Komunitas Gelar Festival Anggrek Tiga Warna Khas Merapi

0
528
Festival Anggrek Gunung Merapi (Foto: Tempo.co)

SLEMAN, Bisniswisata.co.id: Bagi pecinta maupun komunitas anggrek, inilah waktu yang tepat untuk menyaksikan pameran Anggrek Tiga Warna Khas Merapi. Pameran bertajuk Festival Anggrek Vanda Tricolor ketiga secara resmi dibuka di Titi Orchid, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, sejak Rabu hingga 10 September 2017.

Festival bertujuan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap anggrek, sekaligus memperkenalkan jenis-jenis anggrek yang terdapat di kawasan Gunung Merapi kepada masyarakat. Festival diisi kegiatan seperti Kontes Vanda Tricolor Suavis Lindi, Kontes Dendobrium Spetlata, Lokakarya, Lomba Fotografi, Klinik dan Pelatihan Budidaya Anggrek, Merangkai Anggrek, Jelajah Wisata Edukasi, Lomba Menggambar dan Mewarnai, serta Bursa Anggrk.

Eni Budiharjo, perwakilan komunitas dari Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) menilai, Festival Anggrek Vanda Tricolor ini mempu mempertegas jati diri daerah. Walau bersifat lokal kedaerahan, ia merasa kegiatan sangat berarti jika dilihat dari lingkup nasional, bahkan internasional.

“Pemilihan tema Vanda Tricolor Var Suavis Lindley sangat tepat dan berani, karena belum banyak yang melestarikan anggrek jenis vanda ini, dan lebih spesifik lagi spesies tricolor,” kata Eni seperti dilansir laman Republika.co.id, Kamis (07/09/2017).

Peresmian dilakukan Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, yang menilai ini dapat membawa dampak positif bagi keberadaan anggrek di Gunung Merapi. Ia mengingatkan, kawasan Gunung Merapi memiliki lima ribu dari 30 ribu total jenis anggrek yang ada di seluruh dunia. “Luar biasa, ini artinya satu per enam jenis anggres di seluruh dunia ada di kawasan Gunung Merapi,” ujar Sri.

Diharapkan, masyarakat dapat berperan aktif untuk membudidayakan anggrek di sana. “Mengingat, keberadaan anggrek di kawasan Gunung Merapi, dapat berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat, serta menjadi daya tarik wisata di Kabupaten Sleman,” lontarnya.

Kegiatan ini merupakan sinergi PAI DIY, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian dan Pangan dan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, dan Taman Nasional Gunung Merapi. Ada pula Fakultas Biologi Univ. Gadjah Mada, Fakultas Pertanian, Janabadra, PDAM, Bank Sleman dan Titi Orchid.

Pada kesempatan itu, turut diresmikan Pojok Baca. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Sleman, Ayu Laksmidewi mengatakan, keberadaan Pojok Baca akan jadi referensi masyarakat yang ingin mengetahui informasi mendalam terkait budidaya anggrek.

“Bahan bacaan tentang anggrek ini kan tidak banyak, saya harap para pecinta anggres mau menuliskan pengalamannya terkait hal apa saja tentang anggrek ini,” kata Ayu. (*/REP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.