Kota Tua Jadi Permata Wisata Ibukota

0
771
Kali besar Kota Tua (Foto: Tempo.co)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kawasan Kota Tua tak pernah berhenti untuk berbenah. Sehingga, menjadi permata wisata Ibukota. Sebagai permata, Kota tua harus bersih, cantik, indah, aman dan nyaman yang menjadi harapan warga Ibu Kota maupun wisatawan mancanegara.

Untuk mengasahnya menjadi permata wisata yang cantik, beberapa waktu terakhir Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta gencar menata kawasan yang oleh UNESCO dijadikan sebagai World Heritage Centre itu.

Setelah praktik parkir liar yang dibekingi preman ditertibkan beberapa waktu lalu, kini giliran pedagang kaki lima (PKL) yang ditata. Tercatat 382 pedagang yang selama ini berjualan di sejumlah tempat terlarang direlokasi ke Jalan Cengkeh, yang berjarak sekitar 50 meter dari Taman Fatahillah.

Mereka sebelumnya antara lain bejualan di lorong Virgin, Plaza Taman Fatahillah. Keberadaan mereka yang didominasi pedagang makanan serta pakaian itu memang setiap malam membuat kawasan Kota Tua semrawut.

Lahan di Jalan Cengkeh yang dijadikan tempat relokasi ialah milik Pemprov DKI dengan luas 1,2 hektare. Lahan itulah yang oleh Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi bakal dijadikan sebagai pusat kuliner pengunjung Kota Tua.

“Kami akan menjadikan lokasi (Jalan Cengkeh) sebagai pusat ekonomi pengunjung di kawasan Kota Tua. Nanti kami akan berkoordinasi dengan sudinhub (suku dinas perhubungan) untuk memasang rambu-rambu mengarahkan pengunjung ke Jalan Cengkeh,” katanya.

Dengan pemindahan PKL itu juga diharapkan bisa memperlancar proses revitalisasi kawasan tersebut. “Sehingga pada awal tahun depan Kota Tua terlihat jauh lebih cantik,” ujar Anas

Menurut rencana, di sekitar lokasi pemusatan PKL juga akan dibuka lokasi parkir kendaraan sehingga para pedagang tidak perlu khawatir kehilangan pembeli. Bahkan, demi menarik pengunjung, setiap akhir pekan di kawasan yang sama juga bakal ditampilkan berbagai hiburan.

“ Nanti kami berkoordinasi dengan dinas kebudayaan dan pariwisata. Dipastikan, kawasan itu akan ramai pengunjung,” kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Menengah dan Kecil, serta Perdagangan (KUMKP) DKI Irwandi seperti dilansir laman MediaIndonesia.com, Selasa (06/09/2016)/

Saat ini di Jalan Cengkeh telah ada sekitar 70 tenda untuk PKL. Agar bisa menampung PKL lebih banyak, jumlah tenda akan ditambah menjadi 100 buah.

Menertibkan PKL di kawasan itu bukan perkara mudah. Apalagi, berdasarkan informasi di lapangan, selama ini mereka diintimidasi pihak tertentu agar menolak pindah. Saat dimintai konfirmasi hal itu, Anas tak membantah. Meski demikian, ia akan tetap merelokasi PKL ke tempat yang disediakan. (*/M)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.