Komisaris PT Timah Pelopori Wisata Sungai “Little Amazone”

0
1266

PANGKALPINANG,test.test.bisniswisata.co.id:Komisaris PT Timah (Persero)Tbk, Emron Pangkapi pelopori rute wisata sungai di Panogkalpinang, ibukota provinsi Bangka Belitung untuk mengangkat wisata bahari dan memperpanjang lama tinggal wisatawan.

“Presiden Jokowi sejak awal pemerintahannya sudah mrncanangkan wisata bahari sehingga kita akan kembangkan wisata sungai di Bangka sebagai Little Amazon. Ini baru titik awal yang kita rintis tinggal stakesholder pariwisata menindaklanjutinya” ujarnya di sela- sela kegiatan Ekpedisi arung sungai Batu Rusa dan Selindung.

Berbicara di dampingi Dicky Sinoritha, General Manager PT Timah wilayah Babel, Emron Pangkapi  yang juga tokoh adat Melayu Babel mengatakan pusat wisata bahari di muara sungai itu berada di dikawasan jembatan Buka Tangkup, dan diharapkan kawasan ini  menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi ibukota provinsi ini.

Jembatan Buka-Tangkup atau buka-tutup seperti jembatan Ampera Palembang yang dibangun oleh Gubernur Babel almarhum Eko Maulana dengan dana APBD dan akan diresmikan Mei mendatang. Ke depan di sekitarnya  akan menjadi pusat kegiatan wisatawan untuk menikmati kuliner lokal dan aktivitas lainnya sambil menyusuri sungai.

“Negara tetangga seperti Thailand, Vietnam dan Pilipina sudah lebih maju membuat program wisata sungai yang bisa memperpanjang lama tinggal kunjungan ke negaranya.di Pulau Bobohol, Pilipina setiap harinya ribuan pengunjung datang untuk menikmati wisata sungai sambil menimati kuliner. Bahkan di setiap pemberhentian kapal para wisatawan dihibur dengan tari-tarian lokal dengan keunikannya masing-masing,”

Emron menambahkan bahwa ekspedisi Sungai Batu Rusa  ini gerakan awal dari sebuah proses perubahan mental masyarakat Babel untuk mulai mengoptimalkan wisata sungai yang selama ini belum dimanfaatkan dengan baik, kata” Emron Pagkapi bersama para tokoh adat Melayu Bangka lainnya seperti DR Ibnu Hadjar, pengusaha timah Johan Murod dan peserta lainnya.

Menurut Emron di Pulau Bangka banyak karakter sungai lainnya yang dapat dikembangkan seperti Sungai Mendu, Sungai Layang, Sungai Kotawaringin. Bahkan dengan wisata lewat sungai wisatawan akan merasakan pengalaman wisata sejarah ke kota kapur yang menjadi pusat sejarah Kerajaan Srwijaya.

“Kami akan usulkan pada para pelaku pariwisata terutama biro perjalanan wisata agar mengeksplor perjalanan sungai ke pesisir barat Pulau Bangka, di sebuah dusun kecil yang bernama “Kotakapur”. Disinilah ditemukan prasasti  pertama yang ditemukan mengenai Kerajaan Sriwijaya,” tandasnya.

Ekspedisi  sungai Batu Rusa dan Selindung yang menggunakan dua kapal kayu dan dua kapal patroli milik PT Tinah Dan PT DAK ini diikuti sedikitnya 50 peserta yang sudah berdatangan ke dermaga Jembatan Ketapang Pangkal Balam sejak pukul 6.00 pagi. Sambil menunggu peserta lainnya, panitia menyiapkan sarapan menu Burgo, lakso dan pangtiau.

Jam 06.30 perahu bertolak ke arah muara meninjau jembatan Buka Tangkup yang menjadi salah satu ikon kota Pangkalpinang, ibukota Provinsi Babel

Perjalanan dilanjutkan  menuju hulu Sungai Selindung,melewati  Kerabut  (jerambah gantung) , hutan rasau dan tiba di lokasi kramat yang dikenal dengan nama  Seluman Baye. Perjalanan dilanjutkan melewati hutan bakau di tepi sungai  sampai tiba di kawasan Jade

Peserta lalu  naik ke darat dan menempuh perjakanan 1 km untuk berziarah  ke Makam Depati Bahrin, pejuang Bangka yg terlupakan. Salah satu pejuang melawan penjajah Belanda yang wafat pada tahun 1848.

Akhir perjalanan peserta diterima oleh Dirut  PT DAK, Moh Rizki  Sungai Selindung yang sejak awal ekspedisi juga sudah mengawal peserta. Setelah jamuan sore peserta kembali ke pintu air Jembatan Ketapang tempat mengawali kegiatan. (hildasabri@yahoo.com).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.