudra Hindia di bagian selatan, serta Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya di sebelah barat sehingga pilihan tempat wisata sangat beragam untuk dikunjungi.

Bagi wanita mualaf asal Bali ini, salah satu objek wisata yang menarik dan paling terkenal di Ciamis adalah Ngarai Hijau atau Green Canyon. Tempat wisata ini juga sering di kunjungi oleh wisatawan dari mancanegara. Gungsri bahkan sempat pula melakukan wisata pantai yaitu Pantai Pangandaran yang terletak di Desa Pananjung dan membeli oleh-oleh untuk teman-teman kantor seperti sale pisang, gula merah, galendo, serta abon ikan patin.

Pulang mudik sambil berwisata juga yang dilakukan Evi bersama Tata suaminya dengan tiga anak remajanya, Rakha serta si kembar  Shasa dan Shisi. Perjalanan darat dengan kendaraan pribadi dari Banjar dilakukan usai sholat subuh.

Maklum kelemahan jalur Selatan adalah bila tidak hafal jalan bisa kesasar karena kurang rambu petunjuk jadi harus ditunjang dengan cuaca yang terang benderang. Namun keunggulannya jalan berkelok dan melewati banyak kota dan banyak melewati kota wisata seperti Tasikmalaya, Garut sebelum transit di Bandung semalam.

Mudik Lebaran tahun ini, mereka sepakat menikmati Bandung beyond, maksudnya tidak terfokus pada ibukota provinsi Jawa Barat itu yang selalu padat dibanjiri wisatawan nusantara, tapi menikmati perjalanan di kota-kota lainnya.

Bordir Tasikmalaya ( kanan) dan aneka kerajinan di Rajapolah, salah satu daya tarik wisata belanja di Tasikmalaya
Bordir Tasikmalaya ( kanan) dan aneka kerajinan di Rajapolah, salah satu daya tarik wisata belanja di Tasikmalaya

Tidak lengkap jika tidak singgah di kota Tasikmalaya tanpa mengunjungi sentra kerajinan tangan dan budaya yang begitu terkenal. Beberapa kerajinan tangan asli Tasikmalaya adalah payung geulis, kelom geulis, batik, mebel, bordir, anyaman dan kuliner. Payung dan kelom geulis sudah menjadi trademark kota Tasikmalaya yang termasyur karena unik dan berbeda.

Tasikmalaya berada persis di tengah-tengah jantung bumi Priangan Timur dan Selatan, diapit oleh Ciamis dengan objek wisata Pangandaran yang telah melegenda,Sumedang dengan objek wisata museum yang menyimpan sejarah perkembangan bumi priangan, dan Garut dengan objek wisata Cipanasnya yang tersohor.

Daya tarik lainnya bagi Evi memilih jalur ini adalah  karena adanya sentra Kerajinan anyaman Rajapolah. Di sepanjang jalan tampak toko-toko yang menjual aneka kerajinan berbahan anyaman. Sentra kerajinan anyaman Rajapolah telah eksis lebih dari 30 tahun. Sebagian besar hasil kerajinan diekspor ke negara Eropa dan Asia. Ada anyaman bambu, rotan, pandan, serat alami seperti agel. Kerjainan topi, tas, sandal, boks kemasan dijual dengan harga murah mulai dari Rp 10.000.

Selain itu, popularitas kerajinan bordir Tasik tepatnya di Kecamatan Kawalu juga menarik hatinya. Produk yang banyak di jumpainya pusat perbelanjaan grosir seperti di Thamrin City dan Pasar Tanah Abang kini sudah di depan mata. Hampir semua rumah di sini memproduksi bordir. Dari luar terlihat mesin-mesin besar sedang beroperasi. Mobil-mobil boks bongkar muat barang, mengangkut produk bordir yang biasanya dikirim ke Tanah Abang, Solo juga Surabaya dan ekpor ke luar negeri seperti ke Malysia, Arab, Jeddah dan Dubai.

Puas berbelanja, Evi dan Tata memutuskan untuk singgah di kawah dan pemandian Air panas Gunung Galunggung. Soalnya obyek wisata alam kondang lainnya di Jawa Barat seperti Tangkuban Perahu dan Kawah Putih T yang berada di Gunung Patuha sudah pernah di kunjungi bersama anak-anak.

Pintu masuk menuju kawasan wisata Gunung Galunggung, menikmati alam dan pemandian yang menyegarkan raga setelah perjalanan mudik. ( foto: repro the clumsyduck journal)
Pintu masuk menuju kawasan wisata Gunung Galunggung, menikmati alam dan pemandian yang menyegarkan raga setelah perjalanan mudik. ( foto: repro the clumsyduck journal)

Gunung Galunggung merupakan salah satu gunung berapi di Kabupaten Tasikmalaya dengan ketinggian 2.167 km di atas permukaan laut. Letaknya sekitar 17 km dari kota Tasikmalaya dan setelah meletus pada tahun 1982, kini Gunung Galunggung di jadikan obyek wisata utama dengan suguhan eksotisme alam yang mempesona, ditambah dengan fasilitas fasilitas yang sampai saat ini terus di tingkatkan.

Beberapa tempat eksotis itu diantaranya akan membuat pengunjung terpana oleh sebuah danau di puncak Gunung Galunggung dengan Ratusan anak tangga menyambut untuk sampai di lokasi tersebut. Selain itu, ada kolam renang dan beberapa kolam rendam dan bak pemandian air panas siap memanjakan  di lereng gunung berapi tersebut menghilangkan rasa pegal-pegal selama perjalanan panjang.

Hari sudah malam ketika mobil masuk kota Bandung, Rakha dan si kembar Sasha dan Shisi sudah terlelap lepas dari kota Garut. Tata memilih menginap di kawasan Lembang karena besok, mereka seharian akan mampir di tiga tempat dengan petualangan seru yang baru. Untuk mencari petualangan seru di wilayah Jawa Barat ini laman resmi Kementrian Pariwisata; www.indonesia.travel telah mengupas tuntas beragam jenis pengalaman wisata yang diinginkan wisatawan.

Mulai dari kawasan Puncak, Bogor  tempat wisata akhir pekan yang diminati wis atawan dari kota Jakarta dan sekitarnya, hingga menjadi tujuan destinasi dari wisatawan dari Timur Tengah yang menikmati udara sejuk.  Bisa pilih petualangan berkemah di Kampung Cai Ranca Upas di kawasan Ciwidey, tinggal di desa wisata Cinunuk, Cileunyi atau pilih menginap di Desa Wisata Jelekong Bale endah.

Floating Market Lembang

Di Lembang Bandung, terdapat sebuah destinasi berlibur yang unik dengan pemandangan  indah yaitu Floating Market atau pasar terapung yang  mungkin terinspirasi pasar terapung di Muara Sungai Kuin, Banjarmasin atau  pasar terapung Damnoen Saduak, Bangkok.

Hanya bedanya kalau di Banjarmasin dan Bangkok, baik pembeli maupun penjual menggunakan sampan dalam bertransaksi maka di Floating Market Lembang para penjual saja yang berada di atas perahu menjajakan aneka kuliner. Jadi perahu-perahu ini hanya ditambatkan di pinggir danau. Jadi pembeli melakukan transaksi tanpa harus ikut naik perahu ke tengah danau. Kecuali pengunjung yang sedang naik sampan atau kano.

Secara prioritas, Floating Market Lembang Bandung menghadirkan tiga tema utama, yaitu area bermain, belajar, dan kuliner dengan konsep outdoor seperti beberapa tempat wisata di Bandung lainnya. Untuk kuliner pilihannya memang beragam karena tersedia berbagai menu jajanan dan aneka kuliner, seperti Siomay, Seblak, Martabak Mini, Duren Bakar, Tahu Lembang, hingga Ketan Bakar tersedia lengkap di sana.

Tak lupa makanan kategori “berat”, seperti Ikan Bakar, Ikan Goreng, Sate, Soto, dan makanan-makanan pengisi perut lainnya juga tinggal Anda pilih. Selain itu, pengunjung juga  akan dengan mudah pula menjumpai makanan kuliner daerah lain di nusantara.

Area Floating Market ini diresmikan sejak Desember 2012 lalu memanfaatkan sebuah danau atau di sebut Situ Umar namanya. Sekarang Situ (danau) ini diperluas. Dilengkapi dengan aneka fasilitas lain. Termasuk perahu-perahu yang menjual aneka makanan, hasil kerajinan, tanaman dan asesoris terpadu dengan ragam fasilitas seperti outlet factory dan wahana modern lainnya.

Kampung Gajah Wonderland ( kiri), Floating Market, Lembang ( foto Google)
Kampung Gajah Wonderland ( kiri), Floating Market, Lembang ( foto Google)

Keunikan lainnya adalah kehadiran wahana lain yang tak kalah menarik, misalnya Taman Angsa dan Taman Kelinci dimana secara langsung para orangtua dapat mengenalkan satwa kepada anak-anak. Bahkan di Taman kelinci ini anak-anak dapat memberi makan kelinci-kelinci lucu yang memang sengaja dibiarkan berkeliaran bebas.

Bergaya ala cowboy di De Ranch

Dari Floating Market lanjut ke tempat wisata berikutnya yaitu De`Ranch yang hanya berjarak sekitar 1 km saja. Rakha yang paling girang ketika rombongan kecil ini tiba. Sejak di area parkir ternyata sudah ada kejutan yaitu tiket parkir bisa ditukar dengan minuman susu sapi dingin.

Pengunjung yang datang ke De Ranch akan diberikan kostum sebagaimana layaknya seorang cowboy, berkuda di temani pemandu  sehingga dari kostum dan suasana yang diciptakan membuat anak-anak  mendapatkan pengalaman baru.

Belajar menunggang kuda berikut memahami pemeliharaan dan perawatan kuda yang baik atau sekedar melepas kepenatan dari rutinitas yang membelenggu di tengah udara yang sejuk memang membuat semua anggota keluarga dapat menikmati fasilitas yang ada.

Daya tarik De Ranch selain menunggang kuda adalah  naik delman, kegiatan fun boat, panahan, gold hunter, naik kuda poni, memancing per 30 menit, flying fox, balon air, sepeda track, sepeda balita, loncat anak , tangkap Ikan, trampoline, kolam Indian Totem Web, peti luncur dan permainan lainnya.

Sebelum meninggalkan  De Ranch Lembang, Evi masih bisa menyalurkan hobi kuliner mencicipi sosis dan susu segar yang dihasilkan dari peternakan yang menjadi bagian dari De Ranch serta membeli tanaman hias yang membuat bagasi mobil menjadi makin sesak.

Kampung Gajah Wonderland

Ibarat pepatah, Sekali Dayung, dua –tiga pulau terlampaui maka Evi dan Tata masih memuaskan keingintahuan putra-putrinya untuk mampir ke Kampung Gajah Wonderland sebelum kembali ke Jakarta.

Lokasinya di Jln. Sersan Bajuri Km 3.8, Lembang, Bandung , sebuah objek wisata terpadu yang memadukan secara harmonis antara wisata kuliner, wisata keluarga, dan wisata belanja dan berbagai sarana hiburan di ketinggian 900 meter dpl dengan panorama alam yang menyegarkan dan udara yang sejuk.

Jenis permainannya cocok untuk Shasa dan Shisi serta sang ayah sehingga ketiganya asyik menjajal aqua boat, bumper boat (perahu yang saling menyenggol di dalam kolam), rumah Spongebob, buggy offroad (bermain menggunakan mobil buggy berbagai jenis sambil mengelilingi lintasan), Mini ATV (Permainan mobil untuk segala jenis medan).

Ada pula skyrider,meluncur di udara menggunakan tali layaknya flying fox), formula kart, futuristic train , tubby, octopus racer, wave pool, kiddy pool, tornado, skyview, wahana permainan untuk melihat seluruh kawasan Kampung Gajah Wonderland dan Segway.

Dalam hal kuliner, bisa dijumpai  restoran Jepang, restoran Barat, restoran Asia, dan restoran Indonesia dan untuk wisata belanja juga dapat dipenuhi di arena yang sama karena ada tersedia outlet yang menyediakan berbagai produk fashion.

Keluarga Tata akhirnya memutuskan untuk kembali menginap di sebuah hotel menjelang jalan tol Pasteur sehingga mereka bisa bersantai di hotel sambil melihat melihat hasil bidikan kamera video.

Apalagi masih tersisa lima hari ke depan sebelum anak-anak kembali masuk sekolah setelah Libur Lebaran bersamaan dengan liburan sekolah kali ini. Mereka belum bisa memutuskan apakah pulang melalui jalur Puncak Pass melewati kota wisata lainnya di Bogor. ( hildasabri@yahoo.com)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.