KPPU Usul Hapus Batas Tarif Bawah Tiket Pesawat

0
679

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf mengusulkan penghapusan batas tarif bawah pada tiket penerbangan. Dia meminta Kementerian Perhubungan yang bekerja ekstra untuk rakyat dengan lebih memperketat pengawasan aspek keamanan dan prosedur standard operasional (SOP) maskapai nasional.

“Kita sudah usulkan pemerintah apalagi ini menjelang Idul Fitri, kita minta supaya tarif bawah itu dihapus untuk tiket penerbangan. ,” ujar Syarkawi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (7/6).

Dijelaskan, harga tiket termurah disetiap rute adalah 40 persen dari harga tiket termahal. Dirinya mencontohkan, tiket Jakarta- Surabaya, tiket termahalnya Rp 1,5 juta yang artinya harga tiket termurah itu 40 persen dari Rp 1,5 juta atau sekitar Rp 600.000. “Nah ini bisa dilakukan dengan catatan kemenhub melakukan inspeksi ke operator yang bersangkutan apakah dengan tarif misal Rp 300.000 itu dia bisa beroperasi tanpa mengorbankan unsur safety atau tidak mengorbankan salah satu SOP di dalam industri penerbangan kita,” jelas dia.

Sebelumnya, walau menuai polemik, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan tetap menaikkan tarif batas bawah tiket penerbangan. Jika dulu 30 persen, maka tarif batas bawah kini menjadi 40 persen dari batas atas. Jonan sudah menekan Peraturan Menteri Perhubungan No 91 Tahun 2014 sudah diteken. Maskapai penerbangan tidak boleh menetapkan tarif batas bawah kurang dari 40 persen.

Menteri Jonan sendiri tak habis pikir harga tiket kereta api hampir sama dengan harga tiket pesawat. Jonan mengatakan harga tiket kereta api saja yang eksekutif justru untungnya hampir tidak ada, apalagi pesawat.

“Saya kasih contoh, tiket kereta api yang kelas eksekutif kan gak dikasih makan, cuma tempat duduknya sama dengan kelas ekonomi pesawat. Jakarta-Surabaya itu (waktu tempuh) 9,5 jam harganya Rp 350-450 ribu. Sekarang Anda cek, kalau ada pesawat Jakarta-Denpasar harganya Rp 300-400 ribu apa itu masuk akal? Wong kereta api itu untungnya hampir gak ada,” ujar Menteri Jonan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menteri Jonan sangat yakin maskapai penerbangan yang menjual tiket murah, mengalami kerugian. “Coba tanya AirAsia dan Garuda, rugi gak operasinya selama ini? Kalau rugi terus, bahaya. Kalau tutup mendingan kan. Kalau jalan terus, kan pasti banyak yang dikorbankan,” ujar Jonan.

Dengan mengalami rugi itu, katanya, tidak mungkin maskapai-maskapai itu akan menombok terus keuangannya. Hal seperti inilah yang menurut Menteri Jonan tidak sehat dalam industri penerbangan. Menteri Jonan curiga adanya ‘kompensasi’ lain agar maskapai tidak mengalami kerugian, yakni bisa saja dengan pengurangan di dalam maintenancenya. (*/MDK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.