Langkah Cerdas, City Branding Tasikmalaya Lewat Festival

5
428
Launching Tasikmalaya October Festival 2017

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaraan Taksikmalaya October Festival (ToF) 2017 sebagai sarana untuk mempromosikan pariwisata, khasanah budaya serta produk kreatif unggulan demi mewujudkan visi Kota Tasikmalaya sebagai Kota Industri dan Perdanganan Termaju di Jawa Barat Tahun 2025.

“Ini langkah cerdas, Event ToF 2017 sebagai sarana untuk mem-branding atau pencitraan kota (city branding) Tasikmalaya sebagai kota industri dan perdagangan. Kini ditambah pariwisata. Mengingat, kota dan kabupaten di Jawa Barat belum ada yang berani melakukan langkah itu, selain Bandung yang sudah dulu menyajikan pariwisatanya,” papar Menpar saat me-lauching ToF 2017 di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kemenpar Jakarta, Rabu (4/10/2017) sore.

Hal ini menunjukkan, sambung Menpar, CEO (Walikota) nya sangat care dengan pariwisata. Tahu dan paham bahwa pariwisata bisa mengangkat daerah, bisa menghasilkan kesejateraan bagi masyarakatnya dan bisa mengurangi angka pengangguran. “Jika CEO nya tidak peduli dan punya perhatian sangat besar terhadap pariwisata, ya saya akan tinggalkan,” tegasnya serius.

Diakuinya, sejak dulu kota ini terkenal dengan produk kreatifnya seperti kain bordir, batik, payung tradisional, serta sendal kelom. Dari kreatifitas itu sudah diminati wisatawan asing seperti dari Malaysia untuk datang. “Agar wisatawan asing yang datang lebih banyak lagi ya bandaranya harus bertaraf internasional, jika tidak susah masuk,” ungkapnya.

Menpar juga menyoroti produk kreatif hasil kota Tasikmalaya. “Bordirnya sangat terkenal. Namun butuh sentuhan agar bisa menerobos pasar internasional karena itu saya akan mendatangkan desainer Ivan Gunawan untuk membantu mendesainer agar bordir Tasikmalaya bisa lebih bagus lagi,” jelasnya.

Kota Tasikmalaya juga membranding Carnaval Budaya, lanjut Menpar, agar lebih bagus lagi dalam penampilan, tata desain, dan nampak wah akan didatangkan Jan Faris dari Jember Fashion Carnaval untuk mengarahkan agar Parade Budaya / Carnaval Budaya Tasikmalaya lebih baik lagi.

Walikota Tasikmalaya H. Budi Budiman menjelaskan penyelenggaraan ToF 2017 berlangsung di Kota Taksikmalaya, Jawa Barat (Jabar) pada 14-17 Oktober 2017 ini sebagai kelanjutan dari penyelenggaraan event serupa yang sukses digelar tahun lalu.

“Festival ini sebagai upaya untuk mewujudkan visi Kota Taksikmalaya 2025 menjadi kota industri dan perdagangan yang unggul di Bumi Priangan Jabar. Juga ingin mendatangkan wisatawan nusantara maupun mancanegara lebih banyak lagi,” harap Walikota Tasikmalaya.

Tahun 2016, lanjut dia, Tasik Invesment Expo and Conference (TIEC) 2016 dihadiri 45 delegasi dari 3 negara anggota ASEAN (Singapura, Filipina, dan Malaysia) serta 5 negara non-ASEAN (Jerman, Belgia, Italia, Palestina, dan Afrika Selatan) pada Oktober 2016.

“Sebagai rangkaian dari kegiatan internasional itu juga digelar Tasik Creative Festival (TCF) sarana mempromosikan produk kreatif Kota Tasikmalaya dan Tasik Culture Carnival (TCC) merupakan event promosi khasanah budaya local,” jelas Walikota Tasikmalaya.

Hasil evaluasi kegiatan event tahun 2016, Pemkot Tasikmalaya menyadari perlu adanya strategi city branding atau pencitraan kota, di mana selain menghasilkan produk yang unggul, perlu ditopang oleh tatanan daerah yang unggul pula serta upaya maksimal dalam promosi daerah. “Melihat hal tersebut Pemkot Tasimalaya kembali akan menggelar ke tiga event tersebut secara bersama-sama dengan beberapa event kreatif masyarakat,” katanya.

Event ToF 2017 terdiri Pameran Produk Kreatif (Tasik Kreative Festival), Pameran Produk Kuliner (Tasik Halal Culinary Festival), Talk Show Kerjasama Pengembangan Investasi (Tasik Investment Expo and Conference), Parade Budaya / Carnaval Budaya (Tasik Culture Festival), Tasikmalaya Great Sale, dan pekan diskon di semua toko yang berpartisipasi.

Penyelenggaraan ToF 2017 melibatkan UKM produk kreatif unggulan (bordir, batik, kelom, payung, mendong bamboo, alas kaki dan makanan olahan), WUBI (Wirausaha Bank Indonesia), seniman dan pelaku budaya, Komunitas Kreatif Kota Tasikmalaya, serta KADIN Kota Tasikmalaya. Selain itu berpartisipasi Pemerintah Kota Baler, Filipina; Jerry Tan, Jaco Singapore Pte.…

MATTA, Malaysia, Palestine Indonesia Friendship Association (FIPA) dari Palestina, Gerd Wagner, Wagner GmbH, dan Senior Expert Service (SES) dari Jerman, PA ASIA, Rio D Praaning dari Belgia.

Juga beberapa kabupaten kota di Tanah Air (Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Bandung, Kota Bogor – Jawa Barat; Juga Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Sukoharjo dari Jawa Tengah; Kota Dumai – Riau; Kota Palu – Sulawesi Tengah; dan Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Bengkulu, Kabupaten Rejang Lebong dari Provinsi Bengkulu).

Kepala Dinas Pariwisata Kota Tasikmalaya Undang Herdiana menambahkan sejak digelarnya festival ini jumlah kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara terus ada kenaikan, memang jumlahnya maih sangat kecil namun yang penting bahwa kota Tasikmalaya punya pariwisata serta kerajinan yang sangat berbeda dibandingkan kota wisata lainnya di Jabar.

Tahun 2016, Tasikmalaya dikunjungi sekitar 6.000 wisatawan luar negeri dari Malaysia, kawasan ASEAn, Jerman dan Afrika SElatan. “Tahun ini kami tatgetkan ada kenaikan 20 persen,” harapnya. (NDIK)

5 KOMENTAR

  1. Dear, Redaksi bisniswisata.co.id, mohon dikoreksi untuk kalimat “Bupati Tasikmalaya H. Uu Ruzhanul Ulum menjelaskan penyelenggaraan ToF 2017 berlangsung di Kota Taksikmalaya, Jawa Barat (Jabar) pada 14-17 Oktober 2017 ini sebagai kelanjutan dari penyelenggaraan event serupa yang sukses digelar tahun lalu.” menjadi “Walikota Tasikmalaya H.Budi Budiman menjelaskan penyelenggaraan ToF 2017 berlangsung di Kota Taksikmalaya, Jawa Barat (Jabar) pada 14-17 Oktober 2017 ini sebagai kelanjutan dari penyelenggaraan event serupa yang sukses digelar tahun lalu.”
    Karena Launching TOF bersama Menteri Pariwisata di atas merupakan acara Kota Tasikmalaya yang dipimpin langsung oleh Walikota Tasikmalaya H. Budi Budiman, bukan Bupati Tasikmalaya.
    Besar Harapan kami untuk dilakukan koreksi segera. Terima kasih

      • Dear, Redaksi bisniswisata.co.id, mohon dikoreksi lagi untuk kalimat “Walikota Tasikmalaya H. Uu Ruzhanul Ulum menjelaskan penyelenggaraan ToF 2017 berlangsung di Kota Taksikmalaya, Jawa Barat (Jabar) pada 14-17 Oktober 2017 ini sebagai kelanjutan dari penyelenggaraan event serupa yang sukses digelar tahun lalu.” menjadi “Walikota Tasikmalaya H.Budi Budiman menjelaskan penyelenggaraan ToF 2017 berlangsung di Kota Taksikmalaya, Jawa Barat (Jabar) pada 14-17 Oktober 2017 ini sebagai kelanjutan dari penyelenggaraan event serupa yang sukses digelar tahun lalu.” karena Walikota Tasikmalaya itu H. Budi Budiman bukan H. Uu Ruzhanul Ulum, pada saat itu H. Uu Ruzhanul Ulum sedang menjabat sebagai Bupati bukan Walikota. Terima kasih

        • Pak Gugun mohon maaf sebelumnya atas kesalahan penyebutan nama Walikota Tasikmalaya. Dan sudah kami revisi. Dan penyebutan nama itu berdasarkan press release yang kami terima. Atas perhatiannya tiada kata lain selain ucapan terima kasih. Endy

  2. Dear, Redaksi bisniswisata.co.id, mohon dikoreksi untuk kalimat “Walikota Tasikmalaya H. Uu Ruzhanul Ulum menjelaskan penyelenggaraan ToF 2017 berlangsung di Kota Taksikmalaya, Jawa Barat (Jabar) pada 14-17 Oktober 2017 ini sebagai kelanjutan dari penyelenggaraan event serupa yang sukses digelar tahun lalu.” menjadi “Walikota Tasikmalaya H.Budi Budiman menjelaskan penyelenggaraan ToF 2017 berlangsung di Kota Taksikmalaya, Jawa Barat (Jabar) pada 14-17 Oktober 2017 ini sebagai kelanjutan dari penyelenggaraan event serupa yang sukses digelar tahun lalu.”
    karena Walikota Tasikmalaya H. Budi Budiman, bukan H. Uu Ruzhanul Ulum, karena pada saat itu H. Uu Ruzhanul Ulum menjabat sebagai bupati bukan Walikota. Terima kasih

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.