Kolak Ayam, Kuliner Spesial Bulan Ramadhan

0
702
Kolak Ayam (Foto: Gresik Ku - blogger)

GRESIK, Bisniswisata.co.id: Menjelang lebaran, berbagai tradisi dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Salah satunya tradisi kuliner yang dilakukan warga Desa Gumeno, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Di malam Ramadan ke-23, seluruh warga desa Gumeno melakukan sebuah tradisi yang sudah berlangsung selama lima abad lamanya.

Tradisi itu membuat kolak ayam, kuliner lezat nan unik yang cuma ada di kabupaten Gresik. Biasanya kolak identik dengan rasa manis, namun kolak ayam ini terasa gurih legit dengan isian ayam kampung di dalamnya.

Awalnya, tradisi ini bermula ketika Sunan Dalem melakukan dakwah di Desa Gumeno pada tahun 1540 masehi. Putra pertama dari Sunan Giri ini mendirikan sebuah masjid di desa Gumeno. Namun tak lama usai membangun masjid, dirinya jatuh sakit.

Kabar sakit Sunan Dalem cukup membuat para santri dan penduduk terkejut sehingga mereka menandai peristiwa ini dengan sebutan Sanggiring, berasal dari kata ‘Sang’ (raja, pemimpin) dan ‘Gering’ (sakit).

Sakitnya sang Wali selama beberapa waktu membuat para santri dan penduduk bingun mencari obat penyembuhnya. Hingga pada 22 Ramadan 946 Hijriah, sebuah mimpi menghampiri Sunan Dalem. Dalam mimpi itu ia mendapatkan petunjuk tentang obat penyakitnya, yakni ia harus memakan sebuah makanan dengan ayam jago berusia muda sebagai salah satu syarat utama bahan masakan.

Sunan Dalem lantas mengutus para lelaki untuk mempersiapkan bumbu-bumbu masakannya, yakni daun bawang merah, gula jawa, jintan, dan santan kelapa. Sementara itu para santri mencarikan ayam jago muda.

Yang unik dari titah ini adalah para peramu masakan dan juru masak makanan penyembuh Sunan Dalem ini harus laki-laki, dari yang muda sampai tua. Pun memasaknya harus di atas kuali dari tanah liat dengan api dari kayu bakar.

Gelaran masak besar kolak ayam ini kemudian menjadi tradisi bagi warga Desa Gumeno sampai sekarang. Tradisi Kolak Ayam selalu dilaksanakan di Masjid Jami’ Sunan Dalem Desa Gumeno yang dimulai pukul 16.00. Berkat tradisi ini pula warga Desa Gumeno dan warga dari kampung lainnya menjadi semakin erat silaturahminya.

Lantaran hanya dilakukan setahun sekali, itupun pada bulan suci Ramadan, tradisi turun temurun ini makin sering dikunjungi warga di luar Gresik seperti dari Lamongan, Tuban, Bojonegoro, dan Surabaya. Maka, setiap tradisi ini digelar, porsi Kolak Ayam yang disajikan pun sampai ratusan bahkan ribuan.

Terlebih kita tidak akan menemukan sajian ini di desa lain di Kabupaten Gresik karena memang di Desa Gumeno inilah Kolak Ayam mulai dikenal. Untuk mempersiapkan sajian yang banyak tersebut, warga sudah menyiapkan segala sesuatunya sejak 21 Ramadan atau dua hari sebelum gelaran dilaksanakan.

Tahap pertama, ayam yang sudah dikumpulkan itu disembelih kemudian dimasak pada malam hari. Keesokan harinya, para pemuda menyuwir ayam dan dipisahkan dari tulang-tulangnya. Sementara itu, laki-laki dewasa menyiapkan bumbunya. Jika sudah siap semua, bahan-bahan siap dimasak dan disajikan pada senja 23 Ramadan.

Jadi jangan harap kolak ayam dijual secara bebas. Jika ingin merasakan kolak ayam, yuk berwisata religi ke desa Gumeno Gresik sambil merasakan kolak ayam. Mau? (*/Gresikkab.go.id)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.