Konser Afgan Batal, Penggemar Lapor ke Polisi

0
492
afgan

SEMARANG, Bisniswisata.co.id: Puluhan penggemar Afgan Syahreza kecewa, geregetan lantaran konser penyanyi berusia 28 tahun itu dibatalkan penyelanggaranya. Padahal mereka sudah membeli tiket, ternyata dibatalkan mendadak. Tak terima dengan perlakukan penyelenggara, mereka ramai-ramai melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Semarang.

Perwakilan “67 Afganisme” (sebutan penggemar Afgan, red) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polrestabes Semarang, Selasa (25/06/2017), untuk melaporkan Wiyani Shinta Dewi, pengelola “Event Organizer” Pratama Jaya Sentosa selaku penyelenggara konser.

Karlina Kusumaningrum (26), seorang perwakilan Afganisme menjelaskan konser Afgan seharusnya digelar pada 15 April 2017 di Hotel Horison Semarang, Jateng. Namun, konser tersebut dibatalkan secara mendadak dan baru diberitahukan beberapa saat sebelum pertunjungan tersebut seharusnya digelar.

“Dibatalkan pada hari itu, kemudian dijanjikan pengembalian uang tiket pada 17 April. Cara ini kan benar, karenanya kami melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Karena kita ditipu,” ucap warga Muktiharjo, Kecamatan Margo ini.

Selain itu, lanjut dia, pihak penyelenggara juga tidak menjelaskan secara detil penyebab pembatalan itu. Janji pengembalian uang tiket itu, juga tidak dipenuhi. Padahal, para fans Afgan tersebut sudah membeli tiket yang harganya berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp900 ribu per orang. “Kerugian total kalau dihitung sekitar Rp83,8 juta,” ujarnya.

Para penggemar Afgan tersebut melaporkan Wiyani Shinta Dewi yang diketahui beralamat di Taman Adenia II Perumahan Graha Padma, Krapyak, Semarang Barat.

Menurut Karlina, para penggemar Afgan sempat mencari terlapor ke rumah kontrakannya itu untuk meminta ganti rugi. Namun, ternyata terlapor sudah tidak tinggal lagi di alamat tersebut. Atas niat tidak baik terlapor, perkara tersebut kemudian dilaporkan ke polisi. (*/ano)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.