Kuartal III 2015, Realisasi Investasi Pariwisata Capai 379 Juta Dollar AS

0
654

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kementrian Pariwisata mencatat realisasi investasi pariwisata pada kuartal ketiga 2015 mencapai 379 juta dollar AS. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan kuartal ketiga 2014 yang hanya mencapai 92,71 juta dollar AS. Untuk realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) bidang pariwisata pada kuartel ketiga 2015 meningkat 228,66 % dari nilai realisasi investasi pariwisata kuartal ketiga 2014.

Sementara nilai realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) kuartal ketiga 2015 meningkat sangat signifikan dibandingkan kuartal ketiga 2014, yakni dari 18,02 juta dollar AS menjadi 133,53 juta dollar AS. “Presentasi realisasi investasi sektor pariwisata kuartal ketiga 2015 terhadap realisasi investasi nasional sebesa 3,38 %. Kami harapkan realisasi investasi pariwisata akan terus meningkat hingga kuartal terakhir 2015,” papar Dadang Rizki Ratma, Deputi bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementrian Pariwisata saat sosialisasi Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) di Jakarta, Kamis (03/12/2015).

Dadang mengakui agar lebih meningkatkan kemudahan investor dalam berinvestasi pariwisata di Indonesia, perlu dilakukan perubahan-perubahan rezim perizinan. Memang sejak tahun ini investasi sektor pariwisata sudah melakukan perubahan dari rezim perizinan menjadi Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Bahkan, setiap usaha pariwisata diwajibkan untuk memiliki TDUP. Hal ini berdasarkan Undang-undang No.10 tahun 2009 tentang kepariwisataan. “Juga Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata,” jelasnya.

Diakuinya, terkait pengurusan perizinan, Kementrian Pariwisata melakukan pelimpahan wewenang kepada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terkait dengan pemberian izin usaha bidang kebudayaan dan Pariwisata dalam rangka penanaman modal.

Saat ini, lanjut Dadang, pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden no.97 tahun 2014 tentang penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk menyatukan proses pengelolaan pelayanan baik yang bersifat pelayanan perizinan dan non perizinan. “Dan untuk pelaksanaan PTSP, kini tersedia sistem pelayanan invormasi Perizinan Investasi secara Elektronik (SPIPISE) yang bisa dimanfaatkan investor dalam mengurus perinizinan,” lontarnya.

Dengan adanya sistem ini, sambung dia, dapat memudahkan investor dalam berinvestasi di bidang pariwisata, seperti perhotelan, restoran dan tempat rekreasi. Hingga kini tercatat ada 3000 usaha pariwisata yang memiliki ITUP dan belum melakukan pemutakhiran menjadi TDUP. “Cara terbaru ini sangat memudahkan investor. Karena investor tak perlu datang ke kantor, namun dapat mengisi TDUP via media online, juga gratis,” tambahnya. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.