Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Prancis Alami Booming

0
757

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Badan Pariwisata Prancis atau The Tourism France Board (Atout Prancis) mencatat tingkat kunjungan wisatawan dari Indonesia ke Prancis mengalami booming luar biasa. Sejak Januari 2016 hingga kini terjadi peningkatan jumlah visa turis sebanyak 50 persen.

“Dengan fakta ini, Indonesia adalah pasar Asia Tenggara pertama untuk Prancis tahun 2017. Ditargetkan sebanyak 150 000 wisatawan asal Indonesia akan mengunjungi Prancis pada 2017,” papar Direktur Atout ASEAN Regional, Morad Tayebi, saat Roadshow Douce France Press Meeting di Jakarta, Senin (21/11/2016).

Menyikapi antusiasme warga Indonesia ke Prancis,Tayebi menjanjikan kemudahan pengurusan visa bagi wisatawan. “Pengurusan visa bagi wisatawan saat ini sudah mudah dengan kebijakan waktu pembuatan adalah 48 jam, namun kami harap di tahun mendatang atau berikutnya bisa jadi 24 jam,” janjinya.

Selain mengambil strategi ini, Atout France juga menjanjikan jaminan keamanan bagi wisatawan setelah sejumlah serangan teror dan perampokan yang menyasar para wisatawan saat berwisata ke negara Fahion.

“Memang kami mengalami sejumlah serangan teror tetapi mereka dapat terjadi di mana saja dan sama berlaku untuk serangan diarahkan pada wisatawan, tetapi seperti yang sekarang, Perancis adalah negara yang aman,” ungkap Tayebi.

Kini, lanjut dia, pemerintah Prancis mengerahkan lebih banyak polisi dan kamera pengintai di seluruh negeri untuk melindungi wisatawan dari perampok dan serangan teroris. “Pemerintah Prancis melakukan yang terbaik untuk lindungi turis. Kami menjamin Perancis adalah negara sangat aman untuk dikunjungi,” lontarnya.

Sederet aksi serangan teror menguncang Prancis. Bahkan sosialita Kim Kardashian ditodong senjata apai dan dirampok di kamar hotelnya di Paris pada Oktober, nasib yang sama juga menima aktris India Mallika Sherawat diserang awal bulan November ini.

Sejumlah lembaga pariwisata memprediksi jumlah wisatawan merosot 4-5 persen akibat serangan ekstrimis, termasuk yang di Paris dan Nice, serta perampokan berulang menargetkan wisatawan Asia. perampokan seperti sebelumnya terjadi pada bulan Agustus dekat bandara kota.

Kini Pemerintah Perancis mengalokasikan US $ 43 juta untuk langkah-langkah keamanan dan kampanye pariwisata. personil tambahan dan kamera pengintai telah ditempatkan di sekitar tujuan wisata utama, pintu masuk akses dan sekitar ibukota Paris. tanda-tanda keamanan juga ditempatkan di beberapa titik di seluruh negeri.

Tahun 2016, jumlah turis ASEAN sekitar 600.000 wisatawan. Terjadi penurunan untuk wisatawan dari Singapura (-15%) dan Malaysia (-10%), namun ada penambahan signifikan dari Thailand (+3%) dan Indinesia booming 50%. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here