Lebaran, Wisatawan Lokal Padati Pulau Tidung

0
636

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Libur Lebaran, wisata Pulang Tidung Kepalauan Seribu bakal dipadati wisatawan lokal. Mengingat pemesan tempat penginapan terus mengalir. Dari 350 penginapan yang ada di Pulau Tidung, 95 % sudah memesan termasuk homestay, penginapan milik warga dan pengusaha.

“Jumlahnya bisa mencapai 20 ribu pengunjung selama empat periode atau empat hari setelah Lebaran,” kata Biro Perjalanan ke Pulau Seribu khususnya Pulau Tidung Jajul Karomi, kemarin.

Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Tidung, lanjut dia, bukan hanya dari warga Jabodetabek. Tetapi juga dari luar Jabodetabek. “Pengunjung sebagian besar dari Jabodetabek. Tetapi ada juga yang dari luar Jabodetabek seperti Cirebon, Bandung dan sebagainya,” tuturnya.

Diakui, Pulau Tidung memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang datang ke pulau tersebut. Dia menambahkan, warga asli Pulau Tidung juga kerap menjaga terumbu karang. “Pulau tidung itu eksotis karena selain terumbu karang, pantai dan murah meriahnya paket wisata. Pulau Tidung sendiri mempunyai daya tarik yakni jembatan cinta yang biasa dinikmati sama wisatawan baik balita maupun manula,” bebernya.

Bagi masyarakat yang ingin berwisata ke Pulau Tidung, tidak perlu merogoh kantong dalam. Karena, dengan biaya Rp300 ribu, wisatawan bisa datang ke pulau itu juga dapat makan tiga kali sehari. “Liburan Lebaran tahun ini, harga Rp300 ribu per orang untuk dua hari satu malam dan Rp420 ribu untuk tiga hari dua malam. Itu sudah dapat paket komplet full,” ungkapnya.

Saat weekend biasa, masyarakat cukup membayar biaya perjalanan dan penginapan ke pulau itu dengan biaya Rp275 ribu per orang. “Kalau weekend bisa lebih murah lagi, yakni Rp275 ribu per orang,” ujarnya.

Untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi wisatawan yang melancong ke Pulau Seribu, termasuk Pulau Tidung dibangun posko mudik. “Kami tetap bangun pos-pos kesehatan, pengaduan dan pos terpadu tiga pilar. Meski yang mudik dan liburan Lebaran sedikit tapi tetap ada,” ujar Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Budi Utomo, Sabtu (11/7).

Menurutnya, pembangunan pos-pos pelayanan tersebut tak hanya melayani warga pulau, tetapi juga wisatawan yang nantinya akan berlibur dan berkunjung ke tempat-tempat wisata di Pulau Seribu. “Warga biasanya pulang ramai pada saat H-3 Lebaran, tapi untuk mengantisipasi arus mudik kita sudah bangun lebih dulu pos-pos tersebut,” jelasnya.

Pos pelayanan, seperti pos kesehatan, pos arus mudik dari Dinas Perhubungan dan Transportasi dan spanduk-spanduk imbauan terkait arus mudik sudah marak terpasang di dermaga dan pemukiman warga Pulau Seribu. Untuk menempuh perjalanan mudik ke pulau itu, biasanya cukup ditempuh dengan waktu 2 hingga 3 jam. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here