Laba Monarch Airlines Diprediksi Anjlok

0
347
Monarch Airlines (Foto: Airplane-Pictures.net)

INGGRIS, bisniswisata.co.id: Maskapai penerbangan Inggris Monarch memperingatkan soal keuntungannya akan turun 35 persen tahun ini. Hal ini menggambarkan lingkungan bisnis saat ini sebagai kondisi tersulit. Monarch mengatakan laba setahun penuh diperkirakan turun dari £74 juta menjadi £48m pada tahun 2016.

Maskapai terbesar di Bandar Udara Gibraltar melanjutkan perusahaan berada di posisi yang baik untuk menghadapi tantangan industri yang berkelanjutan. Perusahaan penerbangan itu mengatakan pemesanan baru untuk musim panas 2017 naik sebesar 40 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Beberapa bulan lalu, muncul kekhawatiran mengenai nasib maskapai di masa depan. Hal itu mendorong pemegang saham mayoritas, Greybull Capital, untuk menyuntikkan dana sebesar £165 juta.

“Rekor investasi bisnis yang diumumkan pada bulan Oktober, meningkatkan inisiatif pemasaran, termasuk kampanye iklan TV pertama kami dalam tiga tahun serta pengendalian biaya yang berkelanjutan yang membuat Monarch memasuki 2017 dengan posisi yang kuat,” kata CEO Andrew Swaffield, seperti dikutip dari laman BBC di Jakarta, Minggu (18/12/2016).

Pembiayaan dari Greybull pada Oktober memberikan kesempatan bagi maskapai untuk memperbaharui keanggotaannya dalam skema Ijin Penyelenggara Perjalanan melalui Udara (ATOL).

Skema menunjukkan penyelenggara dari penerbangan sewaan telah mengajukan ikatan dengan Otoritas Penerbangan Sipil (CAA) untuk menjamin dana para wisatawan apabila terjadi kasus yang merugikan perusahaan. Selain itu, Monarch juga bisa berinvestasi dengan membeli pesawat baru.

Greybull Capital adalah pemegang saham mayoritas Monarch dan juga dikenal dalam investasinya di pabrik baja Scunthorpe. Perusahaan investasi asal Inggris tersebut membeli saham mayoritas di Monarch pada tahun 2014, dengan investasi sebesar £125 juta. (*/BBC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here