Lemhanas: Promosi Wisata via Film Box Office Dunia Lebih Mendunia

0
514
wisata dan budaya jadi daya tarik Turis mancanegara yang saksikan tari kecak (foto: en.wikipedia.org)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Marsekal Muda TNI Oktavian, peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) Ke-54Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) memberi masukan kepada pemerintah agar promosi wisata dan budaya dapat dilakukan melalui film-film Box Office dunia agar penonton dapat menyaksikan atraksi budaya-budaya Indonesia.

“Bahkan promosi lewat film tersebut, lebih mengena tepat sasaran, lebih mendunia dan sangat efektif. Ini strategi promosi yang luar biasa karena pemutaran film box office beredar di penjuru dunia, sehingga penonton dapat mengenal wisata dan budaya Indonesia,” papar Oktavian saat diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara Jakarta, Rabu (02/11/2016)

Dilanjutkan, sejumlah film box office yang mampu “menjual” wisata dan budaya Indonesia antara lain serial James Bond 007, Indiana Jones, Mission Imposible, Harry Porter, dan Tomb Raider.

“Film-film ini sangat efektif karena sebagaimana diketahui, Turki sangat meningkat promosi wisatanya hanya karena dua kali menjadi lokasi pembuatan film James Bond 007,” jelas Oktavian.

Dalam paparan lainnya, Oktavian menjelaskan guna meningkatkan sektor pariwisata Indonesia, pemerintah perlu membentuk panitia nasional beranggotakan para pemangku kepentingan mulai dari regulator, pemerintah maupun bisnis swasta dalam merumuskan kebijakan nasional berbasis indeks daya saing tur dan travel secara terintegrasi dan menyeluruh serta komprehensif.

“Kedua, membentuk pusat pengendalian badan otorita pariwisata di bawah Kemenkop UKM untuk memantau dan mengendalikan seluruh badan otorita pariwisata Indonesia yang akan dibentuk di seluruh provinsi,” ujar Oktavian.

Selain itu, badan otoritas pariwisata Indonesia juga perlu mendirikan perwakilan di sejumlah negara asing dengan wisatawan mancanegara yang terbanyak mengunjungi Tanah Air, sarannya.

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, dengan penduduk paling besar di ASEAN, yaitu 45% penduduk ASEAN ada di Indonesia, dan juga memiliki Product Domestic Bruto (PDB) sebesar 40-45%, kalau ada apa-apa di Indonesia, anggota ASEAN juga akan terkena imbas.

“Kita juga harus sadar bahwa apapun yang namanya negara-negara Asia, ini adalah kompetitor kita, adalah pesaing kita dalam mendapatkan investasi, dalam mendapatkan arus modal masuk,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya

Menurut kepala negara, ke depan pertarungan global hanya ada di dalam lingkup 3 (tiga) hal, yaitu memperebutkan energi, memperebutkan pangan, dan memperebutkan air. Tiga hal yang sesungguhnya Indonesia memiliki potensi, meski belum dikelola dengan baik.

“Tiga-tiganya sebetulnya kita memiliki potensi. Tiga-tiganya sebetulnya kita memiliki kekuatan. Tetapi belum di-manage, belum dikelola dengan baik,” tuturnya. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.