Komunitas BMC Hongkong Belajar Bisnis Kuliner Bersama Chef Hugo

0
1141
Kelompok Buruh Migran Cerdas ( BMC) asuhan Universitas Ciputra Entrepreneurship Center ( UCEC) belajar kuliner sekaligus bisnis berkelanjutan bersama Chef Hugo di Butterfly Beach, New Teritories Hong Kong ( foto: Deska Hapsari Nugrahaini)

HONGKONG, bisniswisata.co.id: Mengisi waktu libur ala Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hong Kong bukan hanya sekedar nongkrong di Victoria Park , sekelompok BMI bernama Buruh Migran Cerdas (BMC) mengisi waktu libur mereka untuk belajar bisnis, agar siap jadi entrepreneur sepulangnya ke Indonesia.

Hari ini, Minggu, 17 April di Butterfly Beach, New Territories , para BMC belajar membuat bakpao bersama Chef Hendra Utomo atau yang biasa dikenal sebagai Chef Hugo dari Universitas Ciputra Enterpreneurship Center (UCEC). Tapi mereka tidak hanya sekedar masak, mereka juga belajar cara membuat bisnis kuliner yang berkelanjutan (sustainable).

Aspek penting dalam bisnis kuliner yang pertama adalah harus ada kebutuhan (needs) dari target market, “Bakpao adalah salah satu comfort food di Hong kong dan juga di Indonesia , tentu saja pada akhirnya harus disesuaikan dengan makanan yang dibutuhkan daerah masing-masing ” ujar chef Hugo

Menurut dia, aspek kedua harus ada timbal balik yang sehat antara pebisnis,karyawan & konsumen. “Seringnya pebisnis kerap meremehkan aspek pengeluaran ( cost) sehingga dari bisnis kuliner yang dijalanina hanya dapat capek tapi hasilnya tidak seberapa, untuk itu perlu dimulai dari menetapkan target keuntungan” tambah Hugo.

Aspek ketiga adalah inovasi karena sebagai pebisnis, berinovasi adalah kunci dalam berkompetisi ,tidak hanya sekedar inovasi produk seperti aneka rasa bakpao tapi juga dari segi proses maupun service.

Chef Hugo ( kiri atas) bersama komunitas belajar BMC di Butterfly Beach, Hong Kong ( foto: Deska)
Chef Hugo ( kiri atas) bersama komunitas belajar BMC di Butterfly Beach, Hong Kong ( foto: Deska)

“Contohnya bisa membuat bakpao berkualitas dengan harga murah dan melayani bakpao delivery service” ujar Dharma Kusuma , Program Director UCEC yang datang bersama Hugo dari Jakarta.

Tidak hanya UCEC yang kerap memberikan materi praktis dan mentoring untuk diterapkan para Buruh Migran Indonesia (BMI). Bank Mandiri melalui program Mandiri Sahabatku juga kerap memberikan seminar enterpreneurship. Keduanya walaupun berbeda metode, mempunyai tujuan yang sama, agar para BMI yang sudah menyelesaikan kontrak kerjanya siap menjadi enterpreneur handal ketika kembali ke Indonesia & berkontribusi dalam memajukan perekonomian Indonesia.

Namun usai seminar entrepreneurship masih banyak peserta yang ingin mendalami dan mempraktekkan Business Model Canvas yang diajarkan. Hal inilah akhirnya yang melahirkan komunitas Buruh Migran Cerdas ( BMC) yang digagas Winarsih Satuman dan Tri Sumiyatik atau akrab di panggil ”Zoplo”.

Setiap Minggu di taman Festival Walk, Kowloon Tong, Hongkong, dua buruh migran senior di Hongkong ini getol menyebarkan mindset entrepreneurship kepada sesama rekan. Di komunitas Buruh Migran Cerdas ( BMC) keduanya di dukubg UCEC membuka kelas keterampilan , kuliner & pembelajaran entrepreneurship.

Mereka yang berkesempatan mengikuti prakek bisnis kuliner bersama chef Hugo rata-rata alumni kursus kuliner dari tiga angkatan yang diselenggarakan komunitas BMC. Di salah satu kelas BMC yang rutin diadakan setiap Minggu di taman Festival Walk, Kowloon Tong, Hongkong, mereka memang dikenalkan tentang Masalah, Kebutuhan dan Peluang (MKP) yang bisa dijadikan dasar untuk mencari ide bisnis.

Setiap minggu sedikitnya 100 BMI belajar di ruang terbuka di taman itu untuk mempersiapan diri sebagai entrepreneur. “Kehadiran chef Hugo dan praktek langsung membuat bakpao yang di dukung oleh UCEC ini kami harap semakin membuat teman-teman berani mengambil resiko dan terjun langsung latihan menjalani bisnis” kata Zoplo. (Deska Hapsari Nugrahaini).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.