Komunitas Billioner Mindset ( BM) saling asih, asah dan asuh antara pengusaha besar-kecil

0
1297
Frans Budi Pranata, CFO Zalora Indonesia dan Anton Thedy ( kiri), pemilik TX Travel. ( foto: Hilda Sabri Sulistyo)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id; Komunitas pengusaha yang tergabung dalam Billioner Mindset ( BM) membahas bisnis online yang dijalani anggotanya. Bisnis online yang terdiri dari usaha travel agent, kuliner, online shop, media online dan beragam produk tersebut  ikut menunjang bisnis wisata di tanah air. Kegiatan saling asih, asah dan asuh ini untuk mencetak semakin banyak entrepreneur di negri ini.

Frans Budi Pranata, Chief Financial Officer ( CFO) Zalora yang menjadi ‘kepala suku’ dari komunitas BM beranggotakan sedikitnya 300 pengusaha papan atas hingga para pemula ( start-up) ini mengatakan bahwa pemetaan terhadap kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman atau strengths, weaknesses, opportunities and threats analysis ( SWOT) dari usaha yang kita kembangkan sifatnya wajib dilakukan bagi mereka yang membangun usaha.

“Bahkan setelah organisasi sudah berdiri dan berjalan, pemetaan ini harus terus dilakukan. Pertanyaan seperti apa sih kelebihan dari usaha yang kita bangun dibandingkan perusahaan lainnya, keunikan dan biaya serendah apa yang bisa kita buat sementara yang lain tidak dapat melakukannya, apa yang masyarakat nilai dari kekuatan yang kita miliki, misalnya,” ungkap Frans.

Pria yang belum lama ini menyabet prestasi sebagai Best CFO 2015 ini membuat toko online ZALORA Indonesia namanya melambung dan menjadi fashion online terbesar di  yang dapat menjawab kebutuhan fashion pria dan fashion wanita dengan menawarkan brand-brand terkemuka, baik lokal maupun internasional.

Anton Thedy, pengusaha biro perjalan wisata TX travel yang juga menjadi relawan dan mentor pada komunitas ini mengatakan bahwa para start-up yang memulai suatu bisnis tidak cukup hanya dengan modal keyakinan tetapi juga harus fokus membidik pasar yang dituju.

“Kalau kita memilih satu bisnis harus tahu apa yang menjadi kekuatan dan mengenal bisnis yang digeluti dari A hingga Z sehingga bisa fokus dalam mengembangkan usaha karena yang akan kita kejar adalah laba perusahaan supaya usaha bisa berkembang,” kata Anton.

Masalah yang dihadapi para pemula, ujarnya, karena tidak fokus pada satu titik dan menangani lebih dari satu bidang sekaligus sehingga akhirnya tidak fokus. Ahun, misalnya, salah satu start-up online yang menjual sabun cair, jam tangan serta terjun pula ke bisnis travel agent.

“Kemampuan menduplikasi dan mempercayai orang lain untuk mengurus setiap jenis usaha sangat penting kalau ingin usaha berkembang. Bagi yang menjual produk fashion seperti kalung, sepatu, tas melalui instagram dan social media lainnya juga harus tahu prime time saat mengupload dan tahu detil kelompok umur pembeli, siapa saja mereka dan pembelian terbesar dari kota mana serta perhatikan hal teknis lainnya,” kata Anton.

Namun yang jelas, setiap pengusaha pemula harus tahu akan kekuatannya dimana seperti yang terjadi pada bisnis toko online bagi para UMKM yang dibangun oleh Isah Kambali. Wanita asal Brebes yang prihatin dengan rendahnya kemampuan pengusaha daerah untuk menggapai pasar nasional maupun internasional ini membuat toko online dengan idealism yang tinggi berikut tutorialnya.

“Bisnis toko online ini kurang berkembang karena pelaku UMKM tidak bisa dilepas jualan sendiri secara online bahkan cara masuk ke website meskipun sudah ada panduannya,” ungkap Isah Kambali yang hijrah ke Jakarta untuk mendapatkan akses ilmu IT.

Wanita yang menggabungkan bisnis jasa dan idealismenya yang tinggi untuk membuat masyarakat melek internet ini akhirnya membangun komunitas Melek Internet Commnunity ( www.MelekInternet.com) dengan 1200 anggota. Dia juga mampu memberdayakan para ibu rumah tangga menjadi pengisi konten di berbagai website klien.

Komunitas Billioner Midset saat pertemuan pekan lalu di Resto mie HCM di Plaza Semanggi. ( foto: Hilda Sabri Sulistyo)
Komunitas Billioner Midset saat pertemuan pekan lalu di Resto mie HCM di Plaza Semanggi. ( foto: Hilda Sabri Sulistyo)

Anggota komunitas Billioner Mindset ( BM) lainnya yang bergerak di bidang jasa pelatihan, kuliner kebab dan pancake durian, teh kualitas premium hingga minuman coklat juga mendapat perhatian komunitas untuk dibahas bersama sehingga selain kebersamaan dan pencerahan mereka juga mendapatkan jejaring bisnis baru.

Anton mengatakan, menemukenali permasalahan dan mencari solusi yang tepat harus dilakukan secara cepat dan tidak berlarut-larut. Dalam berbisnis dia mengingatkan untuk tidak menciptakan musuh karena energi kita habis untuk mengurusi permasalahan yang ada.

“ Telitilah dan kalau perlu mengubah model bisnis sehingga usaha kita bisa menghasilkan keuntungan. Jika menggunakan beragam media sosial seperti facebook, Twitter dan sosial media lainnya. Pilih sosial media yang bisa jadi andalan seperti instagram misalnya maka fokuslah ke sana,’ tandasnya.

Komunitas BM dijadwalkan membahas bisnis setiap Selasa di Resto Mie HCM, Plaza Semanggi, Jakarta. Hal yang sangat mengemuka dalam komunitas ini adalah semangat berbagi untuk pemberdayaan umat tanpa mengenal ras dan agama. (hildasabri@yahoo.com)

 

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.