Kunjungan Kapal Pesiar di Buleleng Rendah

0
615
wisatawan Kapal pesiar (Foto: bali tour - WordPress.com)

BULELENG, bisniswisata.co.id: Kunjungan kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang Kabupaten Buleleng, Bali masih sangat rendah. Padahal, potensi wisata di Bulelang untuk wisatawan kapal pesiar tidak kalah menariknya dengan destinasi wisata di Pulau dewata lainnya.

‎”Saya melihat potensi buleleng banyak destinasi harus mendapatkan peran perhatian pemerintah. Contoh kalau kapal cruise sandar di Benoa mungkin sudah ada mau ngapa-ngapain, di Singaraja mungkin itu harus ada, jadi tamu tidak akan nyasar,” ungkap GM Pelindo III Cabang Celukan Bawang Dewa Adi Kumarajaya, di Buleleng, Jumat (16/12/2016).

Karena itu, Manajemen Pelabuhan Celukan Bawang mendorong pemda Buleleng agar mengintensifkan perhatian terhadap destinasi wisata agar dapat menarik kapal pesiar untuk datang.

Juga jika ada jadwal pasti untuk destinasi wisata, ditambah kemudahan akses dapat mendorong semakin banyak kapal pesiar bersandar. “Nah ini perlu perhatian pemda dan stakeholder pariwisata lainnya,” sarannya.

‎Hingga pertengahan Desember 2016, jumlah kapal pesiar yang bersandar di pelabuhan di Bali utara ini tercatat hanya 2 unit kapal dengan kapasitas masing-masing kurang dari 500 penumpang. Jumlah kunjungan itu terus menyusut jika dibandingkan dengan 2013, dan 2014.

Padahal dari segi infrastruktur, Pelabuhan Celukan Bawang sudah dilengkapi dengan dermaga sepanjang 160 meter yang mampu disandari kapal bermuatan sekitar 1.000 orang wisatawan.‎ Dia menduga sepinya kunjungan kapal pesiar karena event pariwisata yang ada belum mampu menarik wisman datang.

Salah satu contohnya, pelaksanaan event pariwisata terkesan belum disusun secara detil sehingga kesannya diabaikan. Kondisi tersebut berbeda jika dibandingkan dengan misalnya pelabuhan di Semarang dan Probolinggo, dimana penumpang pasti akan menuju Gunung Bromo.

“Bagaimanapun canggihnya pelayanan di pelabuhan kalau destinasi tidak disiapkan susah. Jadwal dan kegiatan itu masih kurang. Itu yang buat enggan. ‎Kita buat terminal canggih tapi kalau destinasi tidak disiapkan,” jelasnya seperti dilansir Bisnis.com. (*/BIO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here