Lestarikan Tenun Ulos, Kemenprin pun Turun Tangan

0
483
Perajin Kain Tenun Ulos (Foto: http://www.fotografer.net)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Indonesia menyimpan potensi yang sangat besar dalam pengembangan industri fashion berbasis tradisi dan budaya. Salah satunya, kain tenun ulos. Malah kain tradisional asal Sumetara Utara ini, sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda, sehingga setiap tanggal 17 Oktober selalu diperingati sebagai Hari Ulos Nasional.

Agar kain Ulos tidak ditinggalkan oleh generasi penerus sekaligus agar tidak diakui negara lain, Kementrian Perindustrian pun turun tangan dengan melakukan pembinaan bagi perajin tenun Ulos di Sumatera Utara sebagai upaya pengembangan kain tenun nasional demi melestarikan warisan budaya Indonesia.

“Memang, untuk mendukung para perajin tenun dan ulos, Direktorat Jenderal IKM melakukan pembinaan dalam peningkatan kapabilitas IKM di bidang teknis produksi tenun Ulos,” papar Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih melalui siaran pers diterima di Jakarta, Selasa (18/10).

Langkah itu, antara lain melalui program restrukturisasi mesin peralatan, penguatan akses sumber bahan baku melalui pembuatan “material center”, dan promosi produk tenun melalui media audio visual, seperti pembuatan film animasi.

Dilanjutkan, hal yang perlu menjadi perhatian ke depannya dalam pengembangan fesyen dengan bahan kain Ulos. “Jadi, motif yang ditampilkan bukan motif Ulos yang digunakan dalam berbagai upacara ritual sehingga tidak merusak konsep sakral dari Ulos itu sendiri,” katanya.

Ulos masih digunakan sebagai kain dengan fungsi simbolik dalam tatanan masyarakat Batak, seperti halnya kegiatan Mangulosi yang melambangkan pemberian restu, kasih sayang, harapan, dan kebaikan lainnya.

Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini kain Ulos juga menjadi salah satu produk “fashion” bernilai seni tinggi, dengan motif khas seperti Gorga atau ukiran rumah khas adat Batak yang dapat memberikan nuansa unik dan keindahan tersendiri.

Ditjen IKM Kemenperin telah memfasilitasi beberapa kegiatan dalam upaya pelestarian Ulos, di antaranya Ulos berpartisipasi melalui peragaan busana. Salah satunya, hasil rancangan Deden Siswanto selaku desainer nasional yang memadukan Tenun Ulos dengan tren desain internasional pada acara Festival Danau Toba di Pulau Samosir pada 2013. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.