Koperasi Berambisi Kelola Kapal Wisata

0
1064
Kapal Wisata bawa Wisman bersandar di Bali

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kementerian Koperasi dan UKM berambisi agar Koperasi-koperasi yang berada di kawasan pelabuhan maupun berada di kawasan wisata bahari diarahkan untuk mengelola kapal wisata, sebagai salah satu implementasi pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata atau community based tourism.

“Selayaknya peran koperasi ditingkatkan dalam pengembangan pariwisata di Indonesia. Mengingat, operasi dinilai sangat potensial menjadi pengelola destinasi pariwisata karena merupakan lembaga yang legal secara hukum untuk menjalankan usaha di berbagai sektor,” papar Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta di Jakarta, kemarin.

Menurut Wayan, koperasi potensial diterapkan dalam pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata. Kemenkop dan UKM, telah ikut serta dalam pengembangan masyarakat berbasis pariwisata melalui program pengembangan usaha produktif oleh koperasi di bidang jasa kapal wisata.

“Tujuan dari program ini adalah mengimplementasikan kebijakan pemerintah untuk memberikan fasilitas dan bantuan dana yang bersifat stimulan sebagai modal bagi koperasi,” katanya.

Pihaknya berharap program itu akan memacu pertumbuhan usaha-usaha koperasi khususnya yang bergerak dalam bidang pengelolaan kapal wisata. “Salah satu penerima bantuan adalah Koperasi Angkutan Laut Karya Bahari di Desa Gili Indah Pemenang, Lombok Utara, NTB,” katanya.

Koperasi yang mengembangkan usaha jasa kapal wisata itu dinilai mampu memfokuskan usahanya dengan memanfaatkan potensi alam yang ada di Kabupaten Lombok Utara yakni wisata bahari Gili Indah, Gili Meno, dan Gili Trawangan melalui usaha kapal wisata.

Bidang usaha koperasi itu terdiri beragam mulai dari kapal wisata, simpan pinjam, sewa kendaraan, wisata bahari, dan angkutan wisata. “Koperasi ini telah menganalisis rencana usaha yang akan dikelolanya dalm business plan yang jelas,” katanya.

Wayan berharap ke depan akan ada lebih banyak koperasi yang diarahkan untuk mengelola angkutan wisata khususnya kapal wisata agar pengembangan pariwisata memberikan dampak yang luas bagi masyarakat anggota koperasi. “Kami akan terus mengembangkan program ini,” tambahnya.

Kemenkop dan UKM, kata dia, telah menggandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam upaya pelibatan koperasi dalam pengembangan destinasi pariwisata, termasuk kapal wisata .

Pihaknya, kata Wayan, telah ikut serta dalam pengembangan masyarakat berbasis pariwisata melalui program pengembangan usaha produktif oleh koperasi di bidang jasa kapal wisata. Hal itu bertujuan sebagai implementasi kebijakan pemerintah dalam pemberian fasilitas atau bantuan dana stimulan bagi koperasi.

“Dengan adanya program ini, kami harapkan juga bisa memacu penumbuhan usaha koperasi sehingga menyejahterakan anggotanya,” katanya. Selain itu, tambahnya, pihaknya mendorong koperasi untuk mengelola destinasi, di antaranya di Banyumulek, Lombok Barat, NTB.

Secara terpisah, Direktur Wisata Minat Khusus dan MICE Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kratif (Kemenparekaf), Akhyarudin, mengatakan peluang wisatawan yang datang menggunakan kapal layar atau yang biasa disebut yacht sangat besar.

Data dari klub yacht dunia saat ini, ada 10 ribu kapal yang berkeliling dunia, namun mereka tidak masuk perairan Indonesia. “Memang ada beberapa kendala yang membuat pengguna yacht internasional enggan merapat di perairan Indonesia. Kendala itu di antaranya kurangnya informasi bagi pengguna yacht terkait kepulauan Indonesia dan keterbatasan titik labuh atau pelabuhan untuk kapal-kapal tersebut,” tambahnya.

Untuk itu, Kemenparekaf saat ini sedang melakukan peningkatan destinasi wisata di sebagaian besar pesisir pantai mulai dari Pulau Sumatra, Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Maluku dan Papua. “Hal ini untuk menjadikan daerah-daerah tersebut sebagai titik labuh yang layak untuk para wisatawan yang membawa yacht,” sambungnya. (marcapada@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.